Senin, 09 Desember 2019


Tak Lagi Gubuk Asrama Siswa Bengkayang Diresmikan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 146
Tak Lagi Gubuk Asrama Siswa Bengkayang Diresmikan

JAJAL - Gubernur Kalbar Sutarmidji dan Wakil Bupati Kabupaten Bengkayang saat mengajak beberapa siswa menjajal fasilitas asrama di SDN 02 Sempanyuk, Dusun Sempayuk, Desa Belimbing, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang, Minggu (7/7).

BENGKAYANG, SP – Para siswa SDN 02 Sempanyuk, Dusun Sempayuk, Desa Belimbing, Kecamatan Lumar, Bengkayang tak harus lagi tinggal di gubuk beralas tanah. Bangunan berpondasi beton kini jadi asrama mereka. Akses rumah dan sekolah yang jauh, buat mereka harus menginap.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan bangunan asrama bersifat sementara. Solusi tercepat membantu para pelajar yang sebelumnya tinggal di gubuk-gubuk atau pondok tak layak huni. Asrama pun dipisah antara lelaki dan perempuan.

Februari lalu, Sutarmidji berkunjung langsung ke sekolah tersebut usai viral siswa tinggal di gubuk reot. Janjinya itu pun direalisasikan.
Lahan bangunan yang dialihfungsikan menjadi asrama ini, awalnya pasar. Lokasi persis di samping sekolah. Namun tak ada aktivitas jual beli di pasar yang sudah enam tahun dibangun itu.

"Daripada jadi bangunan yang tak ini (digunakan). Bagus kami jadikan asrama pelajar, kebetulan tempat tinggalnya (siswa) mencar-mencar (pisah-pisah)," ujarnya ketika meresmikan asrama, Minggu (7/7).

Soal aset, semua sudah diserahkan ke Pemkab Bengkayang. Siswa memang butuh asrama representatif.
"Bayangkan ada yang lima jam jalan kaki (ke sekolah), akhirnya orang tua memang sudah kebiasaan membuatkan tempat-tempat (tinggal sementara), supaya mereka bisa tidak usah bolak-balik rumah ke sekolah," paparnya. 

Asrama itu dinamai ‘ADEM’. Terinspirasi dari adagium Forkopimda Kalbar. Singkatan dari delapan enam. Istilah kepolisian yang berarti memahami intruksi. Namun bagi Sutarmidji, ‘ADEM’ adalah akronim Aman, Damai, Enerjik dan Mantap. 

"Adem ini juga menunjukkan aura tempat yang sejuk, nah saya suruh tanam pohon di depan asrama, supaya tidak gersang, nanti saya kasih bibit matoa, rindang, buahnya juga enak," ucapnya. 

Ke depan, Pemprov juga akan membangun Sekolah Menengah Kejuruan di Bengkayang. Pemda sendiri sudah menyiapkan lahan 60 hektare.

"Kami buat perencanaannya di perubahan anggaran (2019), tahun depan (2020) saya pastikan sudah akan mulai dibangun," tegasnya.
Jurusannya akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja yang disinergikan dengan Pusat Sertifikasi Tenaga Kerja Kalbar yang bakal dibangun tahun depan. 

"Jadi jangan sampai investor masuk sini, tapi tenaga kerjanya, masyarakat Kalbar hanya jadi penonton, nah kita harus siapkan SDM-nya supaya tidak ribut lagi," katanya. 

Midji berharap pola sama bisa diterapkan di berbagai daerah di Kalbar. Sebab kondisi serupa, rumah pelajar jauh dari sekolah.
"Jangan sampai SDA kita habis, SDM-nya tak dibangun mau jadi apa, rugi kita," pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkayang, Yan berterima kasih kepada Gubernur Kalbar telah mengambil inisiatif memfungsikan bangunan yang tidak dipergunakan. 

"Ini sifatnya sementara segala proses yang terkait dengan proses tentu akan diurus karena digunakan secara baik untuk peningkatan sumber daya manusia," ucapnya.

Ada banyak gubuk-gubuk sebagai asrama siswa di Bengkayang yang tak layak. Sebagian besar merupakan swadaya masyarakat. Misalnya di Siding, Lembah Bawang, dan Suti Semarang.

"Yang sangat membutuhkan asrama sebenarnya di wilayah Kecamatan Siding," ucapnya.

Kondisi gubuk di Siding jauh lebih memprihatinkan. Butuh setidaknya dua asrama untuk para siswa. Pemkab berharap, ada pihak lain yang membantu penyediakan fasilitas asrama.

"Selama ini untuk sekolah yang jauh dari ibu kota sudah dibangun asrama," tutupnya. (din/bls)