Stand Pameran Semarakkan Arena Festival Budaya Dayak I Kalbar

Bengkayang

Editor Mul Dibaca : 246

Stand Pameran Semarakkan Arena Festival Budaya Dayak I Kalbar
Tari pembuka Pagelaran Festival Budaya Dayak (FBD) I Kalbar, yang diselenggarakan di Rumah Adat Dayak Ramin Bantang, Kabupaten Bengkayang.
BENGKAYANG, SP - Pagelaran Festival Budaya Dayak (FBD) I Kalbar, yang diselenggarakan di Rumah Adat Dayak Ramin Bantang, Kabupaten Bengkayang, tidak hanya menampilka berbagai lomba dan atraksi.

Namun, ada pula stand-stand yang dipadati pengunjung.   Stand-stand tersebut terdiri dari 26 stand kuliner rakyat, 20 stand kuliner umum, dan 26 stand pameran produk.

Sesuai dengan arahan Ketua Dewam Adat Dayak (DAD) Kabupaten Bengkayang, Martinus Kajot, bahwa bahwa saja yang ingin memeriahkan FBD I Kalbar dipersilakan, asal sesuai dengan aturan yang ada.  

“Yang mau berjualan ya boleh saja. Tempatnya memang terbatas, namun apabila diatur dengan baik, maka akan teratur. Terbukti ada 72 stand yang meramaikan dan mereka tertib,” kata Kajot. 

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang tersebut menjelaskan, pelaksanaan FBD I Kalbar, menjadi momen untuk semua kalangan, termasuk meningkatkan pendapatan masyarakat.  

Untuk stand kuliner rakyat, panitia memberikan kebebasan kepada masyarakat, untuk menampilkan kuliner masing-masing. Panitia menyediakan tanah kosong dengan biaya sewa Rp500 ribu, dan warga bisa mendirikan standnya masing-masing.

Kemudian untuk stand kuliner kategori umum, yang sifatnya industri, seperti pengolahan makanan maupun minuman, stand yang disediakan panitia berbentuk tenda kerucut dan tempatnya di depan. Dengan biaya sewa Rp2 juta untuk satu stand.  

“Secara umum konsepnya tidak komersil. Stand ada biaya sewa, sesuai dengan kemampuan masyarakat, kita hanya memanfaatkan momen seperti ini dengan sistem komersil. Ini semua untuk masyarakat,” paparnya.  

Kajot menambahkan, panitia yang dibentuk bukan untuk mencari keuntungan dari stand, tapi semuanya untuk memeriahkan kegiatan tersebut dan bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat.

Sementara untk stadn pameran, dikenakan biaya sewa Rp2 juta. Khusus untuk stand kontingen DAD, dikenakan biaya Rp1,5 juta. Adanya biaya sewa diharapkan kepada peserta stand bisa bertanggungjawab, tidak asal datang lalu berjualan.

“Intinya, kita siapkan yang terbaik, sehingga event budaya ini bisa menjadi manfaatkan untuk masyarakat. Mereka bisa berpartisipasi dalam bentuk berjualan, selain menumbuhkan perekonomian masyarakat juga bisa mempererat rasa kebersamaan dengan suku-suku yang lain,” papar pria ramah tersebut.  

Ketua DAD Kabupaten Bengkayang ini menjelaskan, bahwa Rumah Adat Dayak Ramin Bantang Bengkayang terbuka untuk umum. Siapa saja boleh memanfaatkan keberadaannya. Demikian pula dengan adanya FBD I Kalbar, adalah event terbuka untuk etnis.  

“FBD I terbukti membawa manfaat bagi semua pihak. Penginapan, hotel, homestay, dan kos-kosan di Bengkayang terisi semuanya. Rumah makan dan sebagainya pasti mendapat peningkatan pendapatan. Semuanya mendapat manfaatnya,” pungkas Kajot. (nar)