Senin, 23 September 2019


Gidot: Penaganan Narkoba Harus Terstruktur, Sistematif, dan Masif

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 70
Gidot: Penaganan Narkoba Harus Terstruktur, Sistematif, dan Masif

FOTO BERSAMA - Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot berfoto bersama pelajar dan mahasiswa pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang berlangsung di Aula Lantai V Kantor Bupati Bengkayang, Senin (15/7).

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot menghadiri acara peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) Tahun 2019, yang mengusung tema " Millenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas". Acara dilaksanakan  di Aula Lantai V Kantor Bupati Bengkayang, Senin (15/7).

Dalam Sambutannya Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, mengatakan, Indonesia dengan Negara berpenduduk terbesar keempat di dunia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, hal ini membuat Indonesia memiliki tantangan yang tidak mudah sebagai Negara besar dan maju, salah satunya tantangan terbesar adalah masalah Narkoba.

"Narkoba apabila tidak di tangani secara bersama-sama semua elemem masyarakat, maka akan mengancam eksistensi bangsa yang berdampak mengancan kondisi ketahanan Nasional suatu Negara," ungkap Bupati.

Karena itu, menurutnya, Penanggulangan masalah Narkoba harus di lakukan secara terstruktur, sistematif dan masif dengan melibatkan seluruh komponen Bangsa. Penanggulangan tersebut dapat dilakukan secara seimbang melalui pendekatan Hukum Kesehatan dan Pendekatan Sosial serta Pendidikan, sehingga Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Indonesia dapat terlaksana dengan baik.

"Saya juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya  kepada Bapak Komisaris Jendral Polisi Heru Winarko, sebagai Kepala BNN yang telah melakukan upaya-upaya nyata dan serius untuk memerangi para Bandar Narkoba yang selalu mencari cara untuk menghancurkan generasi muda bangsa ini," ujar Bupati. 

Sementara itu, Kasie Pencegahan dan Pemberdayaan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bengkayang, Susi Maria mengatakan  sasaran utama HANI kali ini adalah anak- anak millenial, karena anak-anak millenial adalah aset negara. 

"Masa milenial adalah masa usia muda produktif, jika terjerat narkoba pada masa ini maka tentang pemakaiannya terlalu lama. Tentu hal ini sangat mengkhawatirkan dan akan terjadi los generation," ujar Susi. 

Lanjut dia, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi tahun 2030, namun akan sangat disayangkan jika bonus ini tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin dan bahkan bisa menjadi bencana apabila terjerat kasus narkoba.

"Pesan-pesan buat anak mileneal Kabupaten Bengkayang. Jadilah dirimu sendiri, mau bekerja keras, berkarakter dan mau melawan diri sendiri. Maka engkau terhindari dari narkoba. Cintailah dirimu sendiri, dekatkan diri pada Tuhan, gali potensi dan jangan takut melapor ke BNN atau kepolisian jika ada teman kita yang menggunakan narkoba," pesan Susi. (narwati)