Polres Mulai Larang Aktivitas PETI

Bengkayang

Editor elgiants Dibaca : 408

Polres Mulai Larang Aktivitas PETI
PETI - Jajaran Polsek Ledo saat melakukan pemasangan banner larangan aktivitas PETI diwilayah hukum Polsek Ledo, Senin (15/7)
BENGKAYANG, SP -  Polres Bengkayang bersama Polsek Jajaran berkomitmen melarang aktifitas Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di wilayah Kabupaten Bengkayang. Hal itu yang ditegaskan oleh Kapolres Bengkayang AKBP Yos Guntur Yudi Fairus Susanto, Senin (15/7).

Kapolres Bengkayang, melalui Kapolsek Ledo  IPDA Maju K.Siregar menegaskan, sebagai himbauan larangan Ia  bersama anggota melakukan pemasangan banner yang bertuliskan larangan dilakukannya Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di beberapa titik lokasi yang mudah diketahui masyarakat, seperti terlihat di tepi Sungai Sambas Ledo dekat jembatan, dan di tepi Jalan Raya Ledo simpang Desa Rodaya.

Ia menegaskan dengan pemasangan banner tersebut bahwa Polres Bengkayang dan Polsek jajaran khususnya Polsek Ledo berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam, salah satunya mencegah kerusakan lingkungan dari tangan - tangan yang tak bertanggung jawab seperti Penambangan Emas Tanpa Ijin.

"Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) dapat dipastikan berdampak negatif bagi masyarakat, karena jumlah yang menikmati keuntungan dari kegiatan tersebut hanya segelintir orang sedangkan yang terkena dampaknya bisa ribuan orang, termasuk mahluk hidup lainnya," tegasnya.

Lanjutnya lagi, dalam kegiatan penambangan emas tanpa ijin tersebut berhubungan langsung dengan air sungai, dapat dipastikan bahwa masyarakat yang berada di hilir sungai tidak lagi dapat menikmati air bersih dan ikan yang ada di sungai, tidak dapat berkembang dan bahkan ada kekhwatiran mengkonsumsi ikan yang berasal dari sungai tersebut.  Maka dari itu, dalam UU RI No 04 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Minerba, mengancam berat pelaku Penambangan Emas Tanpa Ijin dengan Sanksi Pidana maupun Denda.

Ia juga  menghimbau dan berharap kepada masyarakat yang masih ada melakukan Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di wilayah Kecamatan Ledo untuk ikut menjaga kelestarian alam dan lingkungan, serta peduli dengan masyarakat yang lain yang mungkin jadi korban akibat penambangan tersebut. (nar/nak)