Kamis, 12 Desember 2019


Kepolisian Diharap Bentuk Tim Gabungan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 116
Kepolisian Diharap Bentuk Tim Gabungan

STOP PETI - Anggota Polsek Teriak bersama warga menyerukan pesan Stop PETI kepada para oknum pelaku aktivitas tambang ilegal tersebut. aktivitas PETI di Bengkayang dinilai telah mencemarai Sungai Sebalo sejak puluhan tahun lalu.

Polres Bengkayang bersama Polsek Jajaran berkomitmen melarang aktifitas Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di wilayah Kabupaten Bengkayang. Para Kapolsek yang di wilayahnya terdapat aktivitas PETI diperintah untuk memasang banner himbauan dan peringatan agar jangan ada lagi aktivitas tersebut.

Salah satunya adalah jajaran Polsek Teriak. Anggota Polsek Teriak, Bripka Lipus, ia menyampaikan himbauan Stop PETI kepada masyarakat di Wilayah hukum Polsek Teriak dimana dalam hal ini, Ia menyampaikan kepada masyarakat di Kecamatan Teriak agar tidak melakukan penambangan emas tanpa izin di wilayah Teriak.

"Dalam giat tersebut kita mengajak seluruh warga Teriak untuk bersama-sama menolak adanya pertambangan emas tanpa izin, dan segera melaporkan apabila menemukan kegiatan penambangan emas tanpa izin tersebut," pintanya saat ditemui, Senin (15/7)
Ditemui terpisah, Tokoh Pemuda yang juga berkecimpung di dunia advokat, Zakarias meminta kepada pihak kepolisian, Pemda melalui Pol PP, dan tokoh-tokoh masyarakat untuk melakukan razia di lokasi PETI.

"Maksud kita melibatkan semua pihak, agar tidak ada konflik di lapangan. Kalau misalnya pihak kepolisian tidak mampu back up bisa minta bantuan TNI. Karena bagaimana pun, dampak yang ditimbulkan dari PETI ini sangat besar sekali. Kita berharap ada razia gabungan," harap Zakarias. 

Camat Bengkayang, Robinson menangapi terkait dengan aktivitas PETI yang masuk terjadi di wilayah Tirta Kencana pihak kecamatan sudah melakukan pembinaan, dalam bentuk himbauan kepada masyarakat khususnya di desa Tirta Kencana, Kelurahan Bumi Mas, Kecamatan Bengkayang. 

"Kita menghimbau kepada masyarakat agar berhenti melakukan aktivitas penambangan-penambangan yang sifatnya skala besar. Karena aktivitas PETI tersebut tersasar di Sungai Sebalo yang merupakan icon kota Bengkayang. Kita berharap bersama-sama menjaga sungai Sebalo agar tetap bersih, agar Keluarga dapat menikmati air tersebut seperti dahulu kala," serunya. 

Robinson, juga menceritakan, sebelum marak terjadinya PETI di Sungai Sebalo, seperti pada sebelum Kabupaten Bengkayang terbentuk menjadi sebuah Kabupaten, yang resmi memisahkan diri dari Kabupaten Sambas pada tahun 1999 air sungai Sebalo yang mengalir membelah kota Bengkayang masih sangat jernih, bersih dan tidak tercemar.  

Bahkan ekosistem di dalamnya kata Robinson, masih sangat terjaga, masyarakat masih menikmati air sungai Sebalo sebagai kebutuhan rumah tangga. Seperti untuk mencuci, dan mandi. Tidak terjadi banjir setiap musim hujan. Beda halnya dengan kondisi sekarang ini. 

"Kondisi sekarang ini sangat kotor. Saya berharap kepada pengusaha terutama perlakukan penambang agar sama-sama memikirkan kondisi sungai Sebalo, dan juga masa depan anak cucu. Sama-sama kita membangun kabupaten Bengkayang ini, agar air bisa kembali jernih seperti dahulu kala," ucap Robinson.

Robinson juga berharap kepada penegak hukum, baik Kepolisian, Pol PP dan Dinas terkait untuk melakukan penertiban. Ia mengaku juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait, yakni Dinas Lingkungan Hidup supaya kedepan akan ada langkah-langkah dalam rangka mengembalikan kondisi air Sebalo supaya bersih kembali. (Narwati)