Senin, 14 Oktober 2019


Angkat Isu SDM, Teknologi Hingga Ekologi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 92
Angkat Isu SDM, Teknologi Hingga Ekologi

KONFERENSI - Foto bersama peserta kegiatan Konferensi Studi Regional (KSR) Regio Kalimantan Barat Perhimpunan Mahasiswa Khatolik Republik Indonesia (PMK-RI) Sanctus Thomas Aquinas tahun 2019, di Aula II lantai V, Kantor Bupati Bengkayang, Rabu (17/7

Asisten Deputi Bidang Organisasi Kepemudaan dan Pengawasan Kepramukaan    Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Abdul Raful menghadiri sekaligus membuka kegiatan Konferensi  Studi Regional  (KSR) Regio Kalimantan Barat  Perhimpunan Mahasiswa Khatolik  Republik Indonesia (PMK-RI)  Sanctus  Thomas Aquinas tahun 2019, di Aula II lantai V, Kantor Bupati Bengkayang, Rabu (17/7).

Komisaris Daerah Regio Kalimantan Barat PMK-RI  St. Thomas Aquinas, Anselmus Asang mengatakan,  Konferensi Studi Regional merupakan salah satu pendidikan formal berjenjang yang ada di  PMKRI. 

"Konferensi Studi Regional menjadi ruang bagi kader perhimpunan memaknai, memetakan, menganalisis secara kritis, komprehensif, lateral, dan logis atas situasi masyarakat lokal atau regionalnya," ujar Asang. 

Lanjutnya, sebagai bagian dari proses kaderisasi, KSR  juga sebagai ruang bagi kader membangun jaringan dan sinergi dengan stakeholders setempat. Melalui senergitas cabang-cabang di Komisariat Daerah (Komda), KSR menjadi  ruang kajian ilmiah dalam memetakan isu-isu, memecahkan permasalahan hingga menghasilkan naskah ilmiah sebagai tawaran solusi akan permasalahan yang ada.

"Hasil kajian di  KSR juga menjadi kajian bersama di  tingkat nasional yang akan dibahas di Konferensi Studi Nasional (KSN) PMKRI," ucap Asang. 

Adapun isu yg diangkat pada kegiatan tersebut adalah berkenaan dengan SDM, Teknologi dan Ekologi. Sumber Daya Manusia dinilai penting, karena merupakan   kunci yang utama dalam unsur pembangunan. 

Isu tersebut akan dikaji secara mendalam selama kegiatan berlangsung dan akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait.

Staf Ahli Gubernur Kalbar Bidang Hukum dan Politik,  Hermanus yang turut hadir pada kesempatan itu menyebut, tujuan mulia dari Pembangunan nasional adalah untuk mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia, demokratis, mempunyai motivasi yang kuat dalam membangun ekonominya, religius, beradab, tertib hukum serta mampu berkiprah dan berdaya saing tinggi dalam komunitas global dengan berbagai bangsa lain. 

"Kedepannya, eksistensi suatu bangsa bukan ditentukan oleh keunggulan komparatif dari kekayaan alamnya semata, tapi juga keunggulan SDM-nya yang berkualitas dan menjadi harapan kita untuk membangun bangsa dan negara," ucap Hermanus membaca sambutan Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

Sebagai sebuah  organisasi kepemudaan tentunya organisasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berati khususnya bagi generasi muda, yang terarah sesuai dengan fungsi dan perannya dalam mencetak kader-kader yang berintektual bagi pembangunan SDM. 

Sebagai pilar utama Pembangunan Bangsa dan negara, generasi muda diharapkan mampu mengantisipasi pengaruh negatif yang berkembang dalam era keterbukaan komunikasi dan  informasi saat ini. Seperti penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, minum keras, pergaulan sek bebas, dan tontonan pornografi, serta hal-hal negatif yang dapat menghambat lajunya pertumbuhan SDM yang berkualitas.

 "Tentu organisasi kepemudaan ini menjadi harapan kita bersama, agar organisasi ini mampu melahirkan kader-kader muda yang memiliki wawasan yang komprehensif-integratif dalam melakukan pembinaan, menghadapi tuntutan jaman di era globalisasi,” sebut Hermanus.  (narwati)