Aturan Bakar Lahan, Dilema bagi Petani

Bengkayang

Editor elgiants Dibaca : 154

Aturan Bakar Lahan, Dilema bagi Petani
Ilustrasi Kebakaran Hutan
Aturan larangan membakar lahan atau ladang, hingga saat ini masih menjadi dilema bagi petani. Pasalnya, ada aturan yang memperbolehkan petani membakar lahan sebagai sebuah kearifan lokal dengan luas lahan maksimal dua hektare.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Bengkayang, Agustinus Naon. Menurutnya, dari segi aturan, petani boleh membakar lahan sebagai sebuah kearifan lokal dengan luas lahan maksimal dua hektare setiap kepala keluarga.

Sementara, presiden menginstruksikan seluruh jajaran TNI-Polri termasuk pemeritah masing-masing daerah wajib melarang masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran dengan tujuan agar tidak menimbulkan asap yang berdampak pada kesehatan.

"Ini musim orang berladang. Dilema kita. Dilarang bakar, ladang orang tidak bisa dibakar, tidak bisa bertanaman artinya akan kekurangan beras," tambahnya. 

Jika petani tidak berladang katanya, maka masyarakat akan kesulitan mendapatkan sumber mata pencarian dan kebutuhan pangan. Namun karena sudah aturan membakar sembarangan tidak boleh, suka tidak suka wajib dilakukan sesuai perintah presiden.

Agustinus pun mengingatkan warga agar tidak membakar lahan atau ladang sembarangan, terutama bagi yang membuka lahan pertanian sebagai sebuah kearifan lokal. Hal tersebut guna menghindari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau.

Dia pun berharap hujan turun agar potensi karhutla dapat di minimalisir.

"Kita berharap juga titik api semakin menipis, harap juga  agar cepat turun hujan," harapnya. 

Sementara, Kapolres Bengkayang AKBP Yos Guntur Yudi Fairus Susanto juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan, lahan dan kebun karena dampaknya dapat merusak syaraf dan otak.

Menimbulkan penyakit, menganggu transportasi  penerbangan baik lalu lintas di darat, dan laut, serta menghambat pertumbuhan ekonomi.

"Mari kita jaga alam. Alam jaga kita," tegas Kapolres. (Nar)

Komentar