Kamis, 19 September 2019


Bentangkan Sabuk Merah Putih Sepanjang 74 Meter

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 160
Bentangkan Sabuk Merah Putih Sepanjang 74 Meter

UPACARA. Gabungan Komunitas Pecinta Alam (KPA) Kalbar melaksanakan upacara bendera HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 di puncak Bukit Sepancong, Desa Cipta Karya, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang, Sabtu (17/8).

Gabungan Komunitas Pecinta Alam (KPA) Kalbar melaksanakan upacara bendera HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 di puncak Bukit Sepancong, Desa Cipta Karya, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang, Sabtu (17/8).

Selain melaksanakan upacara bendera, mereka juga membentangkan Sabuk Merah Putih sepanjang 74 meter dan mengibarkan 74 bendera di puncak bukit tersebut.

Upacara yang dilaksanakan di atas ketinggian kurang lebih 500 mdpl itu diikuti oleh sebanyak 150 orang yang terdiri dari berbagai komunitas pecinta alam yang ada di Kalbar. Ada yang dari Pontianak, Sambas, Singkawang, Landak Bengkayang, Mempawah. 

Ketua KPA Kalbar, Hatari mengatakan, pembentangan sabuk sabuk merah putih tersebut adalah kali pertama dilakukan khususnya di Kabupaten Bengkayang, dan Kalbar umumnya. Pembentangan sabuk merah putih itu merupakan bentuk kecintaan  para komunitas pencinta alam terhadap Ibu Pertiwi dalam memeriahkan HUT ke-74 RI.

"Mungkin ini merupakan yang pertama kalinya pemasangan sabuk di Kalbar, dan Bengkayang khususnya. Kalau pengibaran bendera di atas bukit atau gunung itu sudah lumrah dilakukan," ujar Hata. 

Selain memeriahkan HUT RI, dia mengatakan bahwa agenda tersebut juga sekaligus untuk mempromosikan destinasi wisata Bukit Sepancong kepada khalayak ramai. 

"Dalam momen ini kita juga mengajak kawan-kawan KPA yang ada di Kalbar untuk lebih peduli dengan alam. Tidak sebatas datang dan menikmati nya, namun harus melakukan inovasi bagi Bukit Sepancong sehingga ke depan dapat menarik minat para pendaki dan wisatawan," ucapannya. 

Menurut Hata, Bukit Sepancong potensial dalam pengembangan wisata, jika dikelola dengan baik tentu  dapat menjadi aset dan sumber pendapatan desa serta daerah. 

"Bukit Sepancong salah satu bukit yang ada di Kabupaten Bengkayang dan sangat potensial untuk pengembangan pariwisata," ujarnya. 

Namun kata Hata, sejuah ini keterlibatan desa masih dirasa minim. KPA berharap ke depan andil baik desa dan pemerintah dapat dirasakan.

"Dari sini kita belajar banyak hal, dari alam kita belajar arti kebersamaan yang terlahir dari  latar belakang berbeda-beda. Ini kehidupan yang sesungguhnya, belajar humanisme, toleransi, dan rasa kekeluargaan,"  ucap pengurus Genpi ini. 

"Kita harap setiap insan mampu menghargai perbedaan yang ada. Dengan belajar dengan alam yang ada," tambahnya.

Hata berharap, pada tahun selanjutnya, pembentangan sabuk akan lebih dipersiapkan dengan baik dan jauh hari, seperti bentangan bendera dan sabuk yang lebih besar. 

"Harapan ke depan persiapan kita lebih matang, meriah, ada inovasi yang baru. Semoga lebih dari ini," ujarnya. 

Pembentangan sabuk dan pengibaran bendera dibingkai dalam kebersamaan. Meski jarak tempuh yang cukup mengurang energi, namun tak menilai sedikit semangat para pendaki yang hendak mengikuti upacara bendahara di Bukit Sepancong. 

Momen ini juga dibalut dengan keberagaman, yakni adanya atraksi seni, peserta yang memakai baju adat. Tentu ini menunjukkan nilai Kebhinekaan terbangun dengan baik antar komunitas.

"Kita yang berkumpul di sini dari berbagai komunitas, latar belakang serta suku dan agama. Namun, di atas bukit inilah kita merajut kembali nilai kebhinekaan kita. Bersatu untuk merah putih," tegas Hata. 

"Apalagi anak pencinta alam kita selalu diajarkan kebersamaan, tak memandang dan membeda-bedakan satu dan yang lainnya, itulah nilai tertinggi sebagai pecinta alam," tambahnya.

Hata menyampaikan agar setiap kita untuk menjaga alam. Indonesia sudah berusia 74 tahun. Sebagai bangsa yang merdeka harusnya bisa memilihara dan dewasa dalam menyikapi keberagaman yang ada. Bahwa satu bangsa itu untuk beragam hidup banyak suku. 

Pelaksanaan kegiatan ini kata Hata juga tak lepas dari dukungan serta kerjasama para donatur. 

"Kegiatan ini bekerjasama  dengan Media Suara Pemred Kalbar, Pemdes Via Cipta Karya, KPA Kalbar, Sebalogroup, dan Genpi Bengkayang. Terima kasih untuk para donatur," ucap Hata. (narwati)