Kamis, 19 September 2019


Rumah Adat Melayu Akan Dibangun di Pusat Kota

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 137
Rumah Adat Melayu Akan Dibangun di Pusat Kota

AUDENSI- Pengurus Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Bengkayang saat melakukan audensi dengan Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, membahas rencana pembangunan rumah adat Melayu, belum lama ini.

BENGKAYANG,SP- Pengurus Majelis Adat Budaya Melayu (MABM)  Kabupaten Bengkayang memutuskan bahwa Rumah Adat Melayu sekaligus Sekretariat MABM Kabupaten Bengkayang akan dibangun di pusat Kota Bengkayang. 

Dipilihnya pusat kota sebagai lokasi setelah pengurus MABM Kabupaten Bengkayang memperoleh masukan dan arahan dari Dewan Pengurus Pusat MABM Provinsi Kalimantan Barat. Kemudian peletakan di pusat kota juga sesuai bunyi AD/ART MABM. 

Penetapan lokasi tersebut semakin mantap setelah dilakukan musyarawarah yang melibatkan jajajaran pengurus MABM Kabupaten yang juga memperoleh masukkan dari pengurua MABM se- Kecamatan di Kabupaten Bengkayang. 

"Dengan musyawarah yang telah dilakukan dan arahan dari pengurus pusat,  kita memutuskan rumah Melayu atau sekeretariat MABM dibangun di pusat kota," kata Supriadi,  Ketua MABM Kabupaten Bengkayang, Selasa (20/8). 

Supriadi menerangkan, setelah pembentukan lokasi,  langkah yang diambil MABM adalah merumuskan proposal yang kemudian akan diajukan ke Pemerintah Kabupaten Bengkayang. 

"Proposal akan segera kita buat, dalam sebulan ini akan selesai dan akan kita ajukan," tegas Supriadi.

Supriadi menambahkan, pihaknya juga telah melakukan audensi dengan bupati pekan lalu.  Audiensi tersebut bertujuan untuk meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bengkayang merealisasikan pembangunan rumah adat Melayu di Kabupaten Bengkayang. 

"Dalam audiensi tersebut bersama dengan Bupati MABM melaporkan,  beberapa hal yang telah dilakukan untuk pembangunan rumah seperti melakukan konsultasi dengan pengurus MABM Provinsi Kalimantan Barat. Dalam hal ini, Pemprov siap membantu berupa pembuatan desain dan rab rumah Melayu," jelasnya. 

Menurut Supriadi, rencana pembangunan Rumah Melayu ini ditaksir akan menghabiskan anggaran Rp5 miliar, dan itu termasuk untuk pembebasan lahan. 

Bupati Bengkayang  Suryadman Gidot, menyambut baik audiensi yang dilakukan MABM.  

"Keinginan kita sama seperti yang diinginkan MABM,  yakni adanya rumah adat Melayu di Kabupaten Bengkayang. 
Dalam bersamaan, Bupati Bengkayang Suryadman Gidot menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berkeinginan untuk membangun rumah Melayu pada tahun 2020.

"2020 pembangunan Rumah Melayu harus segera dibangun, setidak sebelum masa bhakti saya bersama pak wakil bupati berakhir. Kemajemukan ini adalah aset kekayaan daerah yang tak ternilai," ucap bupati dua periode ini. 

Pembangunan Rumah Adat Melayu ini tambah Gidot, karena Rumah Adat Dayak sudah dibangun. Dan ia berharap setelah tahun 2020, setelah masa kepemimpinannya ada dibangun juga rumah adat yang lainnya. 

"Niat pemerintah akan membangun rumah adat setiap suku. Kemarin kita sudah membangun rumah adat Dayak yang disebut Ramin Bantang , niat kita berharap tahun 2020 rumah adat Melayu segera dibangun. Silahkan MABM merembukkannya, karena kita berharap biar yang baik ini menjadi niat bersama. Dan setelah 2020  berharap ada pembangunan rumah adat lainnya seperti rumah adat Thionghoa dan rumah adat Jawa," harap suami Femi Oktaviani. (nar)

Bisa Jadi Destinasi Wisata

Anggota DPRD kabupaten Bengkayang, Badarudin dalam Pandangan Umum Fraksi Hanura terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun  2020 menekankan pentingnya membangun Rumah Adat Melayu di Kabupaten Bengkayang. 

"Saya dalam PU kemarin menyuarakan aspirasi rumpun Melayu Kabupaten Bengkayang, agar Pemerintah Kabupaten Bengkayang membangun Rumah Adat Melayu,  sesuai pembicaraan yang dilakukan pemuka adat dengan bupati," kata Badarudin yang juga sebagai Sekretaris Pengurus MABM Kabupaten Bengkayang.

Badarudin menambahkan, rumah adat Melayu penting dibangun karena merupakan ikon suku Melayu nantinya. 

"Sewajarnya Rumah Adat Melayu dibangun di dalam ibu kota.  Karena rumah adat bisa dijadikan sebagai destinasi wisata," tambahnya. (nar)