Sabtu, 21 September 2019


Dua Mobil Mewah Diamankan Polres Bengkayang

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 2105
Dua Mobil Mewah Diamankan Polres Bengkayang

EKSPOS – Mobil Chevrolet jenis Chevelle SS, salah satu tangkapan Polres Bengkayang dalam ekspos tangkapan mobil mewah, Kamis (22/8). Ist

BENGKAYANG, SP - Dua buah mobil mewah ilegal yang diselundupkan dari Malaysia melalui Bengkayang berhasil diamankan jajaran Polres setempat. Pelimbahan barang buktinya ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Jagoi Babang dilakukan Kamis (22/8). Sedang penangkapannya sudah sejak bulan Maret dan Mei.

Dua kendaraan itu masing-masing mobil sedan merek Chevrolet jenis Chevelle SS warna biru tua lis putih, dan mobil sedan merek Ferrari warna merah.

Kapolres Bengkayang melalui Kasat Reskrim Polres Bengkayang, AKP Michael Terri Hendrata mengatakan pengamanan dua unit mobil dilakukan pada dua waktu berbeda. Mobil pertama sedan merk Chevrolet diamankan 3 Maret 2019. Diduga mobil diselundupkan dari Jagoi Babang.

Usai mendapat informasi, petugas menyisir arah perbatasan hingga Ledo. Masuk wilayah Lumar, tim sempat kehilangan jejak. Ternyata, mobil telah diparkir di belakang rumah salah seorang warga di Jalan Simpang Jelatok, Lumar.

Mobil Ferrari diamankan 3 Mei 2019. Kendaraan mewah ini diangkut menggunakan truk dengan nomor polisi KB 8976 SL. Informasi dari masyarakat langsung ditelusuri dan mobil berhasil dicegat di jalan Sanggau Ledo, kecamatan Bengkayang tepatnya depan kuburan Cina Bongja.

“Untuk mengelabui petugas, mobil Ferrari tersebut dicat hitam kusam agar terlihat seperti barang rongsokan,” katanya.

Adapun identitas yang membawa mobil ini berinisial NNG dan FLA. Keduanya menerangkan mobil mereka dapat dari Jagoi Babang tepatnya di jalan negara yang langsung dipindahkan dari truk Malaysia. Kemudian masuk ke wilayah Indonesia melalui jalan tikus perkebunan kelapa sawit.

Sepanjang 2019 Polres Bengkayang berhasil mengungkap 23 kasus pemasukan barang illegal dari Malaysia melewati jalur perbatasan. Jenisnya beragam, mulai dari kebutuhan sandang, pangan dan papan. 

“Akses yang ditempuh oleh para pelaku pun berbagai alternatif, mulai dari jalan tikus perkebunan kelapa sawit hingga ditumpangkan ke bus angkutan,” katanya.

Sebelumnya, Suara Pemred memberitakan dugaan kongkalikong penyelundupan di perbatasan Bengkayang. Pasalnya, sindikat China-Malaysia-Indonesia berhasil membawa barang selundupan bernilai hingga Rp67 Miliar sampai ke Jakarta. Aksi ini dibongkar Kepolisian Metro Jaya. Barang yang diselundupkan berupa suku cadang, kosmetik, elektronik dan obat-obatan.  

Sindikat ini membawa barang asal China ke Malaysia melalui Pelabuhan Pasir Gudang, Johor, kemudian dikirim ke Pelabuhan Kuching, Serawak. Dari sana, barang diangkut dengan truk kecil melalui jalan tikus ke perbatasan Indonesia-Malaysia di Jagoi Babang. 

Barang dipindahkan lagi ke truk besar kemudian dibawa ke Pelabuhan Dwikora, Kota Pontianak, selanjutnya masuk kapal menuju tujuan akhir, yaitu Pelabuhan Tegar (Marunda Center), Kabupaten Bekasi. Tiba di tujuan, barang disimpan di perumahan di kawasan Dadap, Kosambi, Kota Tangerang, yang berfungsi sebagai gudang. 

“Sindikat tersebut memasukkan barang selundupan empat kali dalam sepekan,” Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono.

Narasumber Suara Pemred di Bengkayang menceritakan, ada banyak jalur tikus di Jagoi Babang. Di pintu-pintu ini, ada oknum yang bermain. Praktik penyelundupan itu jadi sumber keuangan atau sering diistilahkan sebagai ATM sang oknum.

“Kalau bosnya datang, mereka minta oleh-oleh dan difasilitasi. Anggotanya yang sakit, harus cari dana. Salah satunya dari komisi penyelundupan itulah,” kata sumber, Rabu (21/8).

Meski demikian, aktivitas mereka tidak terang-terangan. Ibaratkan kucing-kucingan sambil cari waktu dan kesempatan.

“Modus mereka biasanya masuk dari Seluas dulu. Lalu disalin barangnya. Disimpan di gudang, baru dikirim. Ada juga pemain produk kendaraan, dengan cara menyeludupkan item-item atau suku cadang dipreteli. Setelah masuk baru dirakit kembali,” ungkap sumber.

Selain jenis kendaraan, kosmetik, minuman dan barang elektronik banyak dimasukkan  dari luar negeri secara ilegal. barang berupa rotan dan telur penyu asal Malaysia juga turut diseludupkan.

“Infony,a ini dibekingi dan dikawal oleh oknum jenderal. Sekarang oknum polisi kelabakan, karen BIN aktif di lapangan,” sebutnya. (sms/nar/bls)