Kamis, 19 September 2019


SDN 17 Sidai Bengkayang Sisa Puing Akibat Karhutla

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 103
SDN 17 Sidai Bengkayang Sisa Puing Akibat Karhutla

PUING – SDN 17 Sidai, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang ludes terbakar menyisakan puing, Rabu (21/8) sore.

Sekolah Dasar Negeri 17 Sidai, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang ludes terbakar, Rabu (21/8) sore. Terbakarnya sekolah tersebut diakibatkan pembakaran lahan untuk ladang yang dilakukan warga setempat. Jarak lahan dari gedung sekolah hanya sekitar 50 meter. 

Gedung sekolah yang terdiri di atas lahan seluas 8×16 meter tersebut terbuat dari  papan atau kayu  dengan seng metal. Setidaknya terdapat tiga ruang kelas dan dua toilet di bangunan tersebut. Karena berbahan dasar kayu, api dengan cepat merayap ke sejumlah kontruksi bangunan. 

Berdasarkan keterangan warga, terbakarnya SDN Sidai berawal saat seorang warga, Y membakar lahan di lokasi pertama, pada pukul 14.30 WIB. Dia dibantu pamannya, M untuk menjaga api tetap di lahan. Pembakaran lahan tersebut diperkirakan selesai pada pukul 16.00 WIB.

Selesai di tempat yang satu, aktivitas mereka berlanjut di lahan kedua yang berbatasan langsung dengan sekolah negeri tersebut. Batas keduanya hanya pepohonan bambu. Sebagian pun mengering di terpa kemarau.

Pukul 16.15 WIB, Y melihat lis atap SDN 17 Sidai yang terbuat dari papan kayu terbakar dan api langsung membesar. Melihat hal tersebut, sontak Y mendobrak pintu sekolah untuk memadamkan api, akan tetapi api sudah terlalu besar, dan warga berdatangan untuk membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Kapolsek Ledo, Ipda Maju K. Siregar membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, sekolah yang terbakar jauh dari permukiman warga, sehingga sulit dilakukan pemantauan. Akibat kebakaran tersebut, warga yang melakukan pembakaran lahan diamankan ke Polres Bengkayang. 

"Untuk pelaku sudah kita bawa dan amankan di Polres Bengkayang," ungkap Ipda Maju K. Siregar.
Atas kejadian ini, Kapolsek kembali mengimbau dan meminta agar warga tidak melakukan pembakaran lahan, terlebih pada musim kemarau yang saat ini masih berlanjut. (narwati/balasa)