Selasa, 15 Oktober 2019


Akademisi Minta Pemerintah Lakukan Kaji Ulang

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 255
Akademisi Minta Pemerintah Lakukan Kaji Ulang

PLTN - Pemandangan di Pantai Gosong Bengkayang. Pantai ini dianggap paling cocok untuk membangun PLTN setelah hasil kajian menyebut Kabupaten Bengkayang sebagai lokasi ideal di bangun PLTN. Ist

Pemerintah berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kalbar, dan Kabupaten Bengkayang di anggap paling cocok. Di Bengkayang tempat yang rencananya akan dibangun PLTN adalah Pantai Gosong , Kecamatan Sungai Raya Kepulauan.

Menurut hasil kajian dan riset Tim Penyiapan Pembangunan PLTN dan komersialisasinya, bahwa Kabupaten Bengkayang layak untuk dijadikan percontohan, bahkan hasil riset menyatakan 87 % masyarakat Provinsi Kalimantan Barat setuju pembangunan PLTN tersebut guna mendukung industrialisasi dan mensejahterakan masyarakat. 

Menanggapi rencana tersebut, Wakil Ketua 1 Bidang Akademik, Sekolah  Tinggi Ilmu Manajemen Santi Bhuana (STIM-SB) Kabupaten Bengkayang, Dr Helena Anggraeni (Reni) Tjondro Sugianto mengatakan, jika itu akan dibangun di Kalbar khususnya di Kabupaten Bengkayang pemeritah harus melakukan kaji ulang rencana tersebut. Sebab menurutnya, PLTN ini bukan energi terbarukan, justru untuk Kabupaten Bengkayang sendiri jika memang untuk kepentingan pasokan listrik, kenapa pemeritah tidak membangun energi yang ramah lingkungan, yang pasti bukan nuklir. 

"Jadi akan banyak alternatif selain nuklir. Apalagi Borneo dikenal sebagai negeri seribu sungai, memang lebih cocok kita membangun atau membuat PLTA. Kita ada laut dan pantai yang begitu luas bisa di jadikan PLTU. Jadi banyak alternatif, daripada kita ambil resiko yang besar, seperti membangun PLTN," ungkapnya, Jumat (28/8).

Selain itu lanjutnya, pemeritah juga perlu mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya. Secara dampak positif kata Helena jika PLTN di bangun tentu akan mendapatkan daya listrik yang besar. “Apalagi kita tahu cukup banyak dusun-dusun di Bengkayang yang belum ada listrik. Jika PLTN dibangun tentu akan mendapatkan pasokan energi listrik yang baru,” katanya.

Selanjutnya, ada peningkatan teknologi yang rencananya akan dibangunnya taman IPTEK berbarengan dengan PLTN.  "Itu kayaknya canggih, bagus dan akan membawa nama baik Kabupaten Bengkayang, yang berada di perbatasan. Jadi kalau orang luar negeri masuk ke Bengkayang dan melihat ada kemajuan teknologi tentu itu sangat positif," imbuhnya. 

Hal positif lainnya tentu dengan dibangunnya PLTN pasti akan mengundang investor dari luar negeri. Karena sebetulnya selama ini PLTN untuk Indonesia  masih membutuhkan investor luar negeri.

"Dengan mengundang investor luar negeri, akan banyak dampak positif nya juga. Jadi Insfratruktur pasti akan dibangun,  dan secara tidak langsung akan membangun perekonomian Kabupaten Bengkayang, karena infrastruktur yang lebih baik," tambahnya. 

Sedangkan berbicara dampak negatifnya,  Helena memaparkan, dilihat dari proses ketika PLTN mulai dibangun itu artinya, akan membuat nuklir. Untuk membuat nuklir  butuh membuat  uranium. Sedangkan untuk membuat uranium, itu melalui proses ekstraksi berkali-kali, yang mengakibatkan pada pencemaran lingkungan. 

"Jadi lingkungan kita akan tercemar, dan segala habitat ekosistem, ekologi akan menurun kualitasnya. Selain itu menurunkan kualitas kesehatan, berdampak pada kesehatan. Jujur saja, sekarang di Bengkayang ada PETI ada glondong, ada Dompeng yang memakai merkuri serta limbahnya tidak di olah dengan baik sehingga menyebabkan banyak penduduk yang sakit. Apalagi ini  nuklir itu mengandung  radioaktif," ungkapnya dengan nada khawatir.

Selain proses ekstraksi uranium yang mencemari lingkungan, pengelolahan limbah radioaktif harus di manage  dengan baik. Dan itu susah sekali. Karena untuk bisa terurai, membutuhkan waktu seratus sampai ribuan tahun, tergantung dengan komposisi nya. 

"Dan itu tidak seperti sampah sayur yang mudah membusuk, kita berhadapan dengan limbah plastik saja sudah kelualahan, apalagi ini radioaktif," ucapnya.

Kemudian antisipasi yang lainnya, bagaimana kalau terjadi human error, hal ini sesuatu yang wajib dipertimbangkan. Kerena selain kita belum memiliki pengalaman disitu, dan tidak mungkin 100 persen kita serahkan ke orang luar negeri yang berpengalaman. Jadi tentu pasti ada campur tangan kita, dan kemungkinan human error bisa terjadi. 

"Nah jika hal itu terjadi, terjadi ledakan dan kebocoran  dari radioaktif apa yang akan terjadi. Kita ingat kasus-kasus yang terjadi akibat dari bocornya radioaktif. Juga tahun 1945 Amerika menjatuhkan   bom Nuklir di Hiroshima dan Nagasaki di Jepang , apa yang terjadi, terjadinya badai api, kerusakan, bahkan sampai ratusan kilometer orang-orang dan ternak, serta tumbuhan mengalami kepunahan.  Apalagi PLTN yang baru itu menggunakan european pressurized reactor, itu akan menghasilkan limbah radioaktif yang lebih kuat dan lebih tinggi. Dan itu berpengaruh pada gen manusia, yang berakibatnya kanker," tandasnya. (narwati/nak)