Sabtu, 21 September 2019


Roda Pemerintahan Bengkayang Tetap Berjalan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 196
Roda Pemerintahan Bengkayang Tetap Berjalan

GUNAKAN ROMPI. Bupati Bengkayang Suryadman Gidot mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (4/9).

BENGKAYANG,SP - Kabag Pemerintahan, Plt. Asisten I Yohanes Atet meminta masyarakat untuk tidak menyebarluaskan Surat Pengunduran diri Suryadman Gidot sebagai Bupati Bengkayang di media sosial (medsos). Surat tersebut diakuinya memang ditulis tangan oleh Gidot di Jakarta pada tanggal 4 September kemarin.

"Surat pengunduran diri itu memang benar dituliskan oleh beliau (Bupati). Tapi saya minta,  jangan disebarluaskan secara aktif di media sosial. Karena untuk keputusan lebih lanjut menunggu dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sementara ini beliau masih proses hukum, kita tetap menunggu keputusan Kemendagri, melalui perpus dan gubernur. Oleh karena itu, surat yang beredar saat ini segera dihentikan penyebarannya. Kita fokus melaksanakan roda pemerintahan, untuk melayani publik," ujarnya usai mengikuti acara pelantikan dan pengambilan sumpah janji anggota DPRD kabupaten Bengkayang, di Kantor DPRD, Senin (9/9). 

Yohanes juga menegaskan, kasus yang sedang dijalani oleh Suryadman Gidot tidak membuat roda pemerintahan berhenti. Namun, akan terus berjalan, dan tetap melayani masyarakat seperti sedia kala. 

"Roda pemerintahan tetap berjalan seperti biasanya, pelayanan publik tetap berjalan dengan normal. Untuk mengisi kekosongan jabatan bupati, Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Kalbar sudah memberikan surat dan mandat kepada Wakil Bupati Bengkayang untuk menjalani tugas dan kewenangan sebagai Plh. Bupati Bengkayang," ujarnya.

Yohanes meminta dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Bengkayang dalam mewujudkan pelayanan pemerintah Kabupaten Bengkayang yang baik. Terkait kasus yang menjerat Bupati, ia meminta agar masyarakat tidak multitafsir sehingga dapat menimbulkan permasalahan baru. 

"Oleh karena itu, tanggapan yang negatif di media sosial agar segera dihentikan. Dan mari kita terima secara jernih permasalahan yang ada. Sehingga semua itu dapat diselesaikan melalui proses hukum," ujarnya. 

"Tolong jangan membuat suasana kurang nyaman di medsos. Bengkayang sudah aman, dari dulu aman jangan sampai surat yang beredar malam menimbulkan permasalahan, dan membuat orang emosi. Kita jangan hanya melihat sisi negatif saja, tapi juga di sisi positif," tambahnya. 

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap lima orang dalam operasi tangkap (OTT) tangan yang berlangsung di Kalbar, Selasa (3/9) kemarin. 

"Lima orang, termasuk Bupati, pejabat Pemkab lain sudah di KPK," kata juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Uang ratusan juta rupiah disita dalam OTT KPK tersebut. KPK menduga ada transaksi terkait proyek. Suryadman Gidot sendiri sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK pada 4 September 2019. (nar)

Jadikan Pembelajaran 

Sementara itu, Mantan Bupati Bengkayang pertama Jacobus Luna mengatakan, kasus yang sedang terjadi agar bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang, masyarakat Kabupaten Bengkayang. 

"Ini menjadi pelajaran bagi kita dalam berbagai hal, supaya kita tahu diri. Tidak ada yang tidak ada masalah, termasuk kita saat ini, oleh karena itu hati-hati. Dalam bekerja, pakai aturan dan norma-norma yang ada. Patuhlah itu, pasti kita aman dan selamat," ucapnya. 

Kemudian hal membangun, tokoh masyarakat ini meminta agar tidak mementingkan diri sendiri melainkan orang banyak. Tentu katanya, orang (masyarakat) pasti bertanya soal hasil pembangunan selama memimpin. 

"Orang pasti bertanya apa yang nampak, apa hasil mu? Di jaman kita (dirinya) sudah membangun kantor DPRD. Ini dibangun tahun pertama. Kalau pikir bangun kantor lagi, jangan. Masih banyak yang lain, jalan ke Suti Semarang dan Sungkung masih sulit di jangkau. Bengkayang sudah 20 tahun dan persoalan itu masih ada, kita harap nanti pemimpin yang baru lebih baik," ucapnya. (nar)