Minggu, 20 Oktober 2019


Masyarakat Bengkayang Gelar Salat Istisqa

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 69
Masyarakat Bengkayang Gelar Salat Istisqa

SALAT ISTISQA - Jemaah memadati Masjid Agung Syuhada Bengkayang untuk melaksanakan Salat Istisqa atau salat meminta hujan, Rabu (18/9). Jemaah terdiri dari Polri, TNI, Kejaksaan, tokoh agama dan masyarakat serta umat muslim yang berada di Kecamatan Bengka

BENGKAYANG ,SP- Ratusan jemaah memadati Masjid Agung Syuhada Bengkayang untuk melaksanakan Salat Istisqa atau salat meminta hujan, Rabu (18/9). Jemaah terdiri dari Polri, TNI, Kejaksaan, tokoh agama dan masyarakat serta umat muslim yang berada di Kecamatan Bengkayang.

Salat Istisqa juga diikuti oleh Wakapolres Bengkayang Kompol H. Adiono Dwi Waluyo, Pabung Dandim 1202 Singkawang Mayor Sartono, Personil TNI kompi 645 Gardatama Yuda, seluruh personil Polres Bengkayang.

Salat dipimpin oleh Fatkhan Rofiq yang dalam khutbahnya mengatakan bahwa datangnya musibah yang diberikan Allah dikarenakan dosa yang kita perbuat.

“Adapun perintah ketika kita ditimpa musibah atau bencana yaitu sabar dan salat, salat yang kita lakukan pada hari ini merupakan tuntunan dari Nabi Muhammad SAW, apabila kita kena bencana maka dengan Salat Istisqa dan istiqfar mohon ampun kepada Allah SWT," katanya.

Sementara itu, Wakapolres Bengkayang Kompol H. Adiono Dwi Waluyo mengatakan bahwa Salat Istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar atau upaya segera diturunkan hujan oleh Allah SWT untuk mengurangi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Semoga Allah segera mengabulkan doa kita sehingga hujan bisa segera turun dan kabut asap karhutla bisa berkurang dan hilang,"  ucap Kompol Adiono.

Kompol Adiono menambahkan bahwa kegiatan Salat Istisqa pada hari ini serentak dilaksanakan di polsek-polsek jajaran Polres Bengkayang dengan melibatkan TNI, pemuka agama, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat.

“Kami juga perintahkan untuk polsek jajaran melaksanakan Salat Istisqa dengan mengajak seluruh masyarakat bersama-sama memohon doa kepada Allah SWT,"  ucapnya.

Wakapolres Bengkayang juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dan menggunakan masker apabila beraktivitas di luar.

Terpisah, Salat Istisqa juga dilakukan di Mesjid Raya Rahmatullah Monterado yang dihadiri oleh personil Polsek Monterado dan puluhan masyarakat. 

Kemarau panjang yang terjadi di wilayah Kabupaten Bengkayang termasuk Kecamatan Monterado telah memberikan dampak pada masyarakat. Mulai dari kesulitan mendapatkan air bersih, rusaknya sejumlah jenis tanaman, hingga kabut asap hasil karhutla.

"Kami semua berharap hujan secukupnya segera dikaruniai oleh Allah SWT, agar kekeringan dan kabut asap yang melanda masyarakat saat ini dapat teratasi," kata Kapolsek Monterado IPTU Rismanto Ginting. (Nar)

Terserang ISPA

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar semakin meluas dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat, salah satunya bisa menyebabkan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). 

Dampak bencana kabut asap ini juga dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang yang merupakan kecamatan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia.

Plt. Kepala Puskesmas Seluas, Gimin mengatakan, beberapa pekan ini masyarakat banyak mendapatkan keluhan seputar kabut asap, diantaranya batuk, flu, dan sesak nafas. Sedikitnya 120 orang terserang ISPA, baik anak-anak maupun dewasa.
 
Sementara data yang didapat dari Puskesmas Seluas jumlah kunjungan pasien untuk penyakit ISPA meningkat dari bulan sebelumnya. Kasus ISPA pada orang dewasa berjumlah 75 kasus dan pada anak-anak berjumlah 45 kasus. 

Upaya Puskesmas Seluas untuk mencegah penyakit ISPA pun telah dilakukan dengan cara pemberian masker kepada masyarakat. Sejak dimulai pada tanggal 16 September 2019 sampai sekarang sudah dibagikan 2.000 helai masker. 

“Dan kita mengimbau untuk masyarakat yang ada di Kecamatan Seluas agar mengurangi aktivitas di luar rumah, berperilaku hidup bersih dan sehat, gunakan masker, perbanyak minum air putih, perbanyak konsumsi buah dan sayur, cuci bersih dan masak makanan dengan baik," katanya, Rabu (18/9). 

Gimin juga mengatakan, jika masyarakat ada yang mengalami kesulitan bernafas atau gangguan kesehatan lainnya, agar segera ke Puskesmas Seluas ataupun Pustu/Poskesdes.

"Kita berharap, tidak ada lagi pembakaran hutan dan lahan di musim kemarau ini dan pemerintah harus menyediakan masker untuk dibagikan secara gratis kepada semua masyarakat yang terdampak kabut asap dan menindak tegas pelaku pembakar hutan dan lahan," harap Gimin. (Nar).