Minggu, 20 Oktober 2019


Warga Usulkan Sutarmidji Jadi Nama Jalan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 132
Warga Usulkan Sutarmidji Jadi Nama Jalan

BANGUN JALAN - Seorang warga sedang melintas di Jalan Bengkayang-Suti Semarang-Serimbu di Kabupaten Bengkayang. Saat ini, proses pembangunan jalan yang menelan anggaran Rp7,7 miliar tersebut, sedang berlangsung.

BENGKAYANG,SP- Pemerintah Provinsi Kalbar kembali melanjutkan pembangunan infrastruktur Jalan Bengkayang-Suti Semarang-Serimbu di Kabupaten Bengkayang. Sebagai bentuk ucapan terima kasih, masyarakat setempat sepakat mengusulkan nama Jalan Suti Semarang menjadi Jalan Sutarmidji yang menjadi Gubernur Kalbar saat ini.

Saat ini, proses pembangunan jalan yang menelan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Kalbar tahun 2019 sebesar Rp7,7 miliar tersebut, sedang berlangsung. Berdasarkan papan pengumuman atau plank, proyek  jalan sepanjang 18 kilometer tersebut ditargetkan selesai selama 113 hari kalender.

Pembangunan jalan tersebut mendapatkan apresiasi dari masyarakat Suti Semarang. Bagaimana tidak, hal itu sudah didamba masyarakat selama bertahun-tahun. 

Sebagai bentuk ucapan syukur dan terima kasih kepada Pemprov Kalbar, masyarakat setempat sepakat mengusulkan nama Jalan Suti Semarang menjadi Jalan Sutarmidji, yang merupakan Gubernur Kalbar saat ini.

Kepala Desa Cempaka Putih yang juga merupakan Wakil Ketua Perkumpulan Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (P- ABDESI) Kabupaten Bengkayang, Komodi mengatakan, delapan desa yang ada di Kecamatan Suti Semarang sepakat menamai Jalan Suti Semarang dengan nama Sutarmidji.

"Ini bentuk ucapan terima kasih dan apresiasi kita terhadap Gubernur Kalbar Sutarmidji, jadi kita sepakat menamai Jalan Suti Semarang dengan nama Jalan Sutarmidji," ujar Komodi.

Tentu kata Komodi, jalan tersebut yang selalu didamba-dambakan oleh masyarakat. Pembukaan badan jalan dan jembatan adalah kerja nyata Gubernur Kalbar saat ini. 

"Jika ada tetesan aspal di jalan menuju Suti Semarang kami delapan desa sepakat membuat nama jalan Pak Sutarmidji. Setiap kami lewat jalan ini, kami ingat Pak Sutarmidji," ujarnya. 

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Nanga, Martinus. Ia mengatakan sangat menyambut baik dan positif atas adanya pembangunan jalan ini. Atas nama Pemerintah Desa Nanga dan masyarakat sangat berterima kasih kepada Gubernur Kalbar. 

"Terima kepada Bapak Gubernur Sutarmidji yang peduli dan melihat rakyat yang ada di Suti Semarang. Oleh sebab itu, kami juga berharap selain jalan yang akan dibangun ke depan Pemerintah juga akan memberikan listrik dan lainnya. Karena itu yang belum kita miliki," harapnya. 

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kalbar, Syarif Amin mengatakan, proses pembangunan Jalan Bengkayang-Suti Semarang-Serimbu didukung masyarakat sehingga tidak terkenda dalam hal apapun. 

"Terget 18 kilometer pembangunan Jalan Suti Semarang mencakup tiga desa, yaitu Desa Nangka, Kiung dan Muhi Bersatu," ungkapnya usai melakukan sosialisasi pembangunan jalan di Kantor Desa Nangka, kemarin. 

Lanjutnya, pembangunan Jalan Suti Semarang sudah ditangani sejak tahun 2018, karena ruas jalan Bengkayang- Suti Semarang ini berstatuskan jalan provinsi. Untuk tahun 2019, penangganan jalan tersebut dianggarkan sebesar Rp7,7 miliar.
 
"Untuk membuka akses Jalan Bengkayang-Suti Semarang, dan selanjutnya akan kita lanjutkan sampai tembus perbatasan Serimbu Kabupaten Landak. Memang kita lihat dalam penanganan Jalan Suti Semarang ini sangat memprihatikan, belum ada badan jalan dan beberapa jembatan yang akan segera kita bangun. Tahun ini kita akan buka badan jalannya, setelah itu ditimbun dengan sertu, selanjutnya kita melakukan peningkatan," ujarnya. 

Selanjutnya, pada tahun 2020 akan dibangun beberapa jempatan yang kondisinya sudah memprihatikan. Penanganan tersebut sudah disampaikan Gubernur Kalbar agar jembatan di Jalan Suti Semarang segera dibangun. 

"Kenapa ini mendapat perhatian dari gubernur, karena memang ruas Jalan Suti Semarang sangat memprihatikan. Kedua, agar dapat meningkatkan sektor-sektor ekonomi sehingga hasil bumi dapat disalurkan sampai ke pusat kabupaten atau Kota Bengkayang. Ini tugas kami untuk membuka akses jalan Suti Semarang sampai perbatasan Serimbu. Paling tidak ini dapat membantu kendaraan roda dua dulu, dan setelah itu baru kita tingkatkan untuk bisa dilalui kendaraan roda empat," pungkasnya. 

Syarif menambahkan, sosialisasi yang dilakukan di Desa Nangka disambut sangat antusias oleh masyarakat, ia belum pernah melihat antusias seperti itu dalam sosialisasi di tempat lain di Kalbar.

"Ternyata antusias masyarakat Suti luar biasa dalam mendukung pemerintah sehingga ruas jalan Bengkayang- Suti Semarang dapat dibangun. Bahkan ada beberapa lahan masyarakat yang terkena juga tidak dipermasalahkan. Artinya, masyarakat dengan sepenuh hati memberikan jiwa dan raganya untuk terwujudnya pembangunan jalan Suti Semarang," tutupnya. (nar)

Dapat Dukungan Penuh 

Sementara itu, Camat Suti Semarang Rudi Hartono berharap pembangunan jalan dan jembatan bisa berdampak baik pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menjamin pembangunan jalan mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan masyarakat bersepakat tidak akan menuntut apapun atau ganti rugi selama pembangunan berjalan.

"Sejak alih status Jalan Suti Semarang menjadi Jalan Strategis Provinsi Kalbar tahun 2017, maka secara berkelanjutan mulai tahun 2018-2019, Pemerintah Provinsi Kalbar terus memasukan pembangunan jalan ini dalam penganggaran di Dinas PUPR Kalbar. Oleh karena itu camat, seluruh kades dan masyararakat Suti Semarang memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya pada Bapak Gubernur Sutarmidji, serta mendukung sepenuhnya pembangunan ini. Besar harapan masyarakat pembangunan ini berlanjut di tahun mendatang," ucap Rudi. (nar)