Senin, 14 Oktober 2019


JPU Tuntut Hendri dan Ignasius Dihukum Mati

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 3141
JPU Tuntut Hendri dan Ignasius Dihukum Mati

Dua terdakwa kasus penyelundupan narkotika dari Malaysia Hendri alias Muhamad Idris bin M Fauzi, dan Ignasius Petrus Loli alias Arnoldus Topan anak dari Yohanes Libak, dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Bengkayang. Keduanya terbukti membawa sabu seberat 107,77 kilogram dan ekstasi sebanyak 114.699 ribu butir, dan ditangkap di Sungai Duri, Bengkayang beberapa waktu lalu.

Dalam tuntutannya, JPU menjelaskan kasus mereka bernomor perkara 91/Pid.Sus/2019/PN Bek. Ini merupakan pertama kali keduanya dihadapkan. Persidangan sebelumnya dilakukan terpisah.

“Kedua terdakwa dituntut dengan hukuman mati karena melanggar Pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 UU RI No.35 Tahun 1999 tentang Narkotika," ungkapnya JPU, Ardhi Praseryo, di ruang sidang Justisia PN Bengkayang, Senin (23/9).

Ardhi yang juga Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bengkayang ini mengatakan putusan itu didasarkan fakta persidangan dan keterangan saksi-saksi, alat bukti surat, dan alat bukti yang diperlihatkan di persidangan.

"Dan JPU menganggap tidak ada alasan pemaafan kepada kedua terdakwa tersebut sehingga dituntut mati," tegasnya.

Sejumlah hal yang memberatkan hukuman keduanya, di antaranya perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba, perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat, dan perbuatan terdakwa semakin memperluas peredaran narkotika di Kalbar.

Sementara Kuasa Hukum terdakwa, Zakarias menjelaskan akan melakukan upaya pembelaan. Dia beralasan kedua terdakwa tidak mengetahui apa yang mereka lakukan. Barang yang dibawa pun diketahui mereka sebagai akar bahar. Termasuk, ini kali pertama narkoba mereka angkut.

"Jelasnya kami akan berupaya meminta pertimbangan hakim agar terdakwa tidak dihukum mati,"tegas Zakarias.

Sidang akan berlanjut 30 September mendatang dengan agenda pembelaan atau pledoi serta replik dan duplik dari terdakwa. Usai sidang itu, baru akan dilakukan sidang pembacaan putusan.

Kepala Kejaksaan Negeri Bengkayang, Martinus Hasibuan mengatakan, baru kali ini pihaknya menjatuhkan tuntutan hukuman mati untuk kasus narkoba. Semua didasarkan pengakuan terdakwa yang telah beberapa kali melakukan perbuatan serupa dan baru kali ini terungkap.

"Perbuatan terdakwa juga telah meresahkan masyarakat secara luas, selain itu mengingat juga bahwa program pemerintah dalam upaya memberatas narkoba telah dilanggar dan perbuatan terdakwa intinya semakin memperluas peredaran narkoba di Kalimantan Barat," tutupnya.

Hendri dan Ignasius ditangkap jajaran Badan Narkotika Nasional Kalbar dan kepolisian di Pasar Sungai Duri, Bengkayang, 14 Maret 2019 silam. Keduanya kedapatan membawa 107 kilogram sabu dan 114 ribu butir ekstasi yang ditengarai diselundupkan dari Malaysia lewat jalur laut. (narwati/balasa)