Selasa, 19 November 2019


Legislator Berharap Jalan Suti Semarang Diaspal

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 86
Legislator Berharap Jalan Suti Semarang Diaspal

BANGUN JALAN. Jalan Suti Semarang-Serimbu sepanjang 18 kilometer saat ini sedang dibangun menggunakan APBD Pemprov Kalbar tahun 2019 sebesar Rp7,7 miliar.

Pemerintah Provinsi Kalbar saat ini sedang melanjutkan proses membangunan infrastruktur Jalan Bengkayang-Suti Semarang-Serimbu sepanjang 18 kilometer. Akses jalan ini diharap nantinya juga diaspal.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kalbar Dapil Bengkyang –Singkawang, Sebastianus Darwis. Selain pembangunan jalan dapat dituntaskan sesuai target, dia juga berharap pembangunan jalan tersebut bisa dilanjutkan sampai jalan menjadi beraspal.

"Aspalnya paling tidak setara dengan provinsi, masyarakat juga ikut menjaga insfratruktur yang ada, dijaga dengan baik. Tidak merusak dan menerima sebagai aset Kabupaten Bengkayang," ujarnya.

Darwis juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalbar Sutarmidji. Dia mengatakan jalan yang dibuka dapat berdampak baik terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. 

"Kita berharap jalan ini bisa menjadi ujung tombak antar dua kabupaten yaitu Kabupaten Landak dan Bengkayang karena ini jalan pararel. Jika jalannya baik tentu ekonomi masyarakat akan baik. Tingkat pembangunan manusia juga akan baik, pendidikan dan kesehatan masyarakat," ujar Darwis.

Ruas Jalan Suti Semarang dibuka pertama sejak jaman masa kepemimpinan Gubernur Kalbar sebelumnya Cornelis, dan telah diambil alih menjadi jalan provinsi pada tahun 2017. Kemudian Pemprov Kalbar melanjutkan kembali  pembangunan jalan ini sejak September 2019 menggunakan dana APBD Provinsi Kalbar sebesar Rp7,7 miliar.

Diteruskannya proyek pembangunan jalan ini juga mendapatkan apresiasi dari masyarakat Suti Semarang. Bagaimana tidak, hal itu sudah ditunggu bertahun-tahun. Sebagai bentuk ucapan syukur dan terima kasih kepada Pemprov Kalbar, masyarakat setempat sepakat mengusulkan nama Jalan Suti Semarang menjadi Jalan Sutarmidji, yang menjadi Gubernur Kalbar saat ini.

Kepala desa Cempaka Putih yang juga merupakan wakil ketua P-ABDESI Kabupaten Bengkayang Komodi mengatakan, delapan desa yang ada di Kecamatan Suti Semarang sepakat menamai Jalan Suti Semarang dengan nama Sutarmidji.

"Ini bentuk ucapan terima kasih dan apresiasi kita terhadap Gubernur Kalbar Sutarmidji, jadi kita sepakat menamai jalan Suti Semarang dengan nama Jalan Sutarmidji," ujar Komodi.

Tentu kata Komodi, jalan tersebut yang selalu didamba-dambakan oleh masyarakat. Pembukaan badan jalan dan jembatan adalah kerja nyata Gubernur Kalbar saat ini.

"Jika ada tetesan aspal di jalan menuju Suti Semarang kami delapan desa sepakat membuat nama jalan Pak Sutarmidji. Setiap kami lewat jalan ini, kami ingat Pak Sutarmidji," katanya.

Sementara itu, Camat Suti Semarang Rudi Hartono berharap pembangunan jalan dan jembatan bisa berdampak baik pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menjamin pembangunan jalan mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan masyarakat bersepakat tidak akan menuntut apapun atau ganti rugi selama pembangunan berjalan.

"Sejak alih status Jalan Suti Semarang menjadi Jalan Strategis Provinsi Kalbar tahun 2017, maka secara berkelanjutan mulai tahun 2018-2019 Pemerintah Provinsi Kalbar terus memasukan pembangunan jalan ini dalam Penganggaran di Dinas PUPR Kalbar.

Oleh karena itu, camat, seluruh Kades dan masyararakat Suti Semarang memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya pada Gubernur Sutarmidji, serta mendukung sepenuhnya pembangunan ini.

“Besar harapan masyarakat  pembangunan ini berlanjut di tahun mendatang," ucap Rudi.

Sementara Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kalbar, Syarif Amin mengatakan, proses pembangunan jalan Bengkayang-Suti Semarang-Serimbu didukung masyarakat sehingga tidak terkenda dalam hal apapun.

"Terget 18 kilometer pembangunan jalan Suti Semarang mencakup tiga desa yaitu Desa Nangka, Kiung dan Muhi Bersatu," ungkapnya.

Dikatakannya, pembangunan Jalan Suti Semarang sudah ditangani sejak tahun 2018, karena ruas jalan Bengkayang- Suti Semarang ini berstatuskan jalan provinsi. Untuk tahun 2019 penanggan jalan Bengkayang-Suti Semarang dianggarkan sebesar Rp7,7 miliar.

"Untuk membuka akses jalan Bengkayang-Suti Semarang, dan selanjutnya akan kita lanjutkan sampai tembus perbatasan Serimbu Kabupaten Landak," ujarnya.

Kemudian pada tahun 2020 akan dibangun beberapa jembatan yang kondisinya sudah memprihatinkan. Penanganan tersebut sudah disampaikan Gubernur Kalbar agar jembatan di Jalan Suti Semarang segera dibangun. (nar)