Senin, 09 Desember 2019


Ibas Kenakan Batik Khas Kabupaten Bengkayang

Editor:

Bob Soeryadi

    |     Pembaca: 186
Ibas Kenakan Batik Khas Kabupaten Bengkayang

BATIK KHAS - Pimpinan DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengenakan batik khas Kabupaten Bengkayang. IST

PONTIANAK, SP - Ada yang unik, ketika Pimpinan DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) tiba di Kota Pontianak, dalam rangka menghadiri acara Pendidikan kader Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Barat, di Hotel Mercure, Pontianak, Sabtu (16/11) kemarin.

Dalam kesempatan itu, putra dari Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mengenakan baju batik bermotif Kantung Semar dan Burung Ruai berwarna biru.

Diketahui, batik motif flora fauna tersebut, merupakan batik khas asal Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat.

Batik ini dikenal dengan nama lokal, yakni Saruwe Kalamange.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Daerah Pemilihan Bengkayang-Kota Singkawang, Neneng membenarkan, bahwa batik yang dipakai oleh Edhie Baskoro Yudhoyono merupakan batik khas Bumi Sebalo.

"Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami masyarakat Kabupaten Bengkayang," ucap Neneng.

Saruwe Kalamange sendiri, terang Neneng merupakan bahasa daerah Dayak Bakati yang notabene kaum mayoritas di Kabupaten Bengkayang.

Ketua Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat Kalbar ini, mengatakan Batik Saruwe Kalamange ini bukan hanya dipakai untuk seragam pegawai atau sekolah, tapi juga sudah digunakan pada acara pesta, formal, semi formal maupun kasual.

"Ciri khas dari batik tersebut diakuinya terletak pada corak yang digunakan," kata adik Bupati Bengkayang Suryadman Gidot ini.

Batik Saruwe Kalamange menggunakan flora endemik khas Kabupaten Bengkayang. 

Batik Saruwe Kalamange ini bermotifkan Flora dan Fauna, untuk Floranya adalah kantung semar yang merupakan tanaman khas Kalimantan, sedangkan Faunanya adalah burung Ruai.

“Burung Ruai melambangkan kegagahan suku Dayak dan bertanggungjawab terhadap anak dan keluarganya. Burung Ruai juga sangat indah dan dapat mempertahankan diri, sehingga burung Ruai dijadikan simbol penangkal dan sekaligus simbol suku Dayak,” jelas Neneng yang juga merupakan Bakal Calon Bupati Bengkayang ini.

Sedangkan kantong semar, dikatakan Neneng, bisa hidup dimana saja, dan berkelompok. Tanaman ini sangat berguna dari akar sampai kantong. Kantong semar banyak terdapat di Bumi Sebalo dan bermanfaat bagi suku Dayak, sehingga menjadi simbol desain motif Batik Saruwe Kalamange. (bob)


  •