Minggu, 08 Desember 2019


Neneng Hadiri Pembukaan Pesparani Bengkayang Tahun 2019

Editor:

Bob Soeryadi

    |     Pembaca: 190
Neneng Hadiri Pembukaan Pesparani Bengkayang Tahun 2019

FOTO BERSAMA - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Neneng foto bersama usai pembukaan acara Pesparani Katolik di Bengkayang, kemarin.

BENGKAYANG, SP -  Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik tingkat Kabupaten Bengkayang, resmi dibuka, kemarin.

Kegiatan yang mengusung tema "Membangun Persaudaraan Sejati Menuju Kabupaten Bengkayang Maju Untuk Semua" ini berlangsung dari tanggal 19 - 22 November 2019.

Pembukaan dihadiri ribuan masyarakat, yang terdiri dari peserta maupun tamu undangan, di antaranya Uskup Agung, Plt. Bupati Bengkayang, Perwakilan Bupati/ Walikota se Kalbar, Ketua LP3KD dan Forkompinda.

Satu di antara tamu yang hadir ialah Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Daerah Pemilihan Kabupaten Bengkayang - Kota Singkawang, Neneng, M,Sos.

Dalam kesempatan itu, Neneng mengucapkan selamat telah dibukanya pagelaran Pesparani Katolik Kabupaten Bengkayang Tahun 2019.

"Sesuai dengan tema yang diangkat, saya berharap paduan suara ini menjadi contoh pembinaan kerukunan umat beragama di  Bumi Sebalo," harap politisi Partai Demokrat ini.

Neneng yang juga merupakan Bakal Calon Bupati Bengkayang, mengatakan, pesta paduan suara Gerejani ini bukan lah sekadar suatu ajang perlombaan saja. Tapi merupakan event bersama, di mana pesta yang selalu mengembirakan. Sehingga diharapkan pada akhirnya semua yang terlibat dalam Pesparani itu boleh bersuka cita dan bergembira, karena nama Tuhan semakin bermulia.

"Selain itu, Pesparani ini juga membentuk paduan suara yang indah dan harmonis," kata adik Bupati Bengkayang Suryadman Gidot. 

Menurut dia, alangkah baiknya, paduan suara yang indah ini tidak hanya terhenti di sebuah panggung saja, melainkan mesti juga dibawa ke tengah kehidupan keluarga dan lingkungan masyarakat.

"Itulah yang nantinya membawa suka cita dalam kehidupan kita bermasyarakat," kata Neneng.

Di samping itu, dengan pelaksanaan Pesparani ini menyakinkan bahwa Kabupaten Bengkayang merupakan tanah yang damai dan rukun.

"Di sini tercipta kerukunan umat beragama, dengan kasih menembus perbedaan, dan prinsip dasar dari pemerintah untuk mengakomodir semuanya," katanya.

Menurut Neneng, kerukunan beragama terpatri pada semua aspek birokrasi dan kehidupan lainnya, di mana terakomodir dari semua perbedaan menjadi satu kesatuan di Kabupaten Bengkayang.

"Kegiatan Pesparani juga untuk menjaga kedamaian, dan ini menjadi satu pergerakan positif di Bumi Sebalo," tutupnya. (bob)


  •