Minggu, 19 Januari 2020


Reses Pertama Tahun 2019, Anggota DPRD Bengkayang Serap Aspirasi Masyarakat

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 92
Reses Pertama Tahun 2019, Anggota DPRD Bengkayang Serap Aspirasi Masyarakat

HASIL RESES - Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Pelaksanaan Kegiatan Reses Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang Masa Persidangan I Tahun Sidang 2019 pada Senin (2/11).

BENGKAYANG,SP – Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang sudah melakukan reses di daerah pemilihan masing-masing. Reses pertama tahun 2019 pada  23-28 November 2019 tersebut untuk bertemu langsung dan mendengarkan aspirasi masyarakat.  

Hasil reses tersebut sudah disampaikan dalam Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Pelaksanaan Kegiatan Reses Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang Masa Persidangan I Tahun Sidang 2019  pada Senin (2/11).

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Esidorus menyatakan, reses adalah masa jeda atau istirahat dari persidangan di DPRD dimana semua anggota DPRD turun ke dapil untuk melihat langsung, merasakan langsung, mendengar langsung aspirasi masyarakat.

Tentu aspirasi masyarakat yang didapatkan saat reses akan diparipurnakan dan selanjutnya disampaikan kepada eksekutif melalui Bapeda dalam bentuk pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD sesuai dengan  amanah Permendagri Nomor 86 yang akan ditampung di dalam RKPD.

"Aspirasi masyarakat yang didapatkan pada saat reses akan menjadi bahan DPRD saat melakukan rapat kerja maupun rapat dengar pendapat dengan eksekutif serta dengan pihak lainnya," ujar Esidorus, Rabu (4/12). 

Politikus PDIP ini menjelaskan, selama melakukan reses hal yang banyak disampaikan masyarakat adalah pembangunan insfrastruktur, pembangunan ekonomi, pembangunan mental dan spritual. Ia juga menyatakan, setiap dewan tentu akan memperjuangkan aspirasi masyarakat di dapilnya. 

"Sesuai dengan aspirasi masyarakat dan kebutuhan di dapil akan memperjuangkan pembangunan insfrastruktur jalan, jembatan, air bersih dan lain-lain," tegas Ketua DPC Partai PDIP Kabupaten Bengkayang ini. 

Selain itu juga kata Esidorus, yang akan diperjuangkan khususnya di dapil dimana ia terpilih ada  pembangunan ekonomi melalui sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pembangunan mental spiritual pembangunan rumah ibadah. 

Esidorus berharap semua anggota DPRD yang sudah melakukan reses dapat mengawal secara maksimal aspirasi masyarakat. 

"Semua anggota DPRD yang sudah reses mengawal secara maksimal aspirasi masyarakat. Sehingga semuanya terwujud sesuai harapan masyarakat," tutupnya. 

Butuh Listrik dan Air Bersih

Sementara itu juga, Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang Dapil 1 dari Fraksi Demokrat, Martinus Khiu dalam reses tersebut menyatakan, masyarakat di daerahnya berharap selain pembangunan infrastruktur, ada pengembangan obyek wisata Gunung Bawang di Sengkabang, serta sarana dan prasarana pertanian, termasuk listrik dan kebutuhan air bersih.

Dengan harapan masyarakat tersebut, Khiu akan memperjuangkan aspirasi masyarakat seperti kebutuhan akan peningkatan produksi pertanian, bibit jagung, padi dan karet unggul. Termasuk juga  infrastruktur desa berupa listrik dan air bersih.

"Tentu dalam reses masyarakat banyak berharap agar peningkatan produksi pertanian, infrastruktur jalan, listrik dan air bersih. Itu akan kita perjuangkan. Harapan saya, tentu reses bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan sebagai wadah untuk mendengarkan serta memperjuangkan apa yang menjadi keinginan masyarakat," tutur mantan Ketua KPU Bengkayang ini. 

Dalam kesempatan bertemu langsung dengan masyarakat tersebut, Khiu lebih banyak memotivasi masyarakat untuk memanfaatkan alam dengan maksimal dengan menggalakan pertaniaan tanaman keras untuk memanfaatkan lahan tidur. 

Ada beberapa komoditi yang sangat baik yaitu karet unggul, sawit, kemiri, kelapa dan lain-lain. Itu semua untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Korelasinya masyarakat sejahtera, kurangi pengangguran, dan kriminalitas di daerah, anak-anak muda tidak mencari kerja yang praktis seperti habiskan waktu kerja Dompeng.

Khiu turut  menyarankan agar masyarakat tidak menerima perusahaan untuk menggarap lahannya, karena pemerintah tentu sebagai bapak angkat. Hal tersebut dengan memberikan bibit unggul dan berkualitas, serta pendampingan para petani hingga sukses. (nar)