4 Perusahaan Perkebunan di Landak Dilaporkan Belum Bayar THR Natal

Bisnis

Editor sutan Dibaca : 1168

4 Perusahaan Perkebunan di Landak Dilaporkan Belum Bayar THR Natal
Ilustrasi
NGABANG, SP- Posko pengaduan pembayaran tunjangan hari raya (THR) Natal, Federasi Serikat Buruh (FSB) Kamiparho Landak menyebutkan sedikitnya ada empat perusahaan perkebunan yang belum membayarkan THR kepada sebagian karyawan.  

"Padahal sesuai dengan Permenaker No. 6 tahun 2016, THR kepada karyawan harus dibayar pada H-7 sebelum hari raya," kata Yasiduhu Zalukhu, Ketua FSB Kamiparho Landak kepada Suara Pemred.  

Ketua FSB Kamiparho menyebutkan ke empat perusahaan tersebut yaitu PT. BKP, PT. SMS, PT. MAK dan PT. BMP. Para pekerja yang belum mendapatkan THR memang tidak mau menerimanya, karena jumlahnya tidak sesuai dengan Permenaker.  

"Dan hingga kemarin PT. SMS belum membayarkan THR kepada karyawannya khusus tenaga BHL. Demikian juga di PT. BKP, sampai tadi malam (Kamis,red) saya dapat informasi kalau perusahaan belum membayarkan THR Natal kepada karyawannya," ujar pria yang biasa disapa Yusuf ini.  

Yusuf meminta Disosnakertrans Landak tidak tinggal diam. Bila perlu lakukan sidak untuk memastikan apakah perusahaan sudah membayar THR sesuai Permanaker.  

Kepala Bidang  Tenaga Kerja (Kabid Naker) Disosnakertrans Landak, Yudhi Kuswara mengaku sementara ini pihaknya belum mendapat laporan secara resmi adanya empat perusahaan yang belum menyalurkan THR Natal kepada pekerja.
 

"Nanti kita akan minta informasi dari FSB Kamiparho Landak. Setelah itu, kita akan menyurati empat perusahaan bersangkutan. Tahap awal kita akan memanggil empat perusahaan itu untuk dimintai keterangan," ujar Yudhi, singkat.  

Ketika dikonfirmasi,  HRD PT. SMS, Fredi, mengenai penyaluran THR kepada karyawannya.  "Ada apa? Saya lagi dijalan," kata Fredi, langsung memutuskan hubungan telepon.
 

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Landak, Lipinus menyayangkan adanya perusahaan perkebunan kelapa sawit yang belum membayarkan THR Natal kepada sebagian karyawannya.   "Saya harap perusahaan bisa mematuhi Permenaker tersebut," pinta legislator Partai Golkar ini," (dvi)   

Komentar