Senin, 18 November 2019


REI Kalbar Minta Pemerintah Daerah Sosialisasikan Penggunaan SIMBG

Editor:

Bob Soeryadi

    |     Pembaca: 345
REI Kalbar Minta Pemerintah Daerah Sosialisasikan Penggunaan SIMBG

Ketua DPD REI Kalbar, Muhammad Isnaini

PONTIANAK, SP - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  telah mengembangkan Sistem Informasi Bangunan Gedung (SIMBG). Sistem ini diklaim dapat membantu pemerintah kabupaten/kota dalam menyelenggarakan bangunan gedung.  

Namun fakta dilapangan menunjukan bahwa belum semua pihak paham menggunakan sistem ini. Khususnya untuk para pengembang sektor perumahan.  

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Kalbar, Muhammad Isnaini semestinya dengan SIMBG melalui sistem online ini bisa mempermudah masyarakat pemohon IMB.  

"Cuma masyarakat pemohon IMB termasuk pengembang sendiri kan belum paham bagaimana menggunakan aplikasi itu," kata Isnaini di kantor DPD REI Kalbar, Jumat (30/8).  

Karena itu, Isnaini berharap pemerintah bisa mendampingi dan mengajarkan para pengembang untuk menggunakan aplikasi SIMBG itu. Selain itu dirinya juga meminta ketika aplikasinya sudah online maka prosesnya harus benar-benar online.  

"Jangan manualnya jalan, onlinenya jalan juga, kan ribet. Mestinya yang manual-manual itu sudah lewat, ndak ada lagi, digantikan oleh sistem yang bekerja, termasuk nanti ada juga SIMBG SLF," ujarnya.  

Karena para pengembang berurusan langsung dengan Kabupaten/Kota tempat dimana para pengembang mendirikan bangunan maka  yang harus gentol melakukan sosialisasi ini menurutnya adalah Pemda setempat.  

Kendati sebenarnya hal ini sudah disosialisasikan namun, Isnaini menilai itu baru hanya sebatas garis besarnya saja, belum sampai keranah teknis.  

"Kalau untuk Pemda Kubu Raya dan Pemkot Pontianak sudah pernah (sosialisasi), hanya saja tidak sampai pada tahap teknis, hanya secara garis besar. Kita berharap  ada sampai di teknis," ucapnya.  

Isnaini mengaku mereka para pengembang tentu sudah melihat aplikasi SIMBG yang dimaksud. Termasuk membaca surat edaran Dirjen tentang tata cara menggunakan (petunjuk) aplikasi tersebut.  

"Dan itu berbeda, walaupun tidak secara keseluruhan. Di surat edaran dengan laman-laman web SIMBG itu berbeda," keluhnya.  

Isnaini berharap para pengembang tidak mengalami kesulitan dilapangan dan karenanya Ia meminta agar segala proses yang ada bisa dipermudah.  

"Tolong dipermudah para pengembang ni, karena situasi ekonomi  sedang sulit, ada perang dagang amerika-cina, situasi ekonomi global dan turunnya daya beli masyarakat. Jadi itu sangat terasa," pintanya. (nak/bob)