BNI Dibobol, Dosen Untan Pontianak pun Jadi Korban

Finance

Editor sutan Dibaca : 1259

BNI Dibobol,  Dosen Untan Pontianak pun Jadi Korban
Ilustrasi
PONTIANAK, SP -  Jumadi, Dosen Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, mengaku rekening miliknya dibobol Rp 8 juta. Jumadi kemudian langsung meminta pihak bank, memblokir rekening miliknya.

“Ini saya tahu dari SMS Banking, ada penarikan yang tidak wajar. Saya dua kali ditarik tadi malam, sekitar Rp 8 jutaan. Pada penarikan kedua saya curiga, langsung ke call center BNI dan minta rekening diblokir, untung keseluruhan bisa diamankan tapi Rp 8 juta sudah ditarik,” ceritanya.
 

Dari hasil pertemuan dengan pihak bank, kata Jumadi,  BNI bersedia bertanggungjawab, dan berjanji menyelamatkan uang nasabah. Pihak bank dengan cepat menginventarisir nasabah yang datang melapor.
 

Jumadi mengatakan, ia tidak bermaksud mendeskreditkan BNI. Tapi jadi hak nasabah untuk memberi laporan, dan BNI harus mengambil langkah-langkah sehingga bisa diantisipasi.  

“Dan untuk nasabah yang uangnya disedot agar bisa dikembalikan. Jadi, BNI harus bertanggungjawab,” ungkapnya,  yang sudah sejak tahun 1990an menjadi nasabah BNI ini.
 

Korban lainnya bernasib sama juga dialami Sugino. Dosen Untan ini mengaku, mengetahui rekeningnya dibobol saat dirinya ingin mentransfer sejumlah uang kepada anaknya untuk keperluan pembayaran.

"Begitu mau transfer, saya lihat saldo saya cuma Rp 100 ribu," tutur Sugino kesal.

Sugino pun berinisiatif menghubungi Bagian Keuangan Untan untuk mempertanyakan gajinya, apakah sudah masuk atau belum.

"Dari penjelasan Bagian Keuangan Untan, gaji saya sudah ditransfer, kemudian saya melakukan print out transaksi. Di situlah diketahui telah dilakukan penarikan melalui Cirrus ATM," kata Sugino. (bls/jek)