Rabu, 18 September 2019


Gastronomi Indonesia Hadir di Gajah Mada Avara Hotel

Editor:

Angga Haksoro

    |     Pembaca: 489
Gastronomi Indonesia Hadir di Gajah Mada Avara Hotel

Pontianak, SP - Sababay merangkul Hotel Gajahmada Avara dan Bank Mandiri untuk mengangkat cita rasa dan sejarah unik tanah air melalui Gastronomi Indonesia yang berlokasi di The Roof Café, Jumat (26/10).  

CEO Sababay Winnery, Yohan Handoyo menyebut Gastronomi Indonesia didedikasikan sebagai bentuk apresiasi dan upaya untuk mengangkat cita rasa kuliner Indonesia dan potensi produk lokal. Termasuk produk makanan lokal khas Pontianak dan Kalimantan Barat secara umum.  

Yohan Handoyo yang juga penulis buku terkenal ‘Rahasia Wine’ ini mengaku sangat bangga dengan produk-produk lokal termasuk wine Bali sebagai produk buatan Indonesia yang mendunia. Mereka terus berusaha mengangkat kehidupan petani lokal Bali melalui produk dan talent melalui inisiatif Sababay yang bertajuk # WE-Indonesia.  

“Dari awal Sababay berdiri, kami bertekad membuktikan bahwa produk Indonesia dapat bersaing dengan produk internasional,” kata Yohan dalam jumpa pers bersama awak media di The Roof Café.  

Lebih lanjut dia menjelaskan, misi dari Sababay yang sejak tahun 2013 telah mengikuti berbagai ajang kompetisi internasional dan kini Sababay sudah meraih 41 penghargaan berkelas nternasional untuk berbagai produk wine Bali.  

Sababay juga juga diberi kesempatan menyajikan Sababay pink blossom pada Cannes Film Festival tahun 2017. Selain itu, moscato d’Bali pun terpilih sebagai perwakilan wine dari Asia untuk ditampilkan di museum wine terbesar dunia La Cite du Vin, di Bordeaux, Prancis.  

Karena komitmen tersebut, menurut Yohan, Kementrian Pariwisata Indonesia mempercayakan Sababay sebagai co-branding Wonderful Indonesia dan Sababay juga sampai saat ini terus mengali potensi Indonesia di mata internasional salah satunya melalui Gastronomi.  

Sementara itu Young Chefs Ambassador for Asia, Budi Lee yang turut dihadirkan pada kesempatan tersebut menyebutkan bahwa cita rasa masakan Indonesia sudah sangat terkenal hingga manca negara. Dirinya selama ini telah banyak melakukan perjalanan ke berbagai belahan dunia untuk mengikuti berbagai kompetisi dengan sajian menu makanan khas Indonesia.  

Namun satu hal kata Budi Lee, bahwa salah satu kelemahan makanan Indonsia terletak pada penataannya yang acapkali tidak menarik walaupun sebenarnya rasa makanannya luar biasa, karena menggunakan rempah-rempah yang tumbuh di bumi Nusantara.  

“Misalnya rendang, sekilas kalau di foto rendang itu tidak menarik namun seteleh dicicipi baru ketahuan. Nah orang luar kalau cuma melihat foto mereka tidak tertarik, oleh karena itu bagaimana kita mengemas produk ini menjadi lebih menarik dari segi tampilan,” ucapnya.  

Chef Budi Lee berkomitmen akan terus berkarya dengan makanan khas Nusantara termasuk bagaimana membuat produk makanan lokal tersebut menjadi menarik.  

Hadirnya Gastronomi Indonesia di Kota Pontianak juga menurutnya akan sangat berdampak pada makanan lokal karena komitmen Gasronomi menghadirkan produk lokal yang dipadukan dengan sajian istimewa yang menarik termasuk dipadukan dengan wine Bali.  

“Disini saya rasa yang menarik itu adalah bubur pedas karena terdiri dari  beragam campuran bahan makanan. Saya berfikir bagaimana membuat bubur pedas yang enak, karena susah sebab rasa asli bubur pedas itu sendiri sudah sangat enak,” ujarnya.  

Chef Budi Lee juga mengaku salah satu kesulitan yang dialami jika mengikuti kompetisi makanan di luar negeri adalah memperoleh bahan baku untuk makanan Indonesia.  

Oleh karena itu cara terbaik menurutnya adalah dengan terus memperkenalkan makanan khas Indonesia dan membuat masyarakat luar mengenalnya. Dengan demikian kata Budi perlahan tapi pasti orang-orang juga akan mengimpor bahan baku dari Indonesia.  

“Jadi sekarang kita jangan hanya menjadi pekerja disektor perhotelan di luar negeri tapi juga mampu menjadi chef di sana. Di Korea misalnya, makanan kita seperti bakso itu sudah ada disana dan bahan baku juga tersedia, begitupun dengan beberapa makanan khas lainnya seperti nasi goreng. Nah hal-hal seperti ini yang harus kita lakukan,” tandasanya.  (nak/)