Selasa, 12 November 2019


Menjaga Asa Pencatat Peninggalan Sejarah Pontianak

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 512
Menjaga Asa Pencatat Peninggalan Sejarah Pontianak

Ahmad Sofian (IST)

PONTIANAK, SP - Kongres Nasional ke-2, Komunitas Pelestari Peninggalan Sejarah digelar di Padepokan Batara Guru, Kediri, Jawa Timir, 26-28 Oktober 2018.

Dua pegiat pelestari sejarah Kalbar juga turut hadir. Keduanya adalah Pontianak Heritage Movement dan Komunitas Wisata Sejarah (Kuwas) Pontianak 

Ahmad Sofian, seorang penulis di Pontianak Heritage Movement mengatakan, semangat kerelawanan serta kecintaan pada sejarah: tiga kata itu seolah menjadi tali pengikat, bertemu dan berkumpulnya para penggiat peninggalan sejarah seluruh Indonesia. 

Kegiatan yang sudah dilaksanakan untuk kedua kalinya ini, dihadiri lebih dari 100 orang dari berbagai komunitas pecinta – penggiat - pelestari peninggalan sejarah dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara serta lainnya.

"Mereka datang dari tempatnya masing-masing. Membawa semangat, kecintaan pada peninggalan sejarah," kata Sofian, Sabtu (27/10) malam.

Tidak hanya meluangkan waktu dari segenap aktifitas, namun juga mengeluarkan biaya dengan merogoh kocek sendiri, untuk dapat bertemu, bertukar cerita perjuangan serta menjaga asa dan semangat. 

Sesuai dengan tujuan kegiatan ini, sebagai sarana komunikasi antar komunitas pelestari peninggalan sejarah untuk bersinergi dan bertukar informasi 

"Agar perjalanan atau aktivitas yang sudah ada menjadi lebih baik lagi," ucapnya.

Di samping itu, diharap mampu menggalang seluruh komunitas menciptakan suatu gerakan berskala nasional, terkait pelestarian sumber daya sejarah dan pengembangan museum daerah. 

Mereka juga akan mempromosikan serta memperkenalkan potensi peninggalan sejarah dan museum di daerah masing-masing.

"Buku bersama yang berkaitan peninggalan sejarah masing-masing daerah komunitas juga akan segera dibuat," tuturnya. 

Kegiatan ini mengangkat tema: Pelestarian Tinggalan Sejarah Berbasis Komunitas Masyarakat. Dan tagline: Bersatu, Berkarya, Lestarikan Warisan Sejarah Nusantara.

Menurut Sofian, hadirnya dua komunitas pelestari sejarah Kalbat, untuk berbagi cerita kegiatan, usaha yang dilakukan serta perjuangan menjaga tempat, bangunan dan penginggalan bersejarah yang ada di Pontianak, serta kalbar nantinya. 

Komunitas Wisata Sejarah (Kuwas) Pontianak lahir sebagai upaya membangkitkan kesadaran, mengenalkan dan memahami sejarah lewat pendekatan dan kemasan berbeda. Konsep trip atau mengunjungi bangunan, tempat, kawasan bersejarah di Kota Pontianak jadi tema utama Kuwas Pontianak. 

Komunitas yang mewadahi orang-orang berbagai macam latar belakang, konsen keilmuan serta aktifitas. Berdiri sejak tahun 2014 .

Kuwas menggelar trip pertama dengan mengunjungi komplek Kota Kolonial, yang saat ini berada persis di depan Taman Alun Kapuas.

"Ide mulai muncul untuk mendirikan Kuwas Pontianak pertama kali diinisiasi oleh Haris Firmansyah dan kawan-kawan," ucapnya. 

Sementara itu, Pontianak Heritage Movement
merupakan suatu gerakan dalam upaya melestarikan bangunan, tempat bersejarah yang ada di Kota Pontianak.

"Pelestarian dilakukan dengan pencarian data, informasi, kajian, penulisan kreatif, kampanye, sosialisasi dan lainnya," tutup dia. (hendra anglink)