Pengungsi Eks Gafatar dari Kalbar Tembus 4.776 Jiwa

Regional

Editor sutan Dibaca : 1495

Pengungsi Eks Gafatar dari Kalbar Tembus 4.776 Jiwa
TERAKHIR- Sejumlah warga eks-Gafatar berjalan menuju KRI Teluk Penyu-513 sesaat sebelum dipulangkan ke daerah asal melalui Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalbar, Sabtu (30/1). Sebanyak 903 warga eks-Gafatar yang dibawa menuju Jakarta dengan menggunakan KRI
PONTIANAK, SP-  Pemprov Kalbar telah memulangkan pengungsi yang mengaku mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ke daerah asalnya. Hingga Sabtu (22/1), jumlah yang dipulangkan sejak Kamis (22/1) sudah  mencapai 4.776 jiwa.     Pemulangan dilakukan lewat laut dan udara.

Khusus pengungsi dari Kabupaten Ketapang dipulangkan langsung ke Kota Semarang lewat pesawat maskapai penerbangan Kalstar dan KM Darma Ferry II.   Pemulangan terakhir berjumlah 903 jiwa menggunakan KRI Teluk Penyu 513, lewat  Pelabuhan Dwikora, Kota Pontianak, tujuan Jakarta, Sabtu kemarin.

Mereka diantar ke kompleks pelabuhan oleh Kapendam XII/Tanjungpura Kolonel (Inf) Mukhlis. 
  “Ini yang terakhir,  dan kita sudah berangkatkan semua pengungsi yang selama ini ada di penampungan Bekangdam XII/Tanjungpura,“ ujar Mukhlis. 

 Mukhlis menambahkan,  memang masih ada empat orang yang tidak diberangkatkan. Namun,  keempat orang ini dibawa ke dinas sosial untuk dikembalikan ke Kota Singkawang.     Ditambahkan, sejauh ini belum ada lagi pengiriman pengungsi warga Gafatar.

Sementara 11 pentolan Gafatar yang lolos dari aksi pengrusakan pemukiman di Desa Entibar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Menpawah pada Selasa (19/1),  juga dipulangkan pada Sabtu kemarin
 

“Kalau pasti atau tidak, kami tidak bisa memastikan. Tapi yang jelas,  berdasarkan laporan sementara di sejumlah wilayah sudah tidak ada. Namun dalam hal ini tidak ada penyisiran,  tapi kami tetap melakukan pemantauan,” pungkas Mukhlis.  

Sementara Senin (1/2) itu,  ratusan warga  Mempawah dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di DPRD Kalbar di Kota Pontianak. Unjuk rasa ini sebagai dukungan penuh kepada Bupati Ria Norsan dan Gubernur Kalbar, Cornelis.
 

 “Kami tidak rela Bupati Mempawah dan Gubernur Kalimantan Barat dipojokkan berbagai pihak yang tidak tahu permasalaha  Gafatar diusir dari Kalimantan Barat dan harus dipulangkan ke daerah asal,” kata Hamzah, warga Mempawah di Pontianak, Sabtu kemarin.   

Hamzah juga menantang Komnas HAM dan Kontras untuk segera datang ke Kalbar terkait pemulangan paksa anggota Gafatar ke daerah asal. 

 Menurut Hamzah, evakuasi dan kemudian pemulangan para anggota Gafatar ini untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.       “KOMNAS HAM dan Kontras jangan hanya pandai menyerukan suara dan mencari popularitas di balik isu-isu sensitif di Kalimantan Barat.

Mestinya Komnas HAM dan Kontras lebih kritis terhadap orang hilang dengan kerusuhan di Kalbar, tahun 1997, 1999 dan di Sampit, Kalimantan Tengah tahun 2001,” kata Hamzah. (del/aju/pat)