Rabu, 20 November 2019


PT BSL Abaikan Kesepakatan dengan Paguyuban Komekar Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1663
PT BSL Abaikan  Kesepakatan dengan Paguyuban Komekar Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat

TUNJUKAN DOKUMEN - Martinus Pen, selaku pengurus Komekar Kabupaten Sekadau menunjukan bukti dokeman kesepakatan kedua belah pihak. Dokumen tersebut berisikan komitmen dari perusahaan untuk tidak melakukan aktivitas di hutan adat itu. (SUARA PEMRED / AKHMA

SEKADAU, SP – PT Bintang Sawit Lestari (BSL) melanggar kesepakatan yang dibuat bersama masyarakat melalui Paguyuban Komekar (Kobat Menak Kerabat), Kabupaten Sekadau. Kesepakatan itu terkait komitmen penghentian aktivitas perusahaan di hutan adat yang sudah dibelinya tersebut. “Padahal musyawarah yang dilakukan sepekan lalu, mereka bersedia menghentikan aktivitas penggarapan lahan pada hari Rabu hingga Minggu saja. Tapi Senin hingga saat ini mereka telah bekerja lagi menggarap lahan itu,” ujar perwakilan Komekar, Martinus Pen, Minggu (31/1).

Ia menyayangkan sikap PT BSL yang tak mengindahkan kesepakatan itu. Hutan Rimbok Ipoh dan Telinsin merupakan kawasan hutan yang saat ini sedang diperjuangkan oleh Komekar untuk dikembalikan sebagai hutan adat. Namun, sayangnya, hutan tersebut telah dijual ke pihak perusahaan yang oleh panitia penutupan hutan.

Komitmen perusahaan, menurut Pen sangat dibutuhkan agar tidak memantik tindakan di luar batas oleh warga. “Kami tetap menahan diri dan tidak akan melawan, apalagi dengan cara yang anarkis. Kami percaya pemerintah tidak akan tinggal diam dan dapat menyelesaikannya, terlebih sudah ada kesepakatan bersama,” ungkapnya.

Perjuangan ini tetap dilanjutkan, lantaran kondisi hutan adat kini semakin tergerus aktivitas perusahaan.  “Kami hanya ingin memperjuangkan hutan yang telah digarap itu menjadi hutan adat. Hal ini dilakukan untuk menjaga hutan agar tidak habis. Bisa-bisa anak cucu nantinya tidak kenal dengan isi hutan. Inilah yang ingin kami jaga agar tidak semakin punah,” pungkasnya.

Menyikapi hal itu, Yangson, Camat Sekadau Hulu dalam pesan singkatnya mengatakan, jika tidak mematuhi arahan lisan dari Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kecamatan Sekadau Hulu, maka akan memberikan tindakan tegas. “Tentu dilapangan ada resikonya bagi perusahaan,” singkatnya. Namun, dia tidak menyebutkan secara terperinci bentuk tindakan tegas yang akan diberlakukan nantinya. (akh/and)