Kejaksaan Negeri Sekadau, Kalbar Tetapkan FN, Oknum Anggota DPRD Sekadau sebagai Tersangka Korupsi Pengadaan Sertifikat Prona

Regional

Editor sutan Dibaca : 2527

Kejaksaan Negeri Sekadau, Kalbar Tetapkan FN, Oknum Anggota DPRD Sekadau sebagai Tersangka Korupsi Pengadaan Sertifikat Prona
ILUSTRASI- Sertifikat Prona. (net)
SEKADAU, SP – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sekadau  telah menetapkan oknum anggota DPRD  Sekadau, berinisial FN sebagai tersangka tindak pidana korupsi pengadaan sertifikat Program Nasional Agraria (Prona) di Desa Gonis Tekam, Kecamatan Sekadau Hilir, pada tahun 2012 – 2013 lalu.

Berdasarkan  penyelidikan Kejari, terbukti melakukan pungutan liar dalam proses penerbitan sertifikat tersebut.
“Kasus ini sudah tahap penyidikan dan juga sedang melengkapi berkas agar segera dilimpahkan,” kata Sukardi, Kepala Kejari Sekadau, akhir pekan.

Meskipun berstatus tersangka, namun pihak Kejari sampai sekarang belum menahan FN. Sukardi beralasan, pihaknya masih mendaIami perkara yang melibatkan mantan Kepala Desa Tekam pada masa itu.
“Semoga secepatnya kasus ini bisa dilimpahkan, dan kasus ini adalah bukan kerugian negara, tetapi pungutan liar dari masyarakat terhadap harga penerbitan sertifikat tanah warga yang diduga mencapai 50 – 60 juta,” tegasnya.

Perihal tipikor ini, tercatat oleh Kejari Sekadau, sesuai kelengkapan surat yang diperkuat dengan adanya Surat Panggilan Saksi (SPS) dan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (SPP) Kepala Kejaksaan Negeri Sekadau 12 Juni 2015 lalu,  yang ditanda tangani Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) atas nama Kajari Sekadau, 22 Januari 201 lalu.
FN merupakan mantan Kepala Desa Gonis Tekam yang kemudian terpilih sebagai anggota legislatif pada tahun 2014 kemarin.

Kasus pungli FN, mulai mencuat setelah mendapat aduan dari masyarakat terkait beberapa keterangan semua saksi maupun pihak BPN Sekadau. Atas dasar itu, FN ditetapkan sebagai tersangka pada Juni 2015 lalu.  

Sementara itu, FN saat dikonfirmasi mengatakan diri  tidak tahu menahu tentang kronologi tipikor pungli sertifikat Prona, hingga namanya terseret sebagai tersangka. 

“Terima kasih atas infonya. Saya tidak ada tanggapan karena saya tidak tahu,” singkat politisi PDI-P sekaligus Ketua Komisi di Kelengkapan Kantor DPRD Sekadau, melalui pesan singkatnya. (akh/and)