Rabu, 18 September 2019


Polres Kapuas Hulu Bekuk 3 Pemerkosa Anak Bawah Umur

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1766
Polres Kapuas Hulu Bekuk 3 Pemerkosa Anak Bawah Umur

PELAKU PEMERKOSA – Aparat kepolisian, berhasil menangkap serta menjebloskan tiga tersangka pemerkosaan anak bawah umur ke tahanan Mapolres Kapuas Hulu, Selasa (9/2). Berdasarkan keterangan para tersangka, sebelum beraksi bejat, mereka mencekoki korban den

PUTUSSIBAU, SP - Tiga pelaku pemerkosaan terhadap anak  bawah umur yang terjadi di Kecamatan Batang Lupar, Jumat (5/2) pekan lalu, berhasil digiring aparat ke jeruji besi.  
Ketiga pelaku masing-masing  berinisial SR, EJ dan BS diduga menjalankan aksinya di dua tempat.
 

“Kronologisnya, ketiga pelaku sempat mengajak korban minum-minuman keras. Setelah habis tiga botol dan korban mulai mabuk berat, ketiga pelaku mulai melancarkan aksi kejinya secara bergiliran,” kata Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu, Iptu Charles Berto Nikolas Karimar, Selasa (9/2).  

Menurut Kasat, sebelumnya salah seorang pelaku masih ditetapkan sebagai saksi. Akan tetapi setelah reka kejadian, polisi merubah statusnya.  "Yang satu orang temannya itu awalnya saksi, namun setelah direka ulang ditetapkanlah menjadi tersangka. Mereka itu tidak saling kenal," ujarnya.
 

Berdasarkan hasil visum, korban yang masih menyenyam pendidikan SMP itu, mengalami cedera di daerah kewanitaannya.   Kejahatan ketiga pelaku tak hanya berakhir di situ saja.

Sebab usai berlaku tak senonoh, korban sempat diturunkan di lapangan bola. Karena muncul ketakutan, mereka membawa kembali korban yang sudah tidak berdaya untuk dibawa pulang ke rumahnya.  

Keluarga korban kemudian mencurigai ada yang tidak beres dengan anaknya.  Karena takut terjadi apa-apa, akhirnya pihak keluarga melapor ke polisi.   Karena perbuatan tak manusiawi ini, ketiga pelaku,  diancam dengan Pasal 81, Undang-undang Nomor 35, Tahun 2004 juncto 286 KUHP, tentang Kekerasan dan Perlindungan anak dengan hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal lima belas tahun.  

BS satu di antara tersangka berkilah tak mengetahui apapun. Dia bisa berada di lokasi kejadian karena sebelumnya mendapatkan informasi sebuah acara.   "Kami perginya tiga laki dan empat perempuan. Saya sebenarnya mau pakai pacar saya tapi dia tidak mau. Lalu saya melihat mereka pakai si korban itu saya pun ikut juga," katanya.  

Melihat korban yang sudah mabuk berat, birahi bejatnya pun meningkat.  "Kami minum semua hanya satu orang saja cewek yang tidak minum. Korban itu kami antarkan pulang, tapi karena tak tau alamatnya, kami sempat tinggalkan di lapangan,” katanya. (sap/and)