Anak Kacab Bank Kalbar Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar Gelapkan Uang OMK untuk Main Judi On Line

Regional

Editor sutan Dibaca : 2241

Anak Kacab Bank Kalbar Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar  Gelapkan Uang OMK untuk Main Judi On Line
REKONTRUKSI- Rekonstruksi Alexander SP (24), anak Kepala Cabang Bank Kalbar Putussibau menggelapkan uang Organisasi Orang Muda Katholik (OMK), Rp 30 juta. Uang itu digunakan untuk judi online. (FOTO SUARA PEMRED/ Syapari)
Anak Kacab Bank Kalbar Gelapkan Uang  

PUTUSSIBAU, SP - Anak Kepala Cabang Bank Kalbar Putussibau, menggelapkan uang Organisasi Orang Muda Katholik (OMK) dan membuat laporan palsu ke Polres Kapuas Hulu. Uang yang digelapkan sebanyak Rp 30 juta tersebut, digunakan untuk bermain judi online.  

Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu, Iptu Charles Berto Nicholas Karimar mengatakan, tersangka Alexander Septian Triharjo (24) membuat laporan jika telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan pada Selasa (9/02), sekitar pukul 23.00 WIB terhadap dirinya di Jalan A. Dogom, Kelurahan Ilir Kantor, Kecamatan Putussibau Utara.   

Charles mengatakan, Alexander melapor ke Polres Kapuas Hulu, Rabu (10/2). Dalam laporannya, ia mengaku jika dia membuat pelaporan palsu dan menggunakan uang itu untuk judi online.   “Dia menggelapkan uang Organisasi Orang Muda Katolik sebanyak Rp 30 juta. Dimana 24 jutanya digunakan untuk judi online, dibuktikan dengan adanya transferan," katanya, Kamis (11/2).  

Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Sudarmin menambahkan, saat pihaknya mendapatkan laporan pencurian dengan kekerasan, ada kejanggalan dirasakan. Sehingga, ia memerintahkan Kasat Reskrim melakukan pengecekan.   "Dia bilang luka di bagian punggung belakang itu ditebas, bukan dibacok dari belakang. Saya perintahkan Kasat Reskrim untuk melihat, ada tidak bekas tebasan seperti yang diperkirakan,” kata Sudarmin.  

Hal itu untuk mengecek, antara laporan yang diberikan dengan sobekan yang atau tebasan yang terjadi. “Ternyata tidak sesuai antara sobekan baju dengan keterangannya," katanya.  

Kejanggalan selanjutnya, Alexander menyerahkan uang tersebut saat malam hari. Dalam rekonstruksi yang bersangkutan menyatakan kebohongan, dan tidak sesuai dengan fakta.   "Hasil pendalaman, si Pelapor ini mengakui bahwa tidak ada terjadi pencurian pada dirinya. Uang yang dilaporkan hilang itu, ternyata digunakan untuk judi online,” katanya.  

Sudarmin menyatakan, Alexander memberikan keterangan laporan palsu. Tapi polisi akan tetap memproses kasus itu. Pihaknya juga akan mendalami masalah judi online tersebut.   "Kasus ini akan terus kami tangani dan kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku," katanya.  

Pastor Konradus Hancu mengatakan, uang sebanyak Rp 30 juta tersebut, sebenarnya mau digunakan untuk membeli kursi. Uang itu sisa dari penggunaan pada saat Natal yang dikelola oleh OMK.   "Karena kursi belum datang, dia pegang uang itu. Sebelumnya, saya sudah ingatkan, uang itu jangan dibawa ke mana-mana," katanya.  

Ia tidak menyangka yang bersangkutan melakukan itu. Sebab, di mata dia, selama ini Alexander baik kepribadiannya. Juga semangat dalam setiap kegiatan.   "Uang itu tidak seberapa dibandingkan pengabdian dia. Kami tidak mempermasalahkan uang itu. Kami juga tidak minta dia untuk melaporkan ke polisi," katanya.  

Tersangka diancam dengan pasal Pasal 242 ayat (1) KUHP tentang Pelaporan Palsu dengan ancaman hukuman satu tahun enam bulan penjara, Pasal 372 dan 374 tentang Penggelapan Uang dengan pidana empat tahun penjara, dan Pasal 303 ayat (1) dan Pasal 303 ayat 1 (2) tentang Perjudian dengan penjara 5 tahun keatas.(sap/lis)