Polres Ketapang Amankan Sumardi, Tersangka Narkoba

Regional

Editor sutan Dibaca : 3937

Polres Ketapang Amankan Sumardi, Tersangka Narkoba
ILUSTRASI- Akibat Penyalahgunaan Narkoba (developerrizki.blog.widyatama.ac.id)
KETAPANG, SP- Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Ketapang, berhasil menciduk Sumardi (34) warga Desa Payak Kumang, setelah kedapatan membawa narkoba berjenis sabu, Jumat (12/2) malam.  

Kabar yang beredar, tangkapan polisi kali itu terlampau cukup besar.   “Dengar-dengar tangkapannya 18 paket sabu. Tapi saya tak tahu pasti. Yang jelas ada penangkapan,” kata YD, warga desa setempat,  Sabtu (13/2) malam

Diketahuinya, satu paket sabu bisa dikemas dalam beberapa paket ketika hendak dijual.   Menurutnya, dari kabar yang ia terima, satu paket sabu membutuhkan modal lebih dari Rp 2 Juta. Dan dapat dikemas menjadi paket-paket kecil.  

Sementara itu, pihak Polres Ketapang membenarkan, adanya penangkapan narkoba tersebut. Pelaku diciduk jajarannya, lantaran saat digeledah kedapatan membawa sabu.  
Penangkapan bermula ketika anggota Satuan Narkoba tengah memonitor areal seputar Jalan Mayjen Sutoyo, Desa Payak Kumang, Delta Pawan, Jumat (12/2) pukul 23.30 malam.

Tepat di depan Salon Ema, anggotanya melihat dua orang mencurigakan.  Dua anggota Sat Narkoba melakukan pengeledahan. Terhadap seseorang warga Ketapang, Sumardi. "Sewaktu pengeledahan badan ditemukan satu paket kristal putih diduga sabu 0,92 gram dan satu bong,” ungkap Kapolres Ketapang, AKBP Hady Poerwanto melalui Kasat Resnarkoba, AKP Joko Sarwono, Minggu (14/2).  

Polisi juga mengamankan empat buah handphone, satu dompet hitam, dua korek api dan satu gunting turut dibawa polisi ke markas besar.
Kini tersangka  sudah diamankan di Mapolres Ketapang untuk pengembangan lebih lanjut.   “Untuk kasus ini, masih akan diselidiki lebih lanjut. Tersangka akan dikenakan pasal 112 tentang narkotika dengan ancaman minimal empat tahun penjara,” tuturnya. 

Disikapi Serius 
Tokoh masyarakat Kabupaten Ketapang, Darius Ipo Elmoswat mengatakan, persoalan narkoba harus disikapi serius  semua pihak. Tidak hanya kepolisian, tapi juga pemerintah dan masyarakat. Berbagai pihak harus saling bahu-membahu mencegah terjadinya peredaran barang terlarang tersebut di Ketapang.  
“Kita bisa lihat sendiri bagaimana akibat dari narkoba. Yang mesti dipikirkan, bagaimana mencegahnya, terutama untuk anak muda. Jangan sampai kehilangan masa depan,” harapnya.  

Narkoba memang membawa dampak buruk bagi pemakainya. Tidak hanya secara pribadi, namun juga ke keluarga dan masyarakat di lingkungannya. Peredaran narkoba harus bisa dihentikan.

Tentu dengan memutus rantai distribusi dan sosialisasi kepada masyarakat luas, agar dapat turut andil dalam pencegahannya, sehingga tidak menunggu hasil dari pihak kepolisian saja.   “Semua harus berperan aktif. Ini bukan masalah satu-dua instansi. Ini masalah bersama dan harus kita sikapi bersama pula. Agar ruang geraknya semakin kecil,” ujarnya.  

Tak hanya menekankan pada pencegahan, rehabilitasi pun harus dilakukan untuk mengobati pengguna narkoba. Supaya tidak lagi mengalami ketergantungan dan bisa diterima di masyarakat. Yang tak kalah penting, para pelaku narkoba harus diberi sanksi berat untuk menimbulkan efek jera. (bls/bob)