DPRD Sintang: Jangan Ada Manipulasi Harga di Indomaret

Regional

Editor sutan Dibaca : 1637

DPRD Sintang: Jangan Ada Manipulasi Harga di Indomaret
SIDAK - Kasi Pengembangan Usaha dan Promosi Disperindag Sintang, Safruddin, memperlihatkan sampel produk tak sesuai harga, kepada karyawan di toko Indomaret Jalan S Parman, Senin (15/2). (FOTO SUARA PEMRED/ abdulkhalikurrahman)
SINTANG, SP - Anggota DPRD Komisi A Kabupaten Sintang bersama Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMTSP), serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah gerai toko modern Indomaret, Senin(15/2).

Sidak digelar, menyusul adanya keluhan warga terkait sejumlah produk berlabel harga berbeda, dengan entri struk pembayaran pada kasir toko waralaba itu.


Produk-produk itu antara lain, minuman susu L-Men, pada label harga yang dipasang di rak, seharga Rp 6.000. Sementara struk pembayaran melalui kasir berubah menjadi Rp 7.500.

Atas temuan tersebut, Ketua Komisi A DPRD Sintang, Syahroni  memperingatkan pihak manajemen Indomaret. Agar memperbaiki manajerial dagangannya, sehingga warga tidak dirugikan.

"Jangan ada manipulasi harga, Kita akan memanggil pihak yang bersangkutan. terkait dengan temuan ini," katanya.


Selain itu, dia juga meminta dinas terkait untuk mengawasi Indomaret lebih aktif. Sehingga hak konsumen tetap terjamin. "Pihak terkait lebih aktif lah untuk melakukan pengawasan,"harapnya.

Sementara Kepala Bidang Perizinan PTSP, Warnida menegaskan, pihaknya akan meninjau kembali perizinan Indomaret menyusul temuan itu. "Kita akan tinjau ulang perizinannya," katanya.

Dia pun membenarkan, terdapat sejumlah pruduk yang label harganya tak sesuai tersebut.
"Jadi, ada beberapa produk yang lebel harganya selisih dengan struk pembayaran, yang mana lebih mahal dari lebel yang dipajang," katanya.

Sementara, warga Sintang, Udin belum lama ini turut mengeluhkan ketidaksesuaian harga tersebut. 
Satu di antara karyawan Indomaret, Jalan S Parman, berkilah ketidaksesuaian harga itu lantaran adanya perubahan harga dari pusat setiap harinya.

"Setiap hari Jam 7, ada perubahan harga, yang dikirim perusahaan pusat melalui sistem on line," singkatnya yang enggan namanya disebut.


Kepala Seksi Pengembangan Usaha dan Promosi Disperindag setempat, Safruddin meminta manajemen Indomaret segera menyesuaikan harga. Sehingga tidak mengecoh konsumen.


Menurutnya, konsumen mempunyai hak untuk mengetahui kejelasan harga. Bila perlu setiap produk ditempel harga per jenisnya.

"Kami harap, pengelola Indomaret supaya menanggapi. Jika kepercayaan masyarakat berkurang tentu merugikan perusahaan nantinya," imbuhnya.

Dia menegaskan pihaknya akan mengkaji penyelesaian persoalan tersebut. Karena dianggap telah merugikan konsumen.

Selain itu, dia meminta konsumen lebih teliti. Bahkan mengkomplain jika merasa dirugikan saat berbelanja.

"Kita ingatkan, jangan sampai ada manipulasi harga. Jangan kebijakan manajemen mengorbankan konsumen. Jangan hanya berpikir menguntungkan perusahaan," pungkasnya. (abd/and)