Rabu, 18 September 2019


Pernyataan Gubernur Cornelis tentang Penolakan Gafatar di Kalbar Disampaikan ke Pusat

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1400
Pernyataan Gubernur Cornelis tentang Penolakan Gafatar di Kalbar Disampaikan ke Pusat

TANDA TANGAN – Seorang warga membubuhkan tanda tangan penolakan eks Gafatar di Taman Mempawah, Jalan GM Taufik, Kabupaten Mempawah, Senin (1/2). (DOK. SUARA PEMRED)

PONTIANAK, SP - Gubernur Kalbar, Cornelis, menolak dikembalikan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dalam bentuk transmigrasi ke wilayah Provinsi Kalbar.  

Kepala Biro Pemerintahan Umum Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Herculana Mekaryani, mengatakan, penolakan, berdasarkan hasil rapat dengan segenap lapisan masyarakat di Pontianak, Senin (15/2).  
 
“Pemerintah Provinsi Kalbar, prinsipnya tidak ingin ada benturan di masyarakat. Karena selama ini sikap penolakan datang silih berganti dari segenap elemen masyarakat di Kalbar,” kata Herculana.  

Dikatakannya, sikap penolakan tertulis dari Gubernur Kalbar, Cornelis segera disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri,Tjahjo Kumolo dan sejumlah pihak terkait di Jakarta.  

Menurutnya, tugas Pemerintah Provinsi Kalbar sekarang terus berkoordinasi dengan kabupaten dan kota, agar aset Gafatar yang ditinggalkan mengungsi dan kemudian dikembalikan ke tempat asal masing-masing.  

Ketua Dewan Adat Dayak Provinsi Kalbar, Yakobus Kumis, mengatakan penolakan Pemprov Kalbar, bisa meredam kegelisahan di kalangan masyarakat.   Ada dua hal prinsip yang dijadikan dasar penolakan terhadap komunitas Gafatar untuk dikembalikan dalam bentuk transmigrasi.  

“Sikap tertutup dan ada agenda lain yang berimplikasi makar, telah membuat kemarahan masyarakat lokal di Kalbar. Mereka mau membuat warna sendiri di daerah orang. Gafatar mesti steril dari wilayah Kalbar,” kata Yakobus. (aju/lis)