Rabu, 20 November 2019


Kepala Distrik Navigasi Pontianak: Penetapan PT PGT sebagai Pemenang Tender Menara Suar Sesuai Prosedur

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 2376
Kepala Distrik Navigasi Pontianak:  Penetapan PT PGT sebagai Pemenang Tender Menara Suar Sesuai Prosedur

Pengerjaan pembangunan menara suar (ist)

PONTIANAK, SP - Kepala Kantor Distrik Navigasi Kelas III/Pontianak, Dian Nurdiana, menegaskan, penetapan PT Pesona Global Teknologi sebagai pemenang tender pembangunan menara suar 40 meter di Tanjung Intan senilai Rp6,952 miliar, sudah sesuai prosedur.  

Hal itu dikemukakan Dian Nurdiana, Selasa (23/2), menanggapi keberatan berupa sanggahan Direktur Utama, PT Budi Bangun Konstruksi, Haryadi Zuriansyah, sebagaimana diberitakan Suara Pemred, Senin (22/2).
 

Sanggahan disampaikan Haryadi ke Kantor Distrik Navigasi Kelas III/ Pontianak Utara, Direktorat Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, dengan surat tanggal 8 Februari 2016, ditembuskan  kepada Kejaksaan Tinggi Kalimantan dan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat.  
“Sama sekali tidak ada unsur kolusi, korupsi dan nepotisme di dalamnya. Semuanya berjalan sesuai aturan yang berlaku,” kata Dian.  

Dikatakan Dian Nurdiana, beberapa hal perlu di klarifikasi, sampai sekarang kita masih belum menetapkan pemenang tender, penetapan kelak dilakukan pada 29 Februari 2016..  

Dian menambahkan, proses lelang yang dilakukan sudah memenuhi aturan, pemenang lelang yang belum ditetapkan yakni  PT Pesona Global Teknologi, memenuhi klasifikasi untuk melakukan pekerjaan.   PT Budi Bangun Konstruksi, menurut Dian, tidak lolos secara administrasi, jadi bukan pada proses teknis pelelangan.  

Terdapat dua syarat administrasi yang tidak bisa perusahaan ini penuhi, di antaranya surat pernyataan tenaga ahli bangunan dan surat pernyataan bersedia untuk mengasuransikan semua pekerja dalam asuransi tenaga kerja.  

Pernyataan Dian diperkuat Hendrikus Gunawan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Belanja Modal Kantor Distrik Navigasi Kelas III/Pontianak dan Hery Supriyadi sebagai PPK Belanja Rutin.  

“PT Pesona Global Teknologi memenuhi persyaratan secara administrasi dan layak secara profesional, jadi perusahaan inilah yang berhak mengikuti lelang dan kemudian memenangkannya,” kata Hery.  

“Sedangkan PT Budi Bangun Konstruksi sudah gugur di syarat administrasi tersebut, meskipun memberikan penawaran yang lebih murah,” tandas Hery.  

Ditambahkan Gunawan, untuk pengerjaan menara suar memang membutuhkan tenaga ahli dengan sertifikasi climbing.
  “Itu memang menjadi syarat untuk pengerjaan proyek ini, suar memerlukan tenaga ahli yang cakap dalam memanjat dan tersertifikasi,” tegas Gunawan.  

Sementara itu, terkait tudingan tentang dugaan penyimpangan pemeliharaan (dockhing) Kapal Negara (KN) Alnilam tahun 2015 senilai Rp3 miliar, Dian Nurdiana kembali menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.  

“Kapal Negara AlNilam merupakan andalan kita untuk melakukan rutinitas kerja. memberikan pelayanan prima kepada stakeholder dan harus siap dalam berbagai kondisi seperti Sail Karimata yang kelak akan segera digelar,” papar Dian.  

Dian mengungkapkan, pada saat docking di Surabaya, kapal Alnilam kembali mengalami kerusakan ketika hendak meninggalkan dok, karenanya harus dilakukan perbaikan sekali lagi.  
“Pada saat kita ingin kembali ke Kalbar, Kapal Alnilam kembali mengalami kerusakan mesin dan ternyata ada spare part yang harus diganti. Spare part ini hanya ada di luar negeri, jadi kita harus menunggu lama,” terang Dian.  

Terkait sulitnya untuk dihubungi oleh awak media Suara Pemred kemarin, Dian mengatakan saat itu memang sedang tidak ada di tempat, dan Standar Operating Prosedure (SOP) Kantor Distrik Navigasi Kelas III/Pontianak memang demikian, sesuai dengan aturan yang memang sudah ditetapkan dari Kantor Pusat.

 Akan tetapi demi memperlancar komunikasi dan interaksi dengan media, Kepala Kantor Distrik Navigasi Kelas III/Pontianak, Dian Nurdiana memberikan nomor kontak pribadi.  

Sebelumnya, dalam pemberitaan di Suara Pemred, Senin (22/2), Haryadi Zuriansyah, Direktur Utama PT Budi Bangun Konstruksi, mempertanyakan keputusan panitia menetapkan PT Pesona Global Teknologi, sebagai pemenang tender terkoreksi senilai Rp 6,7 miliar. 

PT Pesona Global Teknologi tidak memiliki sertifikat keahlian konstruksi. Hanya memiliki sertifikat keahlian  panjat tebing. Tapi kenapa PT Pesona Global Teknologi dinyatakan sebagai pemenang tender, karena memang tidak memenuhi syarat. Tapi tidak ditanggapi Kantor Navigasi Kelas III/Pontianak.  

Penetapan pemenang tender sangat tidak adil dan telah melanggar prinsip etika Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. “Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), tidak profesional dalam menetapkan persyaratan teknis,” ujar Haryadi.  

Harian Suara Pemred sudah mengajukan surat permohonan wawancara tertulis dua kali kepada Dian Nurdiana, Kepala Kantor Distrik Navigasi Kelas III/Pontianak di Jalan Khatulistiwa No. 149, tapi ditolak petugas jaga.

Suara Pemred juga sudah melakukan konfirmasi lewat pesan layanan singkat ke nomor telepon genggam, namun tidak ada jawaban.(noi/aju/lis)