Pasokan BBM pada 4 Kabupaten di Kalbar Kembali Normal

Regional

Editor sutan Dibaca : 1246

Pasokan BBM pada 4 Kabupaten di Kalbar Kembali Normal
ILUSTRASI PT PERTAMINA (www.bumn.go.id)
PONTIANAK, SP-  PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI mengatakan, pasokan BBM khusus wilayah Sintang, Sekadau, Kapuas Hulu,dan Melawi sudah kembali ke level regular atau normal.
"Sejak tanggal 21 Februari kemarin, kami berlakukan status alternatif karena terganggunya pasokan dari kapal yang tiba di TBBM Sintang. Sehingga kami mengupayakan untuk mendatangkan pasokan dari Terminal BBM Pontianak dan Jobber Sanggau untuk empat kabupaten tersebut. Per hari ini, kami pastikan sudah ke level regular," ucap Dian Hapsari, Area Manager Communication & Relations Kalimantan,  Kamis (25/2).

Empat kabupaten tersebut yaitu Sintang, Sekadau, Kapuas Hulu, dan Melawi, normalnya dipasok dari Terminal BBM Sintang dengan rata-rata penyaluran 400 – 500 KL per hari.


Dengan diberlakukannya status alternatif, mobil tangki dari Terminal BBM Pontianak dan Jobber Sanggau dikerahkan sejak 21 Februari, untuk mengantisipasi pasokan premium di empat wilayah kabupaten tersebut.
 
Rata-rata harian yang dipasok dari TBBM Pontianak berjumlah 180 KL. Pasokan dari Jobber Sanggau sendiri, sempat terkendala medan yang berat akibat hujan, sehingga aspek keselamatan tetap harus diperhatikan.

Pertamina memiliki tiga status untuk distribusi yakni regular, alternatif, dan emergensi. Level regular adalah distribusi lancar tanpa kendala, dan menggunakan cara dan jalur yang lazim untuk rute tersebut.

Sedangkan status alternatif adalah penyaluran BBM harus menggunakan rute yang berbeda dari lazimnya, untuk menyampaikan BBM kepada masyarakat di suatu kawasan, dan mungkin memerlukan waktu lebih lama dari pada regular.

Sementara level status emergensi, adalah BBM dikirim dengan cara sedemikian rupa, melewati jalur yang mungkin bukan jalur regular, dengan maksud sampai ke masyarakat secepat-cepatnya.

Kapal pemasok Premium 1000 KL sudah tiba sejak Kamis 25 Februari kemarin, dan melakukan bongkar muat di Terminal BBM Sintang. Dengan telah bersandarnya kapal ini, maka sistem distribusi dikembalikan menggunakan mobil tangki yang tersedia di Sintang, untuk memasok SPBU dan APMS yang tersebar di empat wilayah kabupaten tersebut. Hingga saat ini, sudah 384 KL disalurkan ke SPBU maupun APMS, dan akan terus mempercepat proses normalisasi.

“Sejak mendeteksi ada potensi gangguan distribusi kapal di Sintang, kami lakukan upaya-upaya penanggulangan, kami juga sadar medan daerah tersebut sangat menantang jika harus dipasok dari Pontianak,” tutup Sari. (fly/yul)