Danau Biru di Kota Singkawang Kembali Telan Korban Jiwa

Regional

Editor sutan Dibaca : 3290

Danau Biru di Kota Singkawang Kembali Telan Korban Jiwa
Danau Biru di Kota Singkawang, Kalbar (wisatasingkawang.com)
SINGKAWANG, SP - Lahan bekas galian emas ilegal di Jalan Wonosari, Singkawang Tengah atau Danau Biru perlu mendapat perhatian pemerintah. Terakhir, dilokasi tersebut  Rohandi (8) ditemukan tewas pada salah satu lubang bekas galian tambang tersebut, saat  memancing bersama orang tuanya,  Jumat (26/2).

Menurut saksi mata, saat kejadian mereka memancing dua keluarga, ia sendiri membawa serta dua anaknya. Sementara Rohandi turut memancing bersama orang tuanya. "Dia memang sudah sering mancing bang, setiap hari. Kalau saya sekali,  sekali saja mancing di sana," kata Manto kepada Suara Pemred, Minggu (28/2).

Korban Rohadi atau sering juga dipanggil dengan nama panggilan si Botak tersebut merupakan siswa kelas 1 SDN 5 Perum dan beralamat di Jalan  Veteran Sekip Baru. Manto mengungkapkan, sekitar pukul lima,  mereka sempat panik karena melihat korban saat itu tidak berada disekitar mereka. "Saya tanya ke anak saya,  si Botak  kemana,  lalu anak saya bilang dia tenggelam," ujar Manto menirukan ucapan anaknya.

Pencarian pun dilakukan, puluhan warga dari Sekip Baru terjun ke kolam bekas galian ini, sekitar usai salat Isya, korban berhasil diraih dari dasar kolam. "Kolam di sana paling tidak delapan meter, malah ada yang 20 meter dalamnya ," ujar Manto.

Ketua Front Pecinta Alam Singkawang mengakui dilokasi tersebut sudah beberapa kali merenggut korban jiwa, baik pengunjung maupun masyarakat yang memancing. "Dalam setahun kemarin,  ada lima nyawa melayang sia-sia baik dikolam utama yang dikenal dengan sebutan danau biru maupun kolam-kolam lainnya," tutur Jayadi.

Jayadi mengungkapkan pemandangan di Danau Biru memang memiliki daya tarik sendiri. Dilokasi tersebut juga banyak ditemui spot yang bagus. Di sana ada banyak pengunjung yang berbuat negatif. Polsek juga telah membuat spanduk imbauan.

Dia juga mengharapkan pemerintah bisa melakukan pemeriksaan terhadap kadar air yang ada di danau tersebut. "Bekas PETI tentu menyisakan merkuri. Apakah ikan di sana layak konsumsi," tambahnya.

Jayadi menambahkan bahwa lokasi danau biru biasanya juga digunakan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, Danau Biru juga biasa menjadi tempat pelatihan personel baik itu berupa pelatihan navigasi maupun pelatihan SAR.

Pelatihan ini tentu dilengkapi dengan peralatan memadai dan mengikuti SOP yang ada. "Rekan kita para pecinta alam juga biasa melakukan pelatihan di sana, terpenting jagalah keselamatan saat berwisata menikmati keindahan alam," tukasnya. (jee)