Gubernur Cornelis Apresiasi Desa Siaga Api PT SMART Tbk, di Kabupaten Ketapang, Kalbar

Regional

Editor sutan Dibaca : 1738

Gubernur Cornelis Apresiasi Desa Siaga Api PT SMART Tbk, di Kabupaten Ketapang, Kalbar
DISAMBUT – Kedatangan Gubernur Kalbar, Cornelis, Bupati Ketapang, Martin Rantan, CEO PT Smart, Susanto, dan jajaran Forkopinda disambut tarian adat di Kecamatan Nanga Tayap sebelum acara peluncuran Desa Siaga Api. (FOTO SUARA PEMRED)
KETAPANG, SP- Penanganan bencana kabut asap, dengan memadamkan api saat terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dianggap belum cukup menjawab tantangan untuk menuntaskan bencana kabut asap ke depan.  

Tapi, keterlibatan partisipasi aktif masyarakat, perusahaan dan pemerintah, juga pemanfaatan teknologi canggih seperti citra satelit dan drone untuk melakukan deteksi dini hotspot merupakan kunci sukses dalam program Desa Siaga Api yang diluncurkan oleh PT SMART Tbk belum lama ini sebagai realisasi atas instruksi 

Presiden Jokowi pada 18 Januari 2016 “Kita harus tangani tahun ini lebih baik, lebih sigap, lebih di pencegahan. Jangan biarkan api membesar.” Setidaknya, itulah poin mendasar program Desa Siaga Api diluncurkan PT SMART Tbk, anak perusahaan Golden-Agri Resources (GAR) pada Kamis (3/3) di PT Agrolestari Mandiri, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, sebagai pencetus program baik ini.

Bisa jadi ini menjadi jawaban dari instruksi Presiden Joko Widodo pada tanggal 18 Januari 2016 di atas, bagaimana mengingatkan kepada semua pihak agar bencana kabut asap tidak terulang di banyak daerah.

Acara pencanangan Desa Siaga Api itu sendiri dibuka Gubernur Kalbar, Cornelis;  Bupati Ketapang, Martin Rantan; CEO PT Smart Tbk wilayah Kalbar, Susanto; Kepala BPBD Kalbar, Nyarong, jajaran Forkompimda Kalbar dan Ketapang, para Kepala Desa serta warga yang menyaksikan peluncuran program perdana ini. 

“Desa Siaga Api ini merupakan program pencegahan. Kuncinya ada pada partisipasi aktif masyarakat,” tutur  CEO Sinar Mas wilayah Kalbar, Susanto, saat membuka acara.

Susanto mengatakan, kehadiran program Desa Siaga Api ini dicanangkan, tidak semata-mata kepentingan untuk perusahaan.

Program ini diyakini dapat membantu pemerintah mewujudkan Indonesia Bebas Karhutla terutama masyarakat sekitar perusahaan. Konsep Desa Siaga Api itu sendiri, sepenuhnya adalah pelibatan langsung masyarakat.

Proses kerjanya sangat sederhana sekali, tetapi membawa dampak baik yang besar bagaimana mencegah Karhutla tidak lagi terulang. Di sini, sebanyak 15 orang warga dari setiap desa akan direkrut dan diberi pelatihan oleh Manggala Agni dan Rindam, dan dibekali sarana dan prasarana pemadaman api.

Bahkan pihak perusahaan juga menyiapkan  reward bagi desa yang berhasil mencegah kebakaran sepanjang tahun 2016.


Isinya bisa berupa bantuan pembangunan infrastruktur sosial tambahan atau bantuan pendampingan teknis dari PT SMART Tbk. Semua itu berdasarkan kebutuhan masyarakat.  

Tak hanya pelatihan pemadaman, pemantauan titik api, serta menyampaikan informasi secara cepat ke tim penanggulangan juga diberikan.

Pihak perusahaan juga akan membantu melakukan participatory mapping, untuk memetakan batas desa, dan rencana penggunaan lahan sehingga lebih memudahkan monitoring dan pembagian tugas yang lebih jelas antar desa.


Gubernur Apresiasi

Apa yang dilakukan PT Smart Tbk, mendapat apresiasi Gubernur Kalbar, Cornelis. Sudah menjadi sebuah keharusan, perusahaan melakukan program pencegahan kebakaran. Menjaga lahan dari kebakaran sudah masuk dalam amanat undang-undang.

Apalagi di tengah kondisi perubahan iklim ekstrem, yang jadi perhatian semua negara.
 “Sudah jadi kewajiban perusahaan menjaga kebunnya. Perusahaan ini menjadi awal, Itu bagus. Peluncuran program Desa Siaga Api bukan sekadar seremonial, bukan persoalan main-main,” tegasnya.

Karena masalah kebakaran lahan merupakan masalah serius. Seluruh pihak mulai dari pengurus desa hingga kabupaten harus berperan aktif. “Jangan hanya menyerahkan masalah ini pada pihak kepolisian, tentara, badan penanggulangan bencana,” tuturnya.

Peran pencegahan ada di semua pihak. Sejak awal Cornelis mengatakan pada saat menandatangani  sejumlah izin perusahaan, dirinya selalu mengingatkan perusahaan untuk menyediakan embung.

Sebagai penampung air yang bisa digunakan bila terjadi kebakaran. Hal sama diharapkannya dilakukan PT Agrolestari Mandiri.
 “Pemerintah sudah melakukan pengawasan sarana prasarana pencegahan kebakaran lahan di perkebunan. Mereka sudah ada, tapi tidak selengkap di sini. Tak ada reward bagi perusahaan, karena sudah kewajiban mereka. Untuk sanksi, ada di tangan penegak hukum,” jelasnya.

Poin penting masalah ini, Cornelis mengajak semua pihak bersinergi. Bila masyarakat, perusahaan dan pemerintah bersatu, tentu akan memudahkan pencegahan terhadap kebakaran lahan di Kalbar.

“Di Kalbar jangan sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan lagi. Bapak Presiden sangat serius memperhatikan masalah ini,” tambah Cornelis.

Program Desa Siaga Api merupakan langkah awal untuk memulai bekerja keras menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.  “Harus benar-benar dijaga agar pada musim kemarau tahun ini tidak ada kejadian kebakaran lagi seperti tahun lalu,” ujarnya.

Di Kabupaten Ketapang sendiri, rencananya ada delapan desa binaan yang akan dibentuk satgas Desa Siaga ApiDesa itu meliputi Desa Sungai Kelik, Desa Siantau Raya, Desa Nanga Tayap, Desa Tajok Kayong, Desa Lembah Hijau 1, Desa Lembah Hijau 2, Desa Simpang Tiga Sembelangan dan Desa Tanjung Medan, Kecamatan Nanga Tayap, yang wilayahnya, berbatasan langsung dengan lokasi konsesi perusahaan.

Setelah itu, di Provinsi Jambi akan menyusul program serupa dengan melibatkan  sembilan desa lainnya,  pada April mendatang. Selain meluncurkan program Desa Siaga Api, di Kalbar nantinya akan disiapkan personel tanggap darurat, lebih dari 20 jenis peralatan pemadam kebakaran baru, dan sejumlah tenaga medis. (bls/loh)