WWF dan BKSDA Kalbar Identifikasi Benda Menyerupai Cula Badak

Regional

Editor sutan Dibaca : 1286

WWF dan BKSDA Kalbar Identifikasi Benda Menyerupai Cula Badak
Benda berbentuk tulang yang menyerupai Cula Badak. (FOTO SUARA PEMRED/ YOLA)
PONTIANAK, SP-  BKSDA Kalbar bersama World Wide Fund for Nature (WWF) juga akan mengidentifikasi terkait temuan benda berbentuk tulang yang menyerupai cula badak di Bandara Intenasional Supadio, Jumat (11/3) lalu.

Kepala BKSDA Kalbar Sustyo Iriyono mengungkapkan, untuk dapat memastikan benda tersebut adalah cula badak, pihaknya akan melakukan tes DNA. "Setelah disita, orangnya tidak ada, jadi kita belum tahu asal usul benda tersebut, tapi kita akan lacak melalui CCTV," ujarnya.

Selain itu pihaknya juga akan mengecek informasi data penerbangan di Bandara saat ditemukannya dugaan Cula yang telah lapuk alias buruk itu. BKSDA Kalbar lanjut dia tidak memiliki alat untuk mengecek benda tersebut.

Pihaknya menyerahkan benda itu pada WWF agar dapat diperiksa dan diteliti secara detail. "Kita serahkan ke WWF untuk tes DNA. Apakah memang ada fenomena Badak hidup di Kalbar," terangnya.

Manajer Program Kalbar WWF Indonesia, Albert Tjiu mengatakan, jika hasil tes DNA atas temuan barang tersebut memang merupakan Cula Badak, bukan tidak mungkin ada jejak Badak di Kalbar. Badak di Indonesia diketahui hanya dua jenis, yakni Badak Jawa dan Badak Sumatera.

WWF sendiri lanjutnya, pernah menemukan Badak saat melakukan survey Orangutan di Kalimantan Timur pada tahun 2013 silam, namun Badak itu ternyata Badak Sumatera. Menurutnya, populasi Badak di Kalimantan kecil dan habitatnya sangat jauh.
"Yang ada itu, Badak Jawa dan Badak Sumatera," tukasnya.

Seperti diketahui, petugas keamanan Bandara Internasional Supadio Pontianak, bersama BKSDA Kalbar sebelumnya  mengamankan sebuah tulang yang menyerupai Cula Badak. Bagian tubuh hewan dilindungi itu rencananya akan dibawa calon penumpang dari Pontianak menuju Jakarta, Jumat (11/3) pagi.


Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Konflik Tumbuhan dan Satwa Liar BKSDA Kalbar, Azmardi menjelaskan, barang berbentuk tulang yang menyerupai cula badak itu terdeteksi oleh alat X Ray, saat calon penumpang melewati pemeriksaan.

Dari kecurigaan itu, petugas kemudian melakukan pengecekan lebih lanjut dan kemudian mengamankan tulang tersebut. Namun sayangnya, pembawa barang tersebut tidak sempat diamankan petugas.

Tak hanya tulang yang diduga Cula Badak, petugas keamanan Angkasa Pura II Bandara Supadio Pontianak, juga mengamankan beberapa bagian satwa liar yang dilindungi. Antara lain, dua tanduk rusa dan satu kuku beruang pada beberapa hari sebelumnya. (yoo/ind)