Polresta Pontianak Ringkus Tersangka Penipuan Jamaah Umroh

Regional

Editor sutan Dibaca : 1939

Polresta Pontianak Ringkus Tersangka Penipuan Jamaah Umroh
YS (60) tersangka penipuan dan penggelapan biaya perjalanan umroh, perwakilan Kalbar di Mapolresta Pontianak. (SUARA PEMRED/ YODI).
PONTIANAK, SP – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak berhasil mengamankan YS (60) tersangka penipuan dan penggelapan biaya travel perjalanan umroh jamaah perwakilan Kalbar. YS yang mengaku sebagai perwakilan PT Azzahra Tour & Travel, ditangkap Satreskrim Polresta Pontianak di rumah kontrakan anaknya di Siantan, Pontianak Utara, Sabtu (26/3) lalu.

Kapolresta Pontianak, Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat menjelaskan, YS ditangkap setelah pihaknya menindaklanjuti laporan Kartinah, jamaah yang gagal berangkat ke Tanah Suci, lantaran menggunakan jasa travel perjalanan YS bernama PT Azzahra Tour & Travel.

Bahkan sebelum dilakukan penangkapan, YS telah dipanggil dua kali. Namun, YS tidak memenuhi panggilan tersebut. “Saat ini berdasarkan data di Polresta ada lima korban yang melakukan pengaduan sama. Mungkin masih ada korban lain dan kita minta untuk melapor. Sekarang kita masih menyelidiki lebih lanjut, terkait peggelapan uang itu,” ungkapnya pada para pewarta di Mapolresta Pontianak, Selasa (29/3) siang.

YS mengelabui para korban dengan menawarkan harga paket umrah lebih murah dibanding ketentuan perusahaan tersebut. Harga yang ditawarkan Rp 13,5 juta, sedangkan dari perusahaan harga paling rendah yakni Rp 17 juta. “Dia menjual Rp 13,5 juta, jadi dua orang Rp 27 juta,” katanya.

Saat Kartinah atau Pelapor menyerahkan uang Rp 27 juta untuk dua jamaah umrah, YS berjanji akan memberangkatkan calon jamaah tersebut pada 27 Januari 2015. Namun, hingga keduanya melaporkan hal tersebut ke Polresta Pontianak, keduanya tidak diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Para korban tidak diberangkatkan sejak Januari. Hasil pengakuan tersangka, baru satu tahun ini para calon jamaahnya tidak diberangkatkan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap YS, dia melakukan penipuan dan penggelapan dengan menerima uang pembayaran ibadah umroh dari para jamaah, dan uang tersebut digunakan untuk kebutuhan pribadi.
“Digunakan untuk kepentingan pribadi, tidak digunakan dengan menyetorkan agar dapat berangkat umrah,” jelasnya.

Dalam penangkapan tersebut, ditemukan beberapa barang bukti berupa slip transfer dana keberangkatan umroh dari korban YS sebesar Rp 25 juta, kwitansi pelunasan dana ibadah umroh sebesar Rp 2 juta, dan paspor atas nama korban.

Atas perbuatannya, YS dijerat Pasal 64, 63 UU No 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah serta Pasal 378 Sub 372 KUHP dengan hukuman penjara untuk UU Haji 6 tahun penjara, sedangkan KUHP 4 tahun penjara.

Sementara YS saat diwawancara para pewarta, berkilah telah melakukan penipuan dan penggelapan. Dia yang saat itu berada di tahanan Mapolresta Pontianak mengatakan, jika telah lama menjalankan Tour Travel Umrah PT Azzahra sejak tahun 2013.

Namun, gagalnya beberapa jamaah umrah yang telah setor tunai tersebut, lantaran adanya kesalahan dalam penjualan dengan hitungan dolar.   “Ada kesalahan dari 1.450 dolar, makanya kita jual jadi Rp 13,5 juta, karena mengalami kerugian itulah mereka jadi tidak berangkat. Kita menutupi keberangkatan jamaah sebelumnya,” jelasnya.

Saat ini, YS total telah mendaftar untuk berangkat umrah berjumlah 36 jamaah. Meskipun telah ditahan, dia akan berupaya memberangkatkan jamaah tersebut. “Selama ini, dari tahun 2013, sebanyak 800 orang lebih yang telah berangkat. Yang belum diberangkatkan 36. Saya tetap berusaha memberangkatkan mereka, buktinya visa telah nempel,” kilahnya.

Dia mengaku tidak mampu mengembalikan uang para calon jamaah. Namun, dia meminta para jamaah untuk sabar. Dia berjanji segera menyelesaikannya. “Saya tidak mampu kembalikan uang. Namun, untuk keberangkatan saya bisa janjikan,” tuturnya. (yoo/lis)