Oesman Sapta Prihatin Kawasan Perbatasan Pasok Listrik dari Khucing, Malaysia

Regional

Editor sutan Dibaca : 1567

Oesman Sapta Prihatin Kawasan Perbatasan Pasok Listrik dari Khucing, Malaysia
Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta Odang dan Istri, bersama Kapolda Kalbar, Brigjen Arief Sulistyanto dan Istri, dan Danlanud Supadio, Marsekal Pertama Tatang Heryansyah, saat turun dari pesawat dalam rangka kunjungan ke Kuching, Sarawak, Malaysia, Senin (4/4)
PONTIANAK, SP - Ketersediaan aliran listrik di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) masih memperihatinkan. Bahkan, untuk kebutuhan listrik di kawasan perbatasan harus di pasok dari negara tetangga yakni Kuching, Malaysia.

"Kalau pembangunan infrastruktur saya kira Pontianak sekarang sudah lebih baik. Pontianak ini terus terang, yang kasihan itu listrik. Begitu terlambat pembangunan listrik di sini," ujar Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang (OSO) sebelum terbang menuju perbatasan Indonesia-Malaysia, di Pontianak, Kalbar, Senin (4/4).

Khusus listrik, Oesman mengaku sangat prihatin. Bahkan, di perbatasan Kalbar-Kuching masyarakat Indonesia harus memasok listrik dari negeri seberang dengan harga mahal.

"Untuk pasokan listrik di perbatasan harus nyewa dari negara seberang. Negara kita kok nyewa. Kasihan penduduknya juga karena sudah pasti lebih mahal. Sementara negara tetangga bahkan kini over production energi listrik," jelas Oesman.

Oesman menjelaskan, masyarakat Kalbar sejak Indonesia dipimpin Presiden Soekarno hingga sekarang, selalu menerima apa yang diputuskan oleh pusat. Bahkan, rakyat Kalbar tidak pernah protes ke pusat.

Menurutnya, pusat yang kurang perhatian ke masyarakat Kalbar. Namun, diakuinya sejak negeri ini dipimpin oleh Joko Widodo (Jokowi), perhatian pusat kepada Kalbar sudah mulai terlihat.

"Gimana kita nggak cinta sama Jokowi, dalam setahun tiga kali mengunjungi Kalbar. Pembangunan infrastruktur sudah mulai berjalan, dan bahkan sudah ada proyek prestisius yang sudah diresmikan," paparnya.

Oesman dijadwalkan akan bertemu dengan warga negara Indonesia yang hidup di perbatasan. Selain itu, akan bertemu dengan sejumlah Menteri Malaysia di Kuching.(ant/lis)