Polda Kalbar Tipe A, Brigjen Arief Lanjut atau Pindah ?

Regional

Editor sutan Dibaca : 2462

Polda Kalbar Tipe A,  Brigjen Arief Lanjut atau Pindah ?
Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arief Sulistyanto (kanan) memperlihatkan barbuk berupa 17 paket sabu-sabu dari Serikin, Malaysia beserta dua tersangka, saat jumpa pers di Mapolda, Senin (18/4).
PONTIANAK, SP - Dukungan Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) meningkatkan status tipe A kepada instansi Polda Kalbar, di satu sisi disambut baik jajaran Polda.
Selain adanya kenaikan pangkat, dampaknya adalah adanya penambahan jumlah personel dari sebelumnya. Tapi di sisi lain, masyarakat Kalbar masih pesimis, kinerja profesional kepolisian bisa bersih, meski status tipe dinaikkan.

Sebelumnya, pada 17 Mei 2016, Menpan RB, Yuddy Chrisnandi mengirim surat kepada Kapolri, isinya tentang penguatan susunan organisasi dan tata kerja Polri. Dalam surat itu disebutkan, ada empat Polda yang diusulkan naik. Yakni, Polda Kalbar, Riau, Lampung dan Sulawesi Utara. Namun, hanya Polda Kalbar dan Sulawesi Utara yang diloloskan. 

Yuddy menyebutkan, pertimbangan status Polda Kalbar dan Sulut naik kelas tersebut, lantaran berada di daerah berbatasan NKRI, yang membutuhkan penanganan upaya keamanan secara khusus dan lebih optimal.  


Menanggapi hal itu, Kapolda Brigjen Arief Sulistyanto mengatakan, kepolisian daerah Kalbar harus siap, jika telah ditetapkan sebagai satuan kerja wilayah kepolisian bertipe A. Kendati masih terdapat sejumlah kekurangan, baik itu sarana maupun prasarana.

Tapi Jenderal bintang satu ini memastikan, akan mengoptimalkan sumber daya yang ada saat ini. “Kami harus siap (jadi tipe A). Nanti akan disusun (persiapan yang diperlukan), yang jelas kami akan optimalkan sumber daya yang ada saat ini,” ucap Arief, saat dihubungi Suara Pemred, Rabu (18/5). Arief berharap, rencana naik kelas tersebut tidak berbarengan dengan perombakan menyeluruh, terhadap pejabat-pejabat utama Polda Kalbar.

Menurutnya, pejabat yang ada saat ini, telah saling memiliki kecocokan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing.   “Yang penting jangan orang lain. Pejabat-pejabat yang (ada) saat ini kan sudah settled (red-mapan) semua, dengan peningkatan tinggal pengukuhan saja,” harapnya.

Rencana naiknya kelas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat dari tipe B menjadi tipe A telah di ambang mata, berdasarkan surat Menpan RB, nomor B/1741/M.PANRB/5/2016 kepada Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Senin (17/5).  Namun mengenai kapan proses perubahan tersebut mulai diberlakukan,

Arief mengaku masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Mabes Polri.
Arief tidak mengetahui, apakah mulai ditetapkannya Polda Kalbar sebagai tipe A, setelah atau sebelum pergantian Kapolri, Jenderal Badrodin Haiti yang akan masuk masa pensiun pada awal Juli 2016.    “Wah. Saya urusannya hanya sebatas Polda Kalbar. Untuk proses selanjutnya, tunggu dari Mabes Polri,” ucapnya.

Sementara itu, rencana naiknya kelas Polda Kalbar tersebut disambut baik sejumlah Anggota DPR RI, asal bumi khatulistiwa. Sebut saja, Anggota Fraksi Golkar, Zulfadhli. Ia mengatakan, sesungguhnya DPR sudah mengusulkan hal tersebut sejak tahun 2011. Menurutnya, sangat terlambat peningkatannya.

Namun jika rencana itu benar, dia meminta Kapolri segera merealisasikannya dalam waktu dekat. “Saya sangat mendukung peningkatan menjadi tipe A, karena merupakan kebutuhan atas posisi Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia,” katanya.

Anggota DPR RI asal Kalbar lainnya, Karolin Margret Natasa menyatakan, sudah sewajarnya peningkatan tipe tersebut. Pertimbangannya, adalah luas wilayah, pertumbuhan jumlah penduduk, dan kondisi di perbatasan.
   “Semoga (dengan naik jadi tipe A), Polda Kalbar semakin baik dalam memberikan pelayanan pada masyarakat,” tuturnya. Anggota Komisi I DPRD Kalbar, Subhan Nur menyambut baik kabar yang menyebutkan Polda Kalbar akan berganti menjadi tipe A.

Menurutnya, kabar ini sudah lama ditunggu, mengingat kondisi Kalbar di sektor hukum saat ini cukup mengkhawatirkan. “Kita ketahui beberapa kasus narkoba, sudah sangat memprihatinkan. Jadi, Polda Kalbar yang akan menjadi tipe A, ini merupakan kabar baik,” ujarnya.

Subhan mengatakan, saat berubah menjadi tipe A dan personil kepolisian ditambah, maka langkah ke depannya diharapkan Polda Kalbar lebih baik lagi dalam menjalankan tugasnya. “Seperti di wilayah perbatasan yang rawan penyelundupan, penambahan personil diharap menjadi salah satu solusi kurangnya personil yang ditempatkan di sana,” katanya.

Harapan besar lainnya, pihak kepolisian dapat menekan angka kriminal di Kalbar. Selain itu, yang perlu diperhatikan juga yakni kasus kebakaran hutan yang selama ini terjadi.
  
Harapan Warga
Naiknya status Polda Kalbar menjadi tipe A, mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat Melawi. “Memang wajar kalau Polda Kalbar dipimpin Irjen. Karena bukan semata melihat Kalbar sebagai kota besar atau apa, tapi karena Kalbar berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Malaysia,” kata Abang Damsyik, Koordinator LAKI wilayah Kalbar.

Damsyik mengungkapkan, banyak kasus masuknya narkoba dari Malaysia, keluar masuknya TKI ilegal, juga lewat pintu perbatasan Kalbar. Begitu pun masuknya barang ilegal, seperti gula, makanan minuman Malaysia, serta pakaian juga sering dari perbatasan Kalbar dan negara Malaysia.

Belum lagi persoalan jalan tikus yang jumlahnya mencapai ratusan untuk membawa berbagai barang ilegal ini di wilayah Kalbar. “Bahkan kasus Gafatar kemarin juga, banyak masuk ke wilayah Kalbar sehingga muncul konflik dengan masyarakat lokal,” katanya.

Naiknya status Polda, lanjut Damsyik diharapkan juga bisa diiringi dengan peningkatan kinerja. Tunggakan-tunggakan kasus, baik pidana umum maupun korupsi dapat lebih cepat ditangani dan diselesaikan hingga ke meja hijau. Begitu juga diharapkan jumlah personel kepolisian yang tersangkut masalah indisipliner maupun kasus hukum, jumlahnya semakin berkurang.

“Jangan ada lagi ada perwira polisi bawa sabu sampai ketangkap di Malaysia. Begitu juga, kita ingin pembinaan personel polisi berjalan lebih baik sehingga tak ada oknum-oknum berkeliaran yang justru menyusahkan masyarakat,” tegasnya.  

Damsyik juga berharap perubahan tipe pada Polda Kalbar juga diiringi dengan penambahan jumlah personel ke wilayah Polres maupun Polsek. Seperti di Melawi sampai saat ini jumlah anggota polisi yang bertugas di wilayah Polsek masih sangat kurang.

Penyuluh Agama Kecamatan Mentebah, Muhammad Yusuf mendukung Polda Kalbar berganti menjadi tipe A. Apalagi jumlah personil dengan jumlah masyarakat, serta luasnya kawasan tidak berimbang, sehingga dikhawatirkan aparat kepolisian bekerja tidak secara maksimal dengan keterbatasan yang ada.  

"Kalbar ini perlu mendapat perhatian serius, jangan sampai sudah banyak kasus yang terjadi, baru mencarikan solusinya. Langkah pencegahan harus lebih diutamakan, agar tindakan kriminal yang melawan hukum tidak berkembang," katanya.  

Ia berharap dalam perekrutan anggota kepolisian, hendaknya lebih memprioritaskan putra-putri terbaik Kalbar, mengingat mereka merupakan orang lokal yang memiliki keterpanggilan jiwa untuk bersama-sama pemerintah membangun Kalbar.  

Dikatakannya, dalam melakukan penanganan terhadap kasus yang terjadi hendaknya aparat kepolisian harus secara profesional dan bersandarkan pada ketentuan hukum yang ada.

"Jika ada oknum yang coba-coba menyalahgunakan jabatan, jangan ada toleransi harus ditindak tegas, lebih baik membuang satu untuk menyelamatkan seribu, daripada mempertahankan satu namun menghancur nama berjuta-juta," katanya.(umr/
ang/sap/eko/lis)