Senin, 23 September 2019


Puluhan Tenaga Medis RSUD Sanggau Unjuk Rasa

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1358
Puluhan Tenaga Medis RSUD Sanggau Unjuk Rasa

Suasana unjuk rasa di halaman RSUD Sanggau, Selasa (24/5). (SUARA PEMRED/ saiful fuat)

SANGGAU, SP – Puluhan tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanggau, berunjuk rasa di depan halaman rumah sakit tersebut, guna menuntut kejelasan honor jasa medis yang sudah lima bulan tak kunjung dibayarkan oleh pihak rumah sakit.

Aksi massa yang terdiri dari dokter, perawat dan sejumlah karyawan itu, dikawal ketat oleh sejumlah Satuan Pengaman (Satpam) RSUD dan personel Kepolisian Resort (Polres) Sanggau, Selasa (24/5). "Mulai Januari belum dicairkan. Kalau sistem BPJS, pembayaran paling tidak bulan Maret. Jumlahnya saya tidak tahu tergantung pasien,” ujar koordinator aksi, dr Horas Nainggolan.

Akibat keterlambatan pembayaran ini, menurut Horas, yang merupakan dokter umum ini membuatnya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. “Dampaknya kemana-mana. Karena kita sudah melaksanakan kewajiban kita dan semua orang inikan punya keluarga, untuk bayar makan, sekolah anak dan lain-lain,” bebernya.

Horas menuding kejadian ini terkesan sengaja dibiarkan oleh manajemen rumah sakit. Karena sebelumnya sudah pernah dibahas. “Kesannya memang seperti pembiaran, karena memang kita melakukan aksi ini bukan tiba-tiba, karena kita sudah tanya baik-baik soal hak kita,” akunya.

Meskipun demikian, aksi protes para karyawan RSUD tersebut, dipastikannya tidak mengganggu pelayanan pasien.  “Jadi kita tetap fokus kerja juga untuk merawat pasien, karena masih ada petugas-petugas kita yang mewakili di setiap ruangan, jadi tidak semuanya ikut aksi ini,” ujarnya.

Sementara itu, menanggapi aksi ini, anggota Dewan Pengawas RSUD Sanggau, Yohanes Andriyus Wijaya berharap semua pihak dapat mengambil hikmah atas kejadian tersebut, untuk dijadikan sebagai masukan. "Guna merubah pengelolaan RSUD yang sudah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) penuh ke arah yang lebih baik lagi," tuturnya.

Dia tak menampik, jika kemajuan tata kelola pelayanan RSUD masih belum berjalan sesuai yang diharapkan. "Oleh karena itu, saya meminta kepada manajemen agar menjadikan peristiwa ini sebagai momentum berbenah, tumbuh dan berkembang seperti yang diharapkan,” ujarnya.

Dia sekaligus meminta pihak manajemen memperbaiki kekurangan. “Apalagi kalau bicara jasa medis, kalau memang sudah waktunya, jangan lagi ditunda-tunda,” pungkasnya.
 

Terjadi Berulang Kali

Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot mengaku penundaan pembayaran jasa medis oleh pihak manajemen RSUD sudah terjadi berulang kali.  “Dulu pernah seperti itu, yang dokternya tidak dibayar sekian bulan sekian juta," ujarnya ditemui usai menghadiri sidang paripurna di DPRD Sanggau, Selasa (24/5).

Mestinya, di saat persoalan seperti ini muncul, menurutnya pihak manajemen saharusnya segera melapor ke pimpinan. "Mungkin ke bupati sudah pernah dilaporkan, tapi saya belum pernah, sama saja ke bupati atau ke saya, karena saya juga nanti akan lapor ke bupati,” bebernya.

Ontot sangat menyayangkan kejadian yang untuk kesekian kalinya ini. Bahkan berujung pada aksi unjuk rasa oleh internal rumah sakit sendiri. “Semestinya jangan terulang berkali-kali pembayaran jasa medis itu, karena itu yang diharapkan mereka sebenarnya. Kalau bisa sedikit pun, diberikan dulu,” pungkasnya. (pul/and)