Masyarakat Dambakan Kapuas Hulu Bebas Maksiat

Regional

Editor sutan Dibaca : 1296

Masyarakat Dambakan  Kapuas Hulu Bebas Maksiat
ILUSTRASI- Petugas Segel Tempat Mesum di Padang (news.okezone.com)
PUTUSSIBAU, SP-  Berbagai kalangan di Kabupaten Kapuas Hulu mendesak aparat terkait supaya membersihkan wilayah tersebut dari berbagai aksi maksiat dan penyakit masyarakat selama Bulan Suci Ramadan 1437 H.  

Camat Putussibau Selatan Iwan Setiawan, Senin (6/6),  misalnya, juga meminta kalangan pengusaha tempat hiburan malam (THM), rumah makan,  dan rumah indekos menghargai umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.
 

Disarankan supaya seluruh THM, penginapan,  dan rumah indekos dirazia setiap malam selama Ramadan.
"Kita minta semua pihak menghormati Ramdan. Jadi, aparat kemanan harus menertibkan tempat hiburan malam, kos,  dan penginapan,"katanya.  

Dengan razia rutin tersebut  maka diharapkan ketertiban dan keamanan dapat selalu terjaga. Razia ini juga dapat mencegah kelompok-kelompok tertentu untuk melakukan razia sepihak. 
  “Kita juga tidak ingin masyarakat atau kelompok tertentu sampai melakukan razia sendiri yang jelas tidak sesuai prosedur," tegas Iwan.  

Razia yang harus melibatkan unsur kepolisian itu juga disarankan dilakukan pula di bangunan-bangunan pemerintah yang tidak lagi digunakan. "Di situ sering jadi tempat kumpul anak muda. Padahal, bulan suci ini adalah momen yang tepat untuk meningkatkan keimanan, mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jadi, manfaatkanlah untuk hal-hal yang baik,"tambahnya.  

Senada itu,  Kepala Kantor Kemenag Kapuas Hulu Darohman mengharapkan pemilik rumah makan dapat menghargai umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.
 

Menurut Darohman,  dirinya bukan menyuruh pemilik rumah makan untuk menutup usahanya melainkan pandai-pandai saja jika membuka rumah makannya.
  "Bukan menyuruh mereka menutup usaha makannya, tetapi bagaimana cara mengemas usahanya supaya tidak terbuka,"katanya.  

Darohman menilai, alangkah bagus jika warga muslim pemilik rumah makan memiliki kesadaran sendiri untuk menutup usahanya untuk sementara waktu.    "Begitu juga dengan tempat hiburan. Semua ini dilakukan demi terjalinnya kerukunan antarumat beragama,"katanya  

Pihaknya pun sangat mendukung jika pemerintah melakukan penertiban pada usaha rumah makan dan tempat hiburan agar umat muslim konsen ibadahnya.  "Kami hanya bisa berharap saja,  karena yang memiliki kewenangan itu kan pemerintah," terangnya
 

Sementara itu, Leni, warga  Putussibau menyarankan agar Dinas Kesehatan Kapuas Hulu mengecek makanan dan minuman yang dijual di pasar. Ini agar pembeli yang membeli makanan dan minuman untuk berbuka puasa terjamin keamanannya ketika  mengkonsumsi barang yang dibeli tersebut.
  "Jangan sampai barang yang dijual untuk orang buka puasa itu, barang berpengawet, tidak higienis dan mengandung penyakit,"katanya. (sap/pat)