Kamis, 14 November 2019


Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta dan Said Aqil Bicara NKRI

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1305
Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta dan Said Aqil Bicara  NKRI

Pengurus Cabang NU Kota Pontianak dan MPR RI, menyelenggarakan seminar Nasional bertema Islam Nusantara dan Sosialisasi Empat Pilar di Gedung Syeikh Abdurrani Mahmud, Kampus IAIN Pontianak, Selasa (14/6) pagi.(yodi rismana/suara pemred)

PONTIANAK, SP - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Pontianak bekerjasama dengan MPR RI, menyelenggarakan seminar Nasional bertema Islam Nusantara untuk Keutuhan NKRI dan Sosialisasi Empat Pilar di Gedung Syeikh Abdurrani Mahmud, Kampus IAIN Pontianak, Selasa (14/6) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang (OSO) yang juga sebagai salah satu anggota DPD RI asal Kalbar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Anggota MRP RI Bachtiar Ali, Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Rektor IAIN Pontianak Hamka Siregar, Sekda yang juga Ketua PW NU Kalbar M Zeet Hamdy Assovie dan sejumlah alim ulama serta ratusan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, OSO menyatakan bahwa Islam Nusantara itu bukanlah suatu aliran, melainkan cara pandang beragama dalam konteks Nusantara. Menurutnya, Islam tidak ada yang berbeda, namun jangan sampai dengan adanya Islam Nusantara, malah dianggap kelompok baru dalam Islam.

OSO mengatakan, adalah kalangan nahdliyin di antaranya KH Said Aqil Siradj yang melestarikan cara beragama yang sebetulnya mengejawantahkan nilai-nillai dari Islam rahmatan lil ‘alamin atau menusantarakan Islam.
“Saya tahu dia (KH Said) tidak henti-hentinya membicarakan Islam Nusantara,” katanya.

Di akhir sambutannya, OSO berpesan kepada PC NU Kota Pontianak. Dalam hal keorganisasian, PC NU mesti melakukan lima hal dalam rumah tangga organisasi. “Lakukan 5 S, yaitu Strategi, Struktur, Skill, Sistem, Speed and Target. Setiap organisasi harus memiliki strategi pengembangan, mempunyai struktur yang bagus, keahlian masing-masing anggotanya, sistem yang baik, dan tidak lupa target, apakah ingin dicapai secara cepat atau lambat,” jelasnya dan selanjutnya OSO didaulat membuka acara seminar yang dirangkai dengan pelantikan pengurus.

Said Aqil Siradj mengatakan, istilah Islam Nusantara sebetulnya merujuk pada fakta sejarah penyebaran Islam di wilayah Nusantara. Penyebaran itu menggunakan pendekatan budaya yang tidak dengan doktrin kaku apalagi keras.
“Wali-wali atau dan ulama kita berhasil menyebarkan Islam ke seluruh Nusantara tanpa kekerasan. Ini menunjukkan bahwa Islam itu beradab, dan bermartabat,” jelasnya.

Lebih lanjut Said Aqil Siradj menjelaskan, Islam Nusantara yakni Islam yang tidak memusuhi tradisi, Islam yang tidak menghapus budaya, dan Islam yang tidak menafikan atau menghilangkan kultur.
“Islam Nusantara adalah Islam yang mensinergikan nilai-nilai universal bersifat teologis dari Tuhan yang ilahiah dengan kultur budaya tradisi yang bersifat kreativitas manusia,” paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Sutarmidji mengatakan, berbicara Islam Nusantara maka tidak lepas dengan kemajemukan. Di Kota Pontianak, kemajemukan itu terlihat dari masyarakatnya yang heterogen dan pemeluk agama yang bermacam-macam. “Bagi Kota Pontianak (seminar seperti ini) sangat penting. Kenapa? Karena masyarakat di Kota Pontianak itu heterogen. Begitu pula dengan agama yang ada,” katanya.

Meski masyarakatnya heterogen dan penganut agama yang berbeda-beda, lanjut Sutarmidji, hingga saat ini Kota Pontianak dikenal sebagai salah satu kota di Indonesia dengan tingkat kerukunan keberagamaan yang tinggi. “Sampai hari ini, kerukunan keberagamaan sangat baik di Pontianak,”

Sementara itu Ketua PC NU Kota Pontianak, Ahmad Faruki mengaku berterima kasih kepada seganap pihak yang telah mendukung acara tersebut.

Apalagi, katanya, kehadiran anggota DPD RI asal Kalbar yang juga Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang, adalah sesuatu penghargaan terbesar baginya. “Saya sangat berterima kasih kepada bapak OSO yang berkenan hadir di acara seminar ini. Bagi orang seperti OSO, tentu sulit membagi waktu datang ke daerah-daerah, apalagi saya meminta kepada beliau itu tidak lama sebelum hari H,” ungkapnya.

“Beliau itu tokoh Kalbar yang sangat dihormati, dan satu-satunya tokoh di Kalbar ini yang seperti beliau. Semoga kedepan akan ada OSO-OSO baru,” tambahnya.

Di kesempatan itu pula, Faruki juga menyampaikan bahwa pada sore harinya akan digelar pelantikan PC NU Kota Pontianak yang diketuainya. Pengurus dilantik langsung oleh Ketua Umum PB NU KH Said Aqil Siradj. “Pelantikan sekaligus berbuka puasa bersama diadakan di Pondok Pesantren Al-Asy’ariyah, Parwasal, Pontianak Utara,” tuturnya. (umr/lis)