65 PNS Pejabat Eselon Pemkab Kapuas Hulu Batal Alih Jabatan

Regional

Editor sutan Dibaca : 2168

65 PNS Pejabat Eselon Pemkab  Kapuas Hulu Batal  Alih Jabatan
Suasana pengambilan SK 65 PNS di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu. (Suara Pemred/Syapari)
PUTUSSIBAU, SP – Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir mengembalikan mutasi dan pengangkatan jabatan 65 pejabat di lingkungan Sekretariat  Daerah (Setda), yang dilantik pada masa Penjabat (Pj) Bupati Marius Marcellus 2015 lalu.   Pelantikan 65 pejabat struktural waktu itu terdiri dari Eselon II, III dan IV dengan rinciannya sebanyak 15 pejabat Eselon II, 24 Eselon III dan 26 pejabat Eselon IV.  

Nasir menerangkan, pengembalian mutasi dan pelantikan pejabat tersebut telah melalui berbagai pertimbangan hukum. Serta telah memikirkan dampak yang akan terjadi setelah pengembalian tersebut.   "Mutasi dan pengangkatan pejabat yang dilakukan itu mempengaruhi produktifitas dan kerja para PNS dan Kepala SKPD yang ada," katanya, dalam kegiatan Pembinaan Pejabat Struktural, Jumat (24/6).  

Dia mengklaim tindakannya tersebut tidak berunsur politik. Semua dilakukannya dalam upaya penyelamatan karir demi kemajuan daerah.   "Untuk pengangkatan pejabat ke depannnya, berdasarkan penilaian kinerja yang bersangkutan bukan karena unsur politik, kami tetap mengedepankan profesionalitas," ujarnya.  

Dia mengimbau, seluruh PNS agar bersama-sama memperbaiki tekad serta cara kerja dan berfikir yang lebih baik guna membangun Kapuas Hulu. Sehingga, tidak ada perpecahan akibat urusan politik.   "Selama ini mungkin cara berfikir kita, yang masih melihat sesuatu demi kepentingan kelompok tertentu, sekarang cara berfikir seperti itu dihilangkan," tegasnya.  

Penataan PNS ini menurutnya, juga sekaligus sebagai upaya untuk memotivasi aparatur daerah dalam menjalankan tugas dan tupoksinya masing-masing.   "PR terbesar kita, yakni meluruskan penataan pejabat struktural yang sebelumnya dilakukan mutasi dan ditanggapi negatif oleh berbagai pihak," urainya.  

Nasir menegaskan, jika hal ini tidak segera diberlakukan, maka yang merugi adalah para PNS itu sendiri. Terlebih terhadap karir mereka ke depannya. Pasalnya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) sudah memiliki daftar nama-nama yang tidak akan diproses untuk kenaikan pangkat.  

"Ini Bukan pembatalan kalau pembatalan itu harus mengganti kerugian negara, tapi syukurnya ini hanya pengembalian sehingga tidak menimbulkan kerugian negara, untuk pejabat Eselon II, III, IV untuk berfikir secara jernih. Karena pengembalian ini tidak terlepas dari persoalan hukum dan aturan," terangnya.  

Di sisi lain, terkait jabatan strategis di daerahnya, menurut Nasir dia juga tidak mengisinya dengan para pendukungnya.   "Kami minta PNS yang sudah dikembalikan ini, agar menjalakan tugas dan tanggung jawabnya pada jabatan semula yang telah diamanahkan. Hal ini sebagai upaya mendukung arah dan kebijakan bupati terpilih, setiap Kepala SKPD juga harus meyampaikan data yang akurat," terangnya.  

Sementara itu, Sekda setempat, Muhammad Sukri mengatakan pengembalian yang dilakukan bupati tersebut bukan unsur politis. Namun sebagai langkah penyelematan terhadap para PNS yang berkaitan dengan kepangkatan mereka.   "Pengembalian ini sudah sesuai dengan ketentuan aturaan hukum yang ada, sehingga di bulan yang baik ini mari kita berlapang dada dan mengikhlaskan semua dan mari bersatu membangun daerah,” ujarnya.

Harus Taat
 

Sementara, seorang pejabat yang dimutasi, Kabid Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menjadi Sekretaris Camat Kecamatan Putussibau Utara, Edi mengatakan PNS terikat pada aturan.   Sehingga apapun keputusan pimpinan yang bersandarkan kepada ketentuan perundang-undangan semua PNS harus mentaatinya.  

"Langkah bupati ini tepat demi menyelamatkan kepangkatan para PNS ini, pada intinya ditempatkan di mana pun kami selalu siap," ujarnya.  

Kadis Perikanan yang kemudian dimutasi ke Kadis Ketenaga Kerjaan, Transmigrasi dan Sosial, Roni Jaunuardi mengatakan, apapun yang menjadi keputusan bupati, bersandar pada aturan yang ada, semua PNS wajib mengikutinya. "Kami PNS inikan selalu siap ditempatkan di mana pun dan kapan pun," ujarnya. (sap/and/sut)