Kapolda Kalbar Ingatkan Ormas Tidak Razia Kalender

Regional

Editor sutan Dibaca : 1425

Kapolda Kalbar Ingatkan Ormas Tidak Razia Kalender
Kapolda Kalimantan Barat Brigjen Pol Musyafak (beritalima.com)
PONTIANAK, SP - Kapolda Kalimantan Barat Brigjen Pol Musyafak, Senin (11/7), mengingatkan   ormas tertentu di Kota Singkawang untuk tidak merazia kalender bersimbol palu arit yang merebak belakangan ini.
Menurut Musyafak, jika sempat terjadi aksi razia dan terjadi bentrok dengan masyarakat, maka pihaknya tak segan-segan menangkap pelaku keributan. 

"Kalau sampai (ormas) melakukan razia terus terjadi bentrokan, berarti saudara yang akan saya tangkap. Itu yang saya sampaikan kepada mereka," kata Musyafak di Mapolda Kalbar.   

Dalam beberapa hari terakhir, mantan Kapolda Jambi tersebut  diketahui berkeliling Kalbar, umtuk memantau keamanan selama perayaan Idulfitri.

Menurut Musyafak, razia yang dilakukan oleh bukan pihak yang berwenang bakal dapat mengakibatkan terganggunya keamanan yang berujung pada kerugian masyarakat.  

Musyafak menambahkan, pihak kepolisian tentunya tidak akan tinggal diam terkait razia yang dilakukan ormas tertentu. Dan sikap untuk mengambil tindakan itu juga sudah diperintahkan secara tegas kepada Kapolres Singkawang serta pejabat utama terkait di Mapolda Kalbar.

"Lebaran kemarin sudah saya sampaikan seperti itu. Saya tidak ingin nanti dilakukan razia sembarangan. Kalau sampai masyarakat dirugikan dan ada korban, pasti polisi akan menindak. Itu yang akan saya lakukan," tegasnya.

Musyafak menilai, beredarnya kalender bersimbol palu arit di Singkawang diketahui berasal dari Tiongkok. Bukan diproduksi di Singkawang atau daerah lain di Indonesia.

Kepolisian,  sambungnya,  tak ingin masalah kalender tersebut malah menjadi gejolak di masyarakat. Maka dari itu pihaknya segera mengambil langkah penyitaan dan pemeriksaan terhadap pemilik kalender.

"Jadi begini, yang ditemukan di Singkawang itu dia belinya bukan di sini tapi beli di luar (China). Kalendar dan orang yang punya sudah kita sita dan minta keterangan. Dan kalender itu dijual dalam rangka kegiatan tahunan mereka," ujarnya.

Diakuinya, memang di Indonesia pada umumnya, tidak terbiasa dengan isu palu arit yang identik dengan komunisme.

Namun diakuinya, dengan adanya gambar itu di sebuah kalender lantas jika disimpulkan sebagai penyebaran paham komunis,  juga tidak tepat.


"Kita juga jangan menilai terlalu cepat. Kan begitu. Indonesia tidak terbiasa dengan susasa seperti itu. Ada kalender dengan gambar palu arit, bukan berarti ada penyebaran PKI," ucapnya.

Ditambahkan, kondisi Singkawang saat ini memang sedang memanas karena terkait Pilkada 2017. "Dengan adanya pilkada sebentar lagi, nah itu akhirnya di-blow up," terangnya. (ang/pat/sut)