CCTV Border Entikong Bermasalah

Regional

Editor sutan Dibaca : 1316

CCTV Border Entikong Bermasalah
GRAFIS (SUARA PEMRED/ KOKO)
PONTIANAK, SP –  Para petugas di tapal batas Entikong-Malaysia diduga belum mengetahui Commander Wish (Kebijakan Pemimpin) Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada Jumat (15/7). Kapolri memerintahkan seluruh jajarannya memasang kamera pengintai (closed circuit television/(CCTV) untuk mengantisipasi terorisme dan kriminalitas konvensional.  

Berdasarkan pantauan Suara Pemred hingga Senin (18/7) malam, CCTV nirkabel (wireless) di enam titik kawasan Entikong di Kabupaten Sanggau,  seluruhnya dalam kondisi mati (offline). Padahal, CCTV itu hingga menjelang Idulfitri lalu sempat menyala (online) walaupun tak semua, sehingga bisa dipantau oleh masyarakat umum lewat NTMC Polri TV.
 

NTMC Polri Tv yang bisa diunggah gratis di Google Play, menyajikan informasi  tentang keadaan lalu lintas secara langsung yang di-stream secara realtime dari CCTV. Kondisi lalu-lintas termasuk suasana di perbatasan antarnegara di provinsi lain di Indonesia, bisa pula dipantaui lewat fasilitas ini.
 

CCTV di Entikong yang bisa dipantau secara langsung dari NTMC Polri TV ini bertuliskan: Perbatasan Indonesia-Malaysia #1; Perbatasan Indonesia-Malaysia #2; Perbatasan Indonesia-Malaysia #3; Perbatasan Indonesia-Malaysia #4; Entikong Car Counting 1; Entikong Car Counting #2.    

Pantauan-pantauan sebelumnya, hanya tiga CCTV dari Entikong Car Counting yang sering online. Sedangkan CCTV dari tiga titik lainnya di perbatasan Kalbar ini lebih banyak mati-hidup.  Terutama tengah malam ketika musim hujan mengguyur wilayah perbatasan.
   

Commander Wish Kapolri tentang CCTV ini diingatkan kembali oleh Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Musyafak. Dalam rapat dengan jajarannya  di Mapolda Kalbar, Senin (18/7), Musyafak  menginstruksikan jajarannya memasang CCTV untuk mengantisipasi terorisme  dan kriminal konvensional.
   

“Pemasanganya diprioritaskan di sejumlah tempat strategis. Maksudnya,  kalau ada kejadian yang tidak diinginkan, mudah dilacak untuk pengusutan lebih lanjut,” tegas Musyafak.
   

Menurutnya,  Kapolri mengingatkan jajarannya untuk lebih  maksimal memanfaatkan teknologi termasuyk CCTV guna membantu kelancaran tugas-tugas  di lapangan. Dalam banyak kasus, sangat banyak hasil rekaman CCTV yang dapat membantu mengungkap aksi kejahatan.
     

Pemasangan CCTV juga diprioritaskan ke seluruh jajaran kepolisian, lingkungan pemerintah daerah, perbankan, tempat perbelanjaaan, atau  persimpangan jalan yang ramai.
  “Pemasangan kamera CCTV tidak mahal. Cukup ditangani masing-masing satuan. Nanti kapolres setempat yang berkoordinasi dengan kalangan pemerintahan otonom. Mapolda Kalbar berkoordinasi dengan seluruh SKPD di lingkungan Provinsi Kalimantan Barat,” ujar Musyafak.    

Musyafak dalam berbagai kesempatan selalu berpesan kepada personel polisi dan masyarakat agar selalu menjaga kamtibmas yang sudah kondusif ini. Meskipun Kalbar umumnya relatif aman, tetapi disarankan supaya semua elemen masyarakat tidak ada salahnya secara bersama-sama menjaga kamtibmas.  

"Sementara kepada petugas polisi yang melakukan tugasnya dalam menjaga kemanana,  kami imbau juga tidak sendiri-sendiri, tetapi minimal dua orang, sehingga bisa saling menjaga keamanan petugas yang sedang bertugas di lapangan itu sendiri," ungkapnya.

Sedangkan penjagaan di objek-objek vital (obvit) seperti Bandara Supadio Pontianak, terminal dan pusat-pusat keramaian,  memang sudah dilakukan pengamanan yang termasuk dalam Operasi Ramadniya Kapuas 2016.
 

Menurut Musyafak, Operasi Ramadaniya bersifat operasi kemanusiaan, dan mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan pembangunan semua pihak di Kalbar.

Dalam Operasi Ramadniya Kapuas 2016, Polda Kalbar membentuk 53 titik pos yang terdiri dari 33 pos pengamanan dan 20 pos pelayanan, serta menurunkan sekitar lima ribuan personil polisi.
   

Sementara itu,  Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Suhadi Siswo Suwondo mengimbau perlunya seluruh warga untuk memasang CCTV di pemukiman masing-masing.
  Seluruh kompleks pemukiman disarankan berswadaya memasang CCTV, agar jika terjadi tindak kejahatan, bisa dengan mudah dilacak dan segera terungkap pelakunya.  

CCTV sendiri sangat penting untuk memantau kejahatan luar biasa (extra ordinary crime),  semisal kasus masuknya narkoba dan terorisme.   
  Sebelumnya Kapolsek  Entikong mengakui pentingnya memantau aktivitas di perbatasan dan lingkungannya  menggunakan CCTV dalam mencegah tindakan kriminalitas.

"Peningkatan pemantauan aktivitas keluar masuk barang dan orang di sekitar Entikong, tidak hanya kami lakukan setelah bom bunuh diri di Mapolres Surakarta, tetapi memang sudah dilakukan di seluruh jajaran Polda Kalbar," kata Kapolsek Entikong AKP Kartyana saat dihubungi  di Entikong, Selasa (5/7).

Menurutnya,  peningkatan keamanan ini dilakukan terutama menggunakan kamera pengawas di kawasan Border PPLB Entikong, di pos-pos pemeriksaan,  dan kawasan Polsek Entikong.

"Dengan pemantauan melalui CCTV tersebut, apabila ada aktivitas mencurigakan maka bisa dilakukan tindakan pencegahan dan lainnya," ungkap Kartyana.


Adapun teroris yang sangat diwaspadai masuk di Kalbar dan umumnya di seluruh provinsi Kalimantan  yakniISIS berikut simpatisannya. Pendukung gerombolan kriminal yang mengatasnamakan Islam ini, terindikasi mulai bergerilya di Kalimantan Selatan, terutama di dunia maya.

 Dilansir dari situs banjarmasin post, terdapat satu akun twitter yang secara terang-terangan mengatasnamakan ISIS.
Akun Twitter bernama @isiskalimantan tersebut secara terang-terangan berisi dukungan terhadap ISIS.

 Menggunakan nama Daulah Kalimantan, akun Twitter tersebut tampak mulai aktif sejak 1 Juni 2015,  dan sudah memposting puluhan tweet.
Pada 10 November 2015, akun ini  mengirim tweet berupa gambar tangan mengeluarkan api dengan tulisan: "...akan datang akan datang kepada umat-Ku suatu zaman di mana orang yang berpegang kepada agamanya laksana menggenggam bara api." Isi tweet ini, sebagian besar merupakan dukungan terhadap ISIS dan berdirinya Daulah Islam.  

Pengamat teroris Al Chaidar menilai, setelah menyerang polisi dan warga sipil di Sarinah Plaza, Jakarta, pendukung ISIS berencana menyerang kota-kota besar lainnya di Indonesia. "Serangan teroris kemarin (Sarinah) ditujukan kepada polisi, dilakukan pendukung ISIS. Mungkin akan ada serangan lanjutan di kota-kota lain seperti Surabaya, Medan, Makassar dan Balikpapan," ujarnya.  

Menurut Chaidar, pola serangan bom dan penembakan warga sipil yang dilakukan pendukung ISIS akan berlangsung di pusat-pusat keramaian, seperti pusat perbelanjaan.
"Serangan pendukung ISIS ini biasanya di pusat-pusat keramaian seperti mal-mal atau di tempat-tempat pos polisi.

 Polisi ditarget karena sudah menangkap teman-teman mereka yang dituduh teroris," kata dosen FISIP Universitas Malikussaleh Aceh ini. Indonesia dinilainya menjadi target serangan ISIS karena mayoritas penduduknya Muslim tapi tumbuh subur perusahaan-perusahaan kapitalis milik Amerika Serikat. "Indonesia ditarget karena terdapat Muslim terbesar, tapi penguasanya dianggap zalim dan kapitalis," ungkap Chaidara.(aju/ant/tri/pat/sut)