Puluhan Tim Damkar Swasta Konsolidasi Tanpa Kepala BPBD Kalbar

Regional

Editor sutan Dibaca : 1305

Puluhan Tim Damkar Swasta Konsolidasi Tanpa Kepala BPBD Kalbar
Ateng Tanjaya (berdiri kanan) saat konsolidasi di Siantan, Pontianak Timur, Rabu, (24/8). SUARA PEMRED/Yodi Rismana
PONTIANAK, SP- Sebanyak 39  tim pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya (KKR) dan Kabupaten Mempawah di bawah naungan Yayasan Bhakti Suci, berkonsolidasi di kediaman Ateng Sanjaya, Jalan Parit Makmur, Siantan, Pontianak Timur, Pontianak, Rabu (25/8) petang.  

Pertemuan ini sama sekali tidak mengundang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat, Titus Telus Nyarong. Ini karena ,  Nyarong dinilai tidak memiliki kemampuan berpikir dan bertindak dalam mengkonsolidasi berbagai potensi di Kalbar terkait penanganan karhutla.
 

Pertemuan dihadiri Kepala BPBD Kota Pontianak, Aswin Taufiek, dan Kepala BPBD KKR, Mochtar. Hadir pula Deputi Penanggulangan Darurat Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Tri Budiarto yang kebetulan sedang berkunjung di Pontianak.  

Hanya saja, Tri, Mochtar dan Aswin, tidak bersedia berkomentar terkait tak diundangnya Nyarong dalam rapat konsolidasi tersebut.  Ketiganya mengaku datang, karena diundang kalangan komunitas pemadam kebakaran (damkar) swasta di bawah naungan Yayasan Bhakti Suci.
 

Sedangkan Ateng menyatakan, pihaknya hanya menyediakan tempat. Pertemuan Ini terjadi spontanitas karena kebetulan Tri sedang berada di Pontianak.   Suriansyah, peserta pertemuan ini mengaku, forum tersbeut sepakat mendukung kebijakan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis dalam menangani karhutla selama musim kemarau 2016.  

Menurut Suriansyah, sebagai salah satu bentuk dukungan kepada Cornelis, tim damkar swasta terus bergerak ke sejumlah titik api, berkoordinasi dengan TNI dan Polri.   Guna melanjutkan kegiatan,  tim sepakat mengoptimalkan bantuan finansial dari Kapolda Kalbar, Irjen Pol Musyafak senilai Rp6.300.000 yang diserahkan pada Selasa (23/8).    

Suriansyah menjelaskan, bantuan dari Kapolda Kalbar, akan digunakan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) dan biaya konsumsi anggota tim damkar milik Yayasan Bhakti Suci.  

Sementara itu, Tri menegaskan, BNPB tetap akan membantu tim damkar swasta di bawah naungan Yayasan Bhakti Suci. Namun, bantuan itu bersifat pendampingan, agar nantinya tidak memunculkan sikap saling curiga yang bisa berimplikasi memudarkan solidaritas masyarakat dalam memadamkan karhutla.  

“Kalaupun ada bantuan dari BPNB, maka langsung ditransfer melewati Bupati Kubu Raya Rusman Ali, dan Walikota Pontianak Sutarmidji, lewat BPBD masing-masing, agar pertanggungjawaban keuangan bisa dilakukan dengan baik dan standar,” ujar Tri.  

Tri mengakui,  tim damkar milik Yayasan Bhakti Suci, sudah dijadikan percontohan nasional dalam menggerakkan potensi masyarakat terkait pemadaman karhutla.
  Karena itu, lanjut Tri, peran masyarakat di Kalbar diharapkan terus dioptimalkan, agar bisa bersinergi dengan pemerintah dalam menangani karhutla. (aju/pat/sut)