Senin, 23 September 2019


September 2016, DPD Partai Golkar Kalbar Gelar Musda

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1362
September 2016, DPD Partai Golkar Kalbar Gelar Musda

ILUSTRASI. (acehkita.com)

PONTIANAK, SP - Pengurus Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Kalbar meminta setiap keputusan yang berkaitan dengan terselenggaranya agenda Musda dilakukan secara kolektif kolegial. Yang mana, setiap keputusan bukan melibatkan segelintir pengurus.

   Sebagaimana diketahui,  Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kalimantan Barat, rencananya bakal digelar pertengahan September 2016 mendatang.

 
"Kita kader partai tentulah menginginkan adanya suatu perubahan yang lebih baik. Kami tidak ingin dengan hanya segelintir orang membuat kebijakan partai, menjadi suatu keputusan yang nantinya diikuti bersama," kata Muhammad Yamin, Ketua PDK Kosgoro 1957 Kalbar, saat memberikan keterangan pers, Minggu (28/8) di Kota Pontianak.

Yamin mengungkapkan agenda Musda kali ini, salah satunya menentukan pimpinan DPD Partai Golkar Kalbar. Yamin menyebut, banyak kader Golkar yang memiliki kemampuan mengkonsolidasikan semua kader partai Golkar se Kalbar seperti, Ria Norsan yang kini menjabat sebagai Bupati Mempawah, Firman Muntaco mantan Bupati Melawi, Milton Crosby Mantan Bupati Sintang, Nehen Anggota DPRD Kalbar dan banyak lagi kader lainnya.

"Musda partai Golkar yang dilaksanakan pada bulan September 2016 ini, sangat memerlukan kecerdasan dan kecermatan dalam berpikir dan bertindak, agar muncul ide dan gagasan cerdas dalam mewujudkan kembali kejayaan Partai Golkar, khususnya di Kalbar," ungkap Yamin.

Menurut Yamin, Partai Golkar di Kalbar mendambakan sosok figur yang sudah benar-benar teruji dalam rekam jejak kariernya yaitu, seorang yang gigih, santun, dan memang merasa terpanggil ingin membangun dan mewujudkan kembali kejayaan partai Golkar ke arah yang lebih baik, modern dan mandiri. "Sosok itu dibutuhkan karena Partai Golkar membutuhkan segala persiapan dalam menghadapi berbagai momentum yang strategis," ujar Yamin didampingi kader Golkar, Bujang Bachtiar dan Ketua Harian DPD Partai Golkar Kota Pontianak, Deden Ari Nugraha.  

Yamin melanjutkan, figur Ketua DPD Golkar yang terpilih mendatang harus mampu membangun budaya politik,  benar-benar menumbuhkan kreativitas kader partai.
"Yang tak kalah pentingnya adalah, Musda kali ini haruslah dapat mewadahi rekonsiliasi dua kubu partai Golkar yang bertikai," tuturnya.

Jika proses Musda ini berlangsung secara transparan, fair, dan demokrasi, maka Yamin meyakini tidak ada lagi upaya rekayasa oleh individu untuk memenangkan sekelompok orang. Lebih lanjut Yamin menerangkan, Musda Golkar Kalbar, haruslah mengikuti prinsip-prinsip dasar terselenggaranya Munaslub yang dilaksanakan di Bali. Yakni, konstitusional, rekonsiliatif, demokrasi, berkeadilan dan bersih.

"Dalam rekonsiliasi tidak saja ditingkat DPP, tetapi harus terjadi ditingakat provinsi, kabupaten kota bahkan sampai ketingakat kelurahan sebagai hirarki terendah, dalam kepengurusan partai Golkar," tambahnya.

Terlebih menurutnya, daerah Kalbar, dipahami memiliki masyarakat yang majemuk. Maka dari itu, Partai Golkar Kalbar harus mengakomodir kader-kader disegala lapisan etnis, tapi tentunya sesuai dengan mekanisme yang sudah di atur di dalam AD/ART partai.

"Dengan menempatkan kader-kader terbaik yang dipilih secara selektif, baik itu kader yang notabenenya dari etnis Melayu, Dayak, Madura, Bugis, Tionghoa, dan lain-lain. Saya yakin ini akan menjadi suatu kekuatan baru Partai Golkar, dalam mewujudkan semua agenda agenda politik," ucapnya.

Hasil komunikasi telah dilakukan dengan Ketua DPD kabupaten kota Partai Golkar se Kalbar. Pada intinya,  kata M Yamin, masih banyak rekan-rekan berharap ada kandidat lain yang akan maju dalam bursa ketua nanti, agar ada pilihan-pilihan agar Partai Golkar ini tidak semata-mata hanya bertukar estafet, dari kepemimpinan yang sekarang saja.

"Saya sungguh sangat yakin akan ada kuda hitam yang akhirnya jadi pemenang," tandasnya. (ang/sut)