Ternyata, Tersangka Pembunuh Bawa Mayat dari Kubu Raya ke Tayan Hilir, Sanggau

Regional

Editor sutan Dibaca : 2155

Ternyata, Tersangka Pembunuh Bawa Mayat dari Kubu Raya  ke Tayan Hilir, Sanggau
A Feriando Nyangun alias Ando, tersangka pembunuh wanita hamil (celana pendek). (ist)
  PONTIANAK, SP – Jajaran Polres Sanggau berhasil mengungkap misteri kematian Marta Priviana yang jenazahnya ditemukan di tumpukan tandan kosong di Tayan Hilir pada Selasa (20/9). Tersangka pembunuh ternyata kekasih korban, yakni A Feriando Nyangun alias Ando.    

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Suhadi Siswo Suwondo menyatakan di Pontianak, Rabu (21/9), Ando adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura, warga Dusun Pesing, Desa Engkahan, Kecamatan Sekayam, Sanggau.  

Ketika ditemukan pada pukul 13.15.00 WIB Selasa kemarin, korban diduga hamil antara delapan-sembilan bulan.

Mengutip laporan dari penyidik Reserse Kriminal Umum Polres Sanggau, pembunuhan terjadi di rumah kontrakan Ando di  Jalan Parit Haji Muksin II, Kompleks Mega Mas Blok D Nomor D31, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya (KKR).
 

"Jenazah korban dibuang di Tayan Hilir, Sanggau. Tersangka pelaku adalah pacar korban,” kata Suhadi.

  Peristiwa itu terjadi pada Senin malam (19/9). Caranya, Ando membekap mulut dan hidung korban dengan bantal sehingga kekurangan oksigen.

Saat menyadari korban sudah meninggal dunia, jenazah korban digotong ke dalam mobil dan dibawa  ke Tayan Hilir menggunakan mobil Avanza warna merah marun bernomor polisi KB 2394 PB .  

“Sampai di tumpukan limbah tandan buah kelapa sawit di Tayan Hilir, jenazah korban dibuang tersangka. Kemudian, Selasa siang, 20 September 2016, jenazah korban yang mulai membusuk ditemukan warga. Hanya dalam hitungan jam, tersangka berhasil diringkus,” kata Suhadi.  

Menurut Suhadi, polisi  masih menyelidiki motif pembunuhan Marta. Dugaan sementara, peristiwa itu terjadi setelah terjadi pertengkaran tentang status hubungan keduanya yang menyebabkan Marta hamil.
   

Terungkapnya identitas pelaku berawal ketika jajaran polres mengumpulkan informasi dari kedua orangtua korban yang mengaku bahwa Marta berpacaran dengan Ando.  

“Ada bekas sidik jari di tubuh korban saat dilakukan otopsi jenazah, pukul 10.00 WIB, Rabu, 21 September 2016. Sidik jari di tubuh korban, sama dengan milik Feriando Nyangun. Tersangka langsung ditangkap,” kata Suhadi.  

Tim gabungan yang terdiri dari Direktur Reskrimum Polda Kalbar Komisaris Besar Polisi Krisnanda dan Kapolres Sanggau Ajun Komisaris Besar Polisi Dony Charles Go, sudah menyita barang-barang bukti antara lain pakaian korban dari rumah kontrakan Ando.  

Polisi juga sudah melakukan olah TKP di Pontianak karena lokasi deliknya di Ibu Kota Kalbar ini. Itu sebabnya demi mempermudah penyidikan maka kasus tersebut diambil alih dari Polres Sanggau ke Polda Kalbar.

 Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh Vika dan Mala yang untuk selanjutnya melapor ke Polsek Tayan Hulu. Saat ditemukan, posisi korban jenazah tertelungkup. Kepala menoleh ke arah kiri, posisi tangan tertengkuk ke dalam, dan posisi kaki mengangkang.
 

Usai melakukan olah TKP, petugas membawa jenazah Marta Priviana ke Puskesmas Kampung Kawat untuk divisum. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Ginting, korban diketahui sedang hamil dengan usia kandungan sekitar 8 sampai 9 bulan. (ang/aju/pat/sut)